Perjalanan Karier

David Nurbianto engawali perjalanan kariernya di dunia hiburan lewat panggung komedi. Singkat cerita, David pernah mendapat tugas dari redaksi sebuah majalah untuk meliput komunitas komedi yang tampil di sebuah kafe. Dari situ, ia berkesempatan menyaksikan langsung para komika beraksi di atas panggung.

Rasa penasaran membuat David ikut mencoba tampil dalam sesi open mic. Sayangnya, penampilan pertamanya belum berhasil mengundang tawa penonton. Meski begitu, ia tetap rutin mengikuti kegiatan tersebut untuk mengasah kemampuan sekaligus menambah penghasilan. Kala itu, David masih bekerja sebagai tukang ojek.

Kesempatan lebih besar datang ketika David mengikuti audisi Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) musim keempat di Kompas TV. Ia berhasil lolos sebagai salah satu dari 20 peserta. Dalam kompetisi tersebut, David banyak membawakan materi tentang identitasnya sebagai orang Betawi, mulai dari keresahan yang dirasakan masyarakat Betawi masa kini hingga keunikan budayanya.

Perjalanannya di kompetisi itu tidak selalu mulus. David sempat berada di posisi yang nyaris tereliminasi pada awal acara. Namun, ia terus membawakan materi dengan ciri khasnya hingga berhasil melaju ke babak grand final dan keluar sebagai juara. Menariknya, David mengaku tidak menargetkan diri untuk menjadi pemenang sejak awal.

Sebagai bentuk rasa syukur atas kemenangannya, David menggunakan uang hadiah yang didapat untuk memberangkatkan sang nenek umrah ke Makkah.

Setelah memenangkan SUCI, karier David di dunia hiburan semakin berkembang. Pada musim kelima, ia dipercaya menjadi presenter bersama Pandji Pragiwaksono. Sementara pada musim keenam, David bergantian menjadi ko-presenter bersama Babe Cabiita dan Rigen Rakelna.

Baca Juga: Siapa Arief Didu? Intip Profil dan Jejak Kariernya dari Panggung Komika hingga Main Film

Pada akhir 2016, David juga menjajal dunia penyiaran dengan mengisi program pagi Hot Kopi di Radio HOT 93.2 FM bersama rapper Kojek. Setahun kemudian, ia kembali terlibat dalam ajang komedi dengan menjadi mentor di Stand Up Comedy Academy musim ketiga di Indosiar bersama Awwe.

David Nurbianto juga terus melebarkan kariernya hingga dunia akting. Debut filmnya dimulai lewat Epen Cupen the Movie pada 2015, saat ia berperan sebagai hansip. Setahun berikutnya, David tampil dalam film Abdullah & Takeshi dan Get Up Stand Up.

Sejak itu, ia semakin sering mendapat kesempatan bermain di berbagai film. David di antaranya tampil dalam Gila Lu Ndro! (2018), Mendadak Kaya (2019), Sabar Ini Ujian dan Pelukis Hantu (2020), serta Till Death Do Us Part (2021). Ia juga muncul dalam Mendarat Darurat (2022) dan memerankan Rojali dalam Srimulat: Hidup Memang Komedi (2023).

Pada 2025, David membintangi GJLS: Ibuku Ibu-Ibu sebagai Wahyudi. Ia juga mulai terlibat dalam proses kreatif di balik layar. Selain ikut mengembangkan unsur komedi dalam film Get Up Stand Up (2016), David menjadi penulis skenario The Watcher (2021) bersama Anggy Umbara dan konsultan komedi untuk Sah! Katanya... (2025).

Di layar kaca, David pernah tampil dalam serial Malam Minggu Miko, Siapa Suruh Datang Jakarta, dan 3 Sempruuul Mengejar Surga 5. Ia juga membintangi sejumlah serial web, seperti Cek Toko Sebelah the Series 2, Imperfect the Series, dan Untung Ada Srimulat.

Selain berakting, David masih aktif di berbagai program televisi, terutama yang berkaitan dengan komedi. Beberapa di antaranya adalah Stand Up Comedy Show, Stand Up Seru, SUCI Playground, Combreak, Stand Up Everywhere, dan Lucunya Tuh di Sini. Ia juga pernah tampil dalam program Anak Sekolah di Trans7.