Pendekatan tersebut hadir dalam berbagai wujud Butter Baby, mulai dari flagship store di Jakarta, instalasi karakter di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, hingga pop-up di Los Angeles. Meski hadir dalam konteks yang berbeda, setiap pengalaman tetap berangkat dari karakter dan sudut pandang yang sama.
“Jakarta selalu menjadi bagian penting dari cara kami membangun Butter Baby. Kota ini memberi kami energi, keberanian untuk bereksperimen, dan cara melihat kreativitas secara lebih terbuka. Kami ingin membawa semangat itu ke setiap pengalaman Butter Baby, sekaligus membuktikan bahwa sebuah ide yang lahir dari Jakarta dapat terhubung dengan banyak orang,” tutur Henry Burch, Co-founder Butter Baby.
Baca Juga: Butter Baby Bawa Semangat Dangdut ke Jakarta Dessert Week Lewat 'Bintang Pantura Series'
Melalui partisipasinya di WCCE 2026, Butter Baby turut memperkaya percakapan mengenai peran brand di industri F&B sebagai ruang pertemuan antara produk, kreativitas, dan pertukaran budaya. Butter Baby terus mengeksplorasi cara baru membangun brand dari Indonesia, dengan produk sebagai fondasi dan imajinasi sebagai ruang untuk berkembang.