Sekelas pemilik e-commerce terbesar di Tanah Air, pernah merasakan kendala komunikasi dalam bahasa Inggris. Namun, hal tersebut tak membuatnya terpuruk dan rendah diri. Ketidakmampuannya membangun percakapan dalam bahasa Inggris justru memotivasinya untuk terus belajar, hingga akhirnya mahir seiring berjalannya waktu.

Itu merupakan sepenggal kisah dari founder Tokopedia, William Tanuwijaya. Dalam sebuah kesempatan, William sempat membuat pengakuan akan ketidakmampuannya dalam berbahasa Inggris, dulu. 

Bahkan, William sering merasa telah menghabiskan banyak waktu kliennya lantaran ketidakmampuannya dalam berbahasa. Diakui William, dulu sering kali ada klien dari luar yang menegurnya lantaran tak mengerti dengan apa yang diucapkan pria asal Pematang Siantar itu. 

“Saya bisa berbahasa Inggris dengan cara membaca dan mendengar, tapi saya tidak pernah conversation dalam bahasa Inggris. Jadi ketika saya bertemu dengan orang-orang asing seperti itu, dalam 15 menit pertama saya bisa melihat kekecewaan luar biasa,” cerita William seperti Olenka kutip, Jumat (10/1/2025).

Baca Juga: Kisah William Tanuwijaya Bertahan Demi Orang Tua dan Anak Agar Memiliki Hidup Lebih Baik

“Dan sebagian dari antara mereka bahkan mengatakan, ‘William kamu ngomong apa sih, saya gak ngerti’. Jadi saya itu sebenarnya menghabiskan, menyia-nyiakan waktu mereka,” tambahnya.

Namun, sejak saat itu, William memiliki kegigihan untuk tidak kalah oleh rasa malunya lantaran tidak bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Sejak saat itu, William optimis untuk menemukan jalan keluar.

Hingga pada suatu waktu, William dipertemukan dengan dua pemodal asal Jepang dan Korea yang juga memiliki keterbatasan dalam berbahasa Inggris. Namun, kendala tersebut membuat mereka saling memahami dengan cara yang sederhana, hingga akhirnya pun terjalin hubungan kerja sama.

“Dan kemudian karena mereka investasi, itu pertama kalinya saya bisa ke Singapura, saya bisa ke Jepang, saya bisa ke Korea, melihat perusahaan-perusahaan internet asal Jepang, asal Korea, dan tiap bulannya saya berkomunikasi dengan mereka dengan bahasa Inggris. Lama-lama saya bisa berbahasa Inggris dengan lebih lancar,” tutur William.

Baca Juga: Semangat Bambu Runcing William Tanuwijaya dalam Perjalanan Membangun Tokopedia

Berkat hubungan kerja sama yang membuatnya bisa bepergian ke luar negeri dan bertemu banyak klien, hal itu membuat William semakin terbiasa hingga akhirnya fasih dalam komunikasi bahasa Inggris.

“Jadi ini adalah contoh bagaimana kegigihan keluar dari, kegigihan ketika pun kamu gagal berkomunikasi, kamu tidak menyerah,” tandasnya.