Presiden RI Prabowo Subianto sangat tidak terima ketika Indonesia diolok-olok negara lain lantaran bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang saat ini sedang mengepung sejumlah wilayah di Indonesia.
Harus diakui dampak bencana mengerikan itu tidak hanya dirasakan masyarakat Indonesia di daerah-daerah terdampak, namun asap karhutla kini menyebar hingga ke sejumlah negara.
Baca Juga: Prabowo Mulai Dengar Suara Rakyat, Orang-orang Jokowi Dikandangin Semua
"Ada beberapa negara yang mengolok-olok, menghina kita,” kata Prabowo dilansir Olenka.id Jumat (23/10/2026).
Yang bikin Prabowo kesal, negara-negara yang menghina Indonesia itu adalah negara asal sejumlah perusahaan asing yang biang kerok karhutla di Indonesia. Prabowo sama sekali tidak terima hal itu dan mengancam bakal membeberkan nama-nama perusahaan perusak lingkungan itu.
“Padahal negara-negara itu banyak yang bertanggung jawab perusahaan-perusahaan mereka di sini. Nanti pada saatnya kita umumkan nama-nama itu," tegasnya.
Prabowo mengklaim segenap jajaran pemerintahannya kini sedang bersungguh-sungguh menanggulangi bencana itu, kerja keras pemerintah telah banyak membuahkan hasil, namun sayang kebakaran masih meluas di sejumlah titik.
Prabowo juga menyoroti dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat yang telah terpapar kabut asap selama berbulan-bulan. Ia menegaskan, pemerintah tidak tinggal diam menghadapi bencana yang turut membebani masyarakat di wilayah terdampak.
"Kita sudah cukup besar mengerahkan TNI, polisi, Pemda, bekerja setengah mati. Saudara saksi, bupati, gubernur, itu anak-anak kita, rakyat kita yang rusak kesehatannya," ujar Prabowo.
Tak hanya menyinggung kritik dari luar negeri, Prabowo turut mengungkap dugaan pelanggaran berulang oleh sejumlah perusahaan yang diduga terlibat dalam karhutla. Ia menyebut ada perusahaan yang dilaporkan telah melanggar aturan hingga 19 kali.
"Perusahaan ini yang paling parah ini, minta dicek lagi apa benar 19 kali? Ini dableg banget dan kita kok takut? Takut siapa? Siapapun kalau melanggar udahlah cabut aja (izinnya), saya nggak ragu-ragu, cabut aja nanti. Nggak apa-apa," tegas Prabowo.
Selain mendorong penindakan terhadap perusahaan yang melanggar, Prabowo menekankan pentingnya kemampuan sumber daya manusia Indonesia dalam mengelola perkebunan nasional. Ia meminta pemerintah daerah dan fakultas-fakultas mencari anak muda potensial agar pengelolaan perkebunan di dalam negeri dapat dilakukan oleh putra-putri Indonesia sendiri.
Baca Juga: Pesan PDIP ke Prabowo: Gibran Itu Beban Presiden!
"Anak-anak Indonesia mampu manage. Nanti daerah-daerah, fakultas-fakultas cari anak-anak muda yang bagus-bagus. Masa orang-orang Indonesia nggak bisa mengelola perkebunan-perkebunan Indonesia. Mungkin lebih baik kita mengelola daripada mereka, karena kita cinta tanah air kita," tambah Prabowo.