Memasuki awal 2026, industri oral care menunjukkan pergeseran signifikan, khususnya dalam preferensi konsumen terhadap produk pasta gigi pemutih.

Jika sebelumnya fokus utama berada pada hasil instan, kini konsumen semakin mengutamakan keamanan jangka panjang dan perlindungan enamel.

Riset Fortune Business Insights (2025) memproyeksikan pasar pemutih gigi global akan meningkat hingga USD 12,77 miliar pada 2032, dengan lebih dari separuh pangsa pasar berasal dari produk pasta gigi pemutih.

Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap penampilan gigi sebagai bagian dari gaya hidup modern.

Di kawasan Asia Pasifik, pertumbuhan serupa juga terlihat. Menurut Research and Markets, pasar oral care untuk kebutuhan rumah tangga diperkirakan mencapai USD 1,3 miliar pada 2026.

Tren ini banyak dipengaruhi oleh generasi Millennials dan Gen Z yang semakin memprioritaskan senyum cerah, di tengah gaya hidup urban dengan konsumsi kopi dan rokok yang relatif tinggi.

Konsumen Semakin Kritis, Keamanan Jadi Prioritas

Di balik pertumbuhan pasar yang pesat, industri menghadapi tantangan baru, yakni konsumen yang semakin kritis.

Laporan tren konsumen Mintel 2025 mencatat bahwa standar label dan transparansi bahan menjadi perhatian utama, terutama untuk produk yang digunakan langsung pada tubuh.

Data Global Growth Insights 2025 memperkuat tren ini, dengan sekitar 49% konsumen pasta gigi di Asia, Eropa, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Afrika memilih pasta gigi pemutih yang tidak menyebabkan gigi sensitif.

Bahan yang bersifat less abrasive pun menjadi pilihan utama, terutama bagi konsumen yang telah teredukasi oleh ahli kesehatan gigi.

Michelle, Country Manager usmile Indonesia & Malaysia, menilai kondisi ini sebagai penanda era baru dalam perawatan kesehatan gigi di Indonesia.

“Konsumen Indonesia kini memasuki era oral healthcare yang baru. Mereka mencari bahan aktif yang aman namun tetap memberikan hasil. Penggunaan teknologi Fluoride Calcium Powder (FCap™) dan Hydroxyapatite (HAP) kini menjadi standar baru bagi mereka yang menginginkan gigi putih tanpa rasa ngilu. usmile berkomitmen membawa standar internasional ini ke Indonesia, sekaligus mengedukasi publik bahwa senyum cerah dan menjaga kesehatan enamel bisa berjalan secara selaras,” papar Michelle, dikutip Kamis (8/1/2026).

Baca Juga: Era Baru Perawatan Gigi, usmile Hadirkan Odol Parfum Pertama di Dunia

Teknologi FCap™ dan HAP, Solusi Pemutihan Tanpa Mengorbankan Enamel

Secara teknis, FCap™ merupakan teknologi proprietary water-free yang dirancang untuk mempercepat perbaikan enamel sekaligus memutihkan gigi hingga 2,5 kali lebih cepat dibandingkan pasta gigi pemutih konvensional.

Teknologi ini bekerja dengan menghantarkan kalsium dan ion fosfat ke pori-pori mikro gigi, memberikan perlindungan ekstra terhadap erosi akibat makanan dan minuman asam seperti kopi dan teh, serta perubahan suhu ekstrem.

Teknologi tersebut bekerja secara sinergis dengan Hydroxyapatite (HAP), mineral alami penyusun gigi yang berperan penting dalam proses remineralisasi.

HAP mengisi retakan mikro pada enamel, membuat permukaan gigi lebih halus, kuat, dan mampu memantulkan cahaya dengan lebih baik—hasilnya gigi tampak lebih cerah tanpa mengikis lapisan pelindungnya.

usmile Repair White, Jawaban atas Kebutuhan Konsumen Modern

Kombinasi FCap™ dan HAP menjadi formulasi utama dalam pasta gigi usmile Repair White, yang resmi diluncurkan pada Desember 2025 bersamaan dengan varian usmile Fresh White.

Sejak peluncurannya, produk ini berhasil mencuri perhatian konsumen, khususnya di pasar e-commerce, berkat inovasi teknologi, bahan baku yang telah teruji secara klinis, serta desain produk yang thoughtful dan relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia.

Selain manfaat ganda berupa pemutihan dan perbaikan enamel, produk ini juga menawarkan tekstur lembut, serta rasa dan aroma yang unik.

Kombinasi fungsional dan estetika tersebut menjadi pembeda utama dari pasta gigi pemutih konvensional, sekaligus mendorong tingginya tingkat pembelian ulang.

Kesuksesan usmile di Indonesia bukanlah kebetulan. Baik varian Repair White maupun Fresh White telah mencatatkan performa penjualan yang kuat di berbagai pasar internasional.

Setelah diperkenalkan di Indonesia, permintaan pasar bahkan melampaui ekspektasi hingga produk kerap mengalami sold out.

Fakta ini memperkuat bukti kecocokan produk dengan pasar (product-market fit), sekaligus menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin siap menyambut inovasi oral care yang mengedepankan keseimbangan antara estetika, keamanan, dan kesehatan jangka panjang.

Baca Juga: METOO Hadirkan Inovasi Perawatan Gigi Berbasis Bahan Alami untuk Kebutuhan Masyarakat Indonesia