Growthmates, tahukah kamu bahwa setiap tahunnya, kematian manusia didominasi oleh berbagai penyakit salah satunya kanker? Kanker menjadi penyakit paling mematikan di dunia yang keberadaannya terus mengancam nyawa.

Dilansir melalui situs resmi Kemenkes pada Jumat (16/10/2026), Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menyatakan, kanker merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia dan dianggap sebagai penyakit tidak menular katastropik. Selain mengancam nyawa, kanker juga membutuhkan biaya pengobatan yang besar serta proses perawatan yang lama. 

Kendati dari sekian banyak jenis kanker yang kemungkinan diidap manusia, ada beberapa daftar penyakit kanker yang mematikan dan terbanyak di Indonesia, berikut di antaranya:

1. Kanker Paru-paru

Setiap tahun, lebih dari 34 ribu orang Indonesia meninggal akibat kanker paru-paru. Sekitar 70-80% penderita kanker paru baru terdeteksi saat memasuki stadium 4. Hal tersebut membuat peluang hidup menjadi lebih kecil. Perkiraan ketahanan tubuh hanya sampai 6-12 bulan.

Baca Juga: Sering Pakai Bumbu Instan? Ahli Gizi Ingatkan Risiko Kanker Payudara dan Pentingnya Baca Label

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), kasus terbaru kanker paru di dunia diperkirakan mencapai 2,5 juta atau sekitar 1,24%. Gejala yang dirasakan penderitanya antara lain:

  • Batuk tanpa henti yang tidak kunjung sembuh.
  • Muncul bercak darah pada lendir ketika batuk.
  • Sesak napas disertai nyeri pada dada.
  • Suara napas berbunyi atau bengek. 
  • Berat badan turun drastis, dan
  • Nafsu makan berkurang.

Terdapat faktor utama dari timbulnya kanker paru yaitu:

  • Paparan asap rokok baik perokok aktif maupun pasif.
  • Kualitas udara yang kurang baik, biasanya terdapat di perkotaan akibat asap pabrik dan kendaraan.
  • Pola hidup yang tidak sehat.

2. Kanker Payudara

Kanker payudara merupakan kanker ganas yang menyerang wanita. Tingginya resiko kematian akibat kanker payudara sering kali berkaitan erat dengan keterlambatan penegakan diagnosis, penundaan pemeriksaan gejala, keterbatasan akses medis, dan penanganan yang tidak merata di setiap daerah. 

Menghadapi kasus tersebut, pemerintah berupaya untuk meminimalisir lonjakan kasus kematian akibat kanker payudara sekitar 2,5% melalui Rencana Aksi Nasional (RAN) 2025-2034. 

Berikut gejala yang perlu dikenali:

  • Terdapat benjolan di dalam payudara dan terjadi penebalan kulit di sekitar area payudara. 
  • Puting susu yang terlihat melengkung ke dalam. 
  • Adanya perubahan warna kulit pada putih seperti merah atau merah muda.
  • Perubahan bentuk, ukuran, atau penampilan pada payudara.
  • Kulit payudara terlihat seperti tekstur kulit jeruk dan pengelupasan kulit.

Faktor penyebab kanker payudara:

  • Faktior genetik
  • Pengaruh hormon seperti penggunaan Pil KB.
  • Paparan radiasi
  • Pola hidup yang tidak sehat seperti mengkonsumsi makanan berlemak, serta istirahat tidak teratur.

Baca Juga: Lagi Menyusui Bukan Berarti Bebas Kanker Payudara, Ini Penjelasan Ahli

3. Kanker Serviks (Leher rahim)

Kanker serviks disebabkan oleh infeksi virus Human Papillomavirus (HPV). Bagi penderita awal, biasanya kanker ini tidak menimbulkan gejala dan tanpa disadari terus menyebar di dalam tubuh. Kanker serviks memerlukan penanganan medis sejak awal gejala untuk mencegah terjadinya komplikasi. 

Adapun gejala yang perlu diwaspadai seperti:

  • Keputihan dalam jumlah banyak, berbau, tekstur encer, dan disertai darah.
  • Nyeri ketika berhubungan.
  • Terasa nyeri atau sakit pada area vagina ketika buang air kecil. 
  • Nyeri pada panggul atau perut, dan
  • Mudah merasa lelah.

Pencegahannya dapat dilakukan dengan vaksinasi HPV sejak dini, melakukan Pap Smear bagi wanita yang telah menikah, dan IVA Test secara berkala.

4. Kanker Hati

Kanker hati biasanya disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis B dan C. Kanker ini mengakibatkan pertumbuhan berbagai sel abnormal di organ hati. Kanker hati memiliki beberapa bagian, yaitu: 

  • Karsinoma Hepatoseluler (HCC), Kanker ini paling umum terjadi dan bersifat ganas. HCC bisa menyebabkan terjadinya gagal hati.
  • Kanker Intrahepatik (IHC), Sel ini tumbuh di saluran empedu.
  • Angiosarkoma, jenis kanker ini jarang ditemukan. Biasanya gejala timbul di lapisan sel darah pada hati.

Dilansir dari situs Ciputra Hospital, Gejala kanker hati meliputi:

  • Terdapat benjolan di bawah tulang rusuk.
  • Nyeri pada sisi kanan perut atau dekat bahu kanan.
  • Mengalami penyakit kuning.
  • Mual dan kehilangan napsu makan, dan
  • Urine berwarna gelap.

5. Kanker Prostat

Kanker prostat menjadi penyakit yang sering dialami pria di Indonesia. Penyakit ini biasanya menyerang pria yang berusia di atas 50 tahun. Data Global Cancer Observatory (Globacon) 2022 dari Internasional Agency for Research on Cancer (IARC), kanker prostat menempati posisi kelima dari jumlah kasus di Indonesia.

Kanker prostat berkembang secara perlahan di kelenjar prostat, organ kecil berbentuk kacang yang terletak di bawah kandung kemih dan berfungsi memproduksi cairan semen. 

Pahami gejala kanker prostat berikut:

  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari.
  • Sulit memulai dan menghentikan aliran urin.
  • Aliran urin lemah dan tersendat. 
  • Timbul nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil.
  • Urin berubah menjadi darah, dan
  • Timbul rasa nyeri pada punggung bawah, pinggul, serta paha.

Kanker prostat bisa disebabkan pola makan yang tidak sehat seperti banyak mengkonsumsi lemak jenuh dan kurang makan sayur. Kurangnya kesadaran kebersihan pada area kelamin terutama setelah buang air kecil. Kurangnya aktivitas fisik juga menjadi faktor pemicu penyakit ini.