Indonesia menegaskan pentingnya standar hukum dan regulasi yang jelas untuk inovasi keuangan digital guna memberikan kepastian bagi pelaku pasar, sekaligus acuan bagi pembuat kebijakan. Hal tersebut disampaikan delegasi Indonesia dalam 3rd  Finance  Ministers  and  Central  Bank  Governors  Meeting  (FMCBG)  di     Bangkok,     Thailand, Kamis (15/10).

Dalam kesempatan tersebut, delegasi Indonesia diwakili oleh Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti. Indonesia juga menyampaikan tiga hal utama terkait kebijakan dan arah kerja sama keuangan global. Pertama, Indonesia mengapresiasi capaian dan peran Financial Stability Board (FSB) dalam mendorong modernisasi regulasi serta memetakan berbagai risiko material yang muncul dari perkembangan inovasi keuangan digital.

Baca Juga: Kemenkeu dan BI Perkuat Sinergi Fiskal dan Moneter Lewat 5 Pilar Kebijakan, Apa Saja?

Kedua, Indonesia menegaskan komitmen untuk terus mendorong pengembangan pembayaran  lintas  batas  (cross-border payment)  berbasis  QR  dan  penggunaan  transaksi mata  uang  lokal  (local currency transaction).  Langkah  tersebut  diharapkan  dapat meningkatkan efisiensi dalam sistem pembayaran, memfasilitasi aktivitas perdagangan, serta memperdalam inklusi keuangan.

Baca Juga: Pembiayaan Syariah Tembus Rp748,7 Triliun, BI Dukung Perluasan Akses Modal Industri Halal

Ketiga, Indonesia menyambut baik fokus G20 pada modernisasi pasar uang dan pembayaran lintas batas. Mengingat keberagaman kerangka regulasi, struktur pasar, dan tingkat perkembangan keuangan di antara negara-negara G20, dalam kesempatan tersebut, Indonesia mengusulkan dilakukannya pemetaan (stock-taking exercise) pada tahap awal. Menurutnya, pemetaan tersebut menjadi fondasi diskusi untuk menentukan prioritas bersama serta memfasilitasi kerja sama yang relevan bagi setiap negara.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut, Indonesia menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian sektor keuangan yang berhasil diraih di bawah kepemimpinan Presidensi G20 di bawah Amerika Serikat pada tahun ini. Indonesia juga menyatakan kesiapan untuk melanjutkan kerja sama dengan Inggris sebagai pemegang Presidensi G20 tahun 2027 serta seluruh negara anggota dalam memajukan agenda ekonomi dan keuangan global secara bersama-sama.