KAI Properti melanjutkan pembangunan integrasi kawasan Stasiun Karet dan Stasiun BNI City melalui pengerjaan sejumlah infrastruktur penghubung. Saat ini, pembangunan telah mencakup struktur selasar dan kanopi sebagai bagian dari jalur pedestrian yang akan menghubungkan kawasan eks Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City.
Sejumlah pekerjaan telah dilaksanakan, mulai dari pembuatan fondasi dan struktur penyangga kanopi, pengecoran elemen struktur, hingga pemasangan rangka baja di beberapa titik pembangunan. Selain itu, KAI Properti juga melakukan pemasangan komponen travelator untuk mendukung kesiapan fasilitas di kawasan tersebut.
Baca Juga: KAI Logistik Distribusikan 122 Ribu Unit Sepeda Motor hingga Triwulan III 2026
Pembangunan tersebut merupakan bagian dari penyediaan selasar pedestrian sepanjang kurang lebih 250 meter yang menghubungkan kawasan eks Stasiun Karet menuju Stasiun BNI City. Jalur ini nantinya akan dilengkapi fasilitas travelator dan moving walk, masing-masing sepanjang 40 meter, untuk memudahkan mobilitas masyarakat menuju maupun dari stasiun.
Manager Corporate Communication KAI Properti, Bramantya Candrika, menyampaikan bahwa integrasi kawasan Karet–BNI City terus dikembangkan secara bertahap untuk menghadirkan akses yang lebih tertata dan mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat.
"Pembangunan jalur penghubung beserta fasilitas pendukungnya terus kami lanjutkan di sejumlah titik. Melalui pengembangan ini, kami berharap masyarakat nantinya dapat menjangkau Stasiun BNI City dengan lebih mudah dan nyaman, terutama bagi pelanggan yang berjalan kaki dari kawasan sekitarnya," ujar Bramantya, dikutip Kamis (29/10/2026).
Selain pembangunan selasar untuk jalur pedestrian, pengembangan kawasan juga mencakup penataan area parkir dan titik drop off bagi transportasi daring. Penyediaan fasilitas tersebut diarahkan untuk mendukung kemudahan perpindahan masyarakat dari kendaraan pribadi maupun transportasi daring menuju layanan kereta api, serta sebaliknya.
Upaya peningkatan fasilitas di Stasiun BNI City telah dilakukan KAI Properti melalui berbagai pekerjaan pada tahap sebelumnya, di antaranya, penataan akses antarlantai dengan mengganti travelator menjadi eskalator dan tangga, pembangunan hall di sisi barat dan timur untuk mengakomodasi pergerakan pelanggan, serta pemasangan smart lamp di area peron sebagai penerapan konsep smart station.
KAI Properti juga telah membangun kanopi yang tersambung dengan jalur pedestrian guna menunjang kenyamanan akses pelanggan.
Kawasan Karet–BNI City turut menjadi salah satu titik aktivitas perjalanan masyarakat pengguna Commuter Line. Sepanjang Januari–Agustus 2026, Stasiun Karet mencatat 4.909.334 aktivitas naik dan turun pelanggan.
Sementara itu, Stasiun BNI City mencatat 2.439.757 aktivitas pelanggan selama Januari–September 2026. Khusus pada bulan September, aktivitas naik dan turun pelanggan di Stasiun BNI City mencapai 646.411, meningkat sekitar 240% dibandingkan Agustus 2026 yang tercatat sebanyak 190.060 penumpang.
Setelah sejumlah fasilitas di lingkungan stasiun dikembangkan, pekerjaan kini berlanjut pada perluasan akses menuju kawasan eks Stasiun Karet. Pembangunan selasar tersebut diharapkan dapat melengkapi fasilitas yang sudah tersedia, sehingga pergerakan masyarakat dari kawasan sekitar menuju Stasiun BNI City dapat terakomodasi melalui jalur yang lebih tertata.
Menurut Bramantya, kemudahan menjangkau stasiun menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan infrastruktur transportasi publik. Selain meningkatkan fasilitas di dalam stasiun, KAI Properti juga berupaya mendukung kemudahan perpindahan masyarakat dari berbagai moda transportasi.
"Perjalanan masyarakat tidak hanya berlangsung di dalam kereta api, tetapi juga mencakup bagaimana mereka mencapai stasiun dan melanjutkan perjalanan setelah tiba. Karena itu, kami berupaya menghadirkan akses yang dapat mempermudah perpindahan antarmoda sekaligus mendukung konektivitas first mile dan last mile di kawasan Karet–BNI City," lanjut Bramantya.
Sebagai bagian dari KAI Group, KAI Properti terus mendukung pengembangan infrastruktur perkeretaapian yang berorientasi pada konektivitas dan aksesibilitas. Melalui integrasi kawasan Karet–BNI City, jalur pedestrian, fasilitas stasiun, serta akses transportasi pendukung diharapkan dapat saling terhubung sehingga masyarakat dapat menjangkau layanan kereta api dengan lebih mudah, nyaman, dan efisien.