Growthmates, selama puluhan tahun, Warren Buffett dikenal bukan hanya sebagai salah satu investor paling sukses di dunia, tetapi juga sebagai sosok yang konsisten membagikan nasihat hidup dan bisnis yang terasa sangat sederhana.
Tidak ada formula rumit, tidak ada rutinitas ekstrem bangun dini hari, dan tidak ada jargon bisnis yang sedang tren.
Justru sebaliknya. Prinsip yang ia pegang terdengar hampir membosankan, seperti membaca setiap hari, bersabar, berinvestasi jangka panjang, bekerja dengan orang yang dipercaya, serta menghindari keputusan yang tidak dipahami sepenuhnya.
Kini, di usia yang telah mencapai pertengahan 90-an dan mulai mengurangi aktivitasnya, Buffett tetap setia pada prinsip yang sama.
Dan menariknya, nasihat sederhana ini tetap relevan di tengah perubahan besar cara orang memandang karier, pekerjaan, dan kesuksesan.
Kesuksesan Dibangun dari Kebiasaan Sederhana
Buffett berulang kali menekankan bahwa keberhasilan jarang datang dari keputusan spektakuler, melainkan dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dalam jangka panjang.
Ia dikenal menghabiskan sebagian besar waktunya untuk membaca dan berpikir. Baginya, pengetahuan yang terus bertambah adalah bentuk investasi paling aman.
Selain itu, kesabaran menjadi fondasi utama dalam strategi investasinya, ia tidak tergoda tren sesaat dan tidak terburu-buru mengejar keuntungan cepat.
Prinsip lain yang selalu ia tekankan adalah bekerja dengan orang-orang yang dihormati dan dipercaya. Lingkungan kerja yang sehat, menurutnya, jauh lebih penting daripada sekadar mengejar keuntungan finansial.
Yang paling sulit, tentu saja, bukan memahami nasihat tersebut, melainkan menjalankannya. Tetap konsisten, menolak jalan pintas, dan terus melakukan hal benar bahkan ketika tidak ada yang melihat atau memberi apresiasi.
Baca Juga: Nasihat dari Warren Buffett Agar Tetap Tenang saat Pasar Global Bergejolak
Ketika Definisi Sukses Mulai Berubah
Menariknya, prinsip Buffett yang menekankan kesabaran dan keseimbangan hidup justru terasa semakin relevan saat ini. Setelah pandemi, banyak orang mulai memikirkan ulang hubungan mereka dengan pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Bekerja tanpa henti demi tujuan masa depan kini tidak lagi menjadi pilihan utama bagi banyak orang. Survei terbaru menunjukkan semakin banyak orang memilih menikmati pengalaman hidup sekarang, terutama melalui perjalanan dan waktu berkualitas, ketimbang menunda semuanya hingga masa pensiun.
Generasi Milenial dan Gen Z bahkan cenderung memprioritaskan pengalaman dibanding kepemilikan aset besar seperti rumah atau kendaraan. Perjalanan, pengalaman baru, dan fleksibilitas waktu menjadi nilai yang semakin penting.
Perubahan ini juga berdampak pada dunia kerja. Karyawan kini tidak hanya mengambil cuti di musim liburan, tetapi lebih fleksibel menentukan waktu istirahat. Bahkan muncul fenomena ‘liburan diam-diam’, di mana karyawan tetap bekerja jarak jauh saat bepergian karena khawatir dianggap kurang produktif.
Padahal, berbagai studi menunjukkan bahwa pekerja yang cukup beristirahat justru memiliki kinerja lebih baik. Kelelahan kronis menurunkan produktivitas, sementara pekerja yang seimbang antara kerja dan istirahat cenderung lebih fokus dan kreatif.
Prinsip Lama untuk Dunia Kerja Baru
Di sinilah nasihat Buffett terasa kembali relevan. Kesuksesan jangka panjang bukan hanya soal bekerja lebih keras, melainkan membuat keputusan bijak yang bisa dipertahankan dalam jangka panjang, termasuk menjaga kesehatan fisik dan mental.
Bagi pemimpin perusahaan, ini menjadi pengingat bahwa produktivitas tidak selalu berarti jam kerja panjang. Kebijakan kerja yang lebih fleksibel, budaya kerja yang sehat, serta penghargaan terhadap waktu istirahat karyawan justru dapat meningkatkan kinerja tim dalam jangka panjang.
Pada akhirnya, orang tidak lagi ingin menunda hidup sampai nanti. Mereka ingin menjalani kehidupan yang bermakna sekarang, sembari tetap membangun masa depan.
Dan mungkin, seperti yang telah dibuktikan Buffett selama puluhan tahun, kesuksesan terbesar memang datang dari pilihan sederhana yang dilakukan secara konsisten tanpa harus kehilangan hidup di sepanjang perjalanannya.
Baca Juga: Kesalahan Terbodoh Warren Buffett yang Justru Melahirkan Mesin Uang US$1 Triliun