Growthmates, tidak semua kasus kanker payudara diawali dengan benjolan yang dapat dirasakan saat meraba payudara. Pada beberapa kasus, tanda awal penyakit ini justru bisa berupa perubahan pada kulit, bentuk payudara, puting, hingga pembengkakan di area ketiak.

Karena itu, perempuan perlu mengenali berbagai gejala kanker payudara, termasuk perubahan yang kerap luput dari perhatian karena tidak disertai benjolan. Pemahaman ini penting agar pemeriksaan medis dapat segera dilakukan ketika muncul tanda-tanda yang tidak biasa.

Menurut data GLOBOCAN, Indonesia mencatat 408.661 kasus baru kanker dan 242.988 kematian akibat kanker setiap tahun. Kondisi ini menegaskan pentingnya meningkatkan kesadaran mengenai tanda-tanda kanker payudara, sehingga perempuan tidak hanya terpaku pada keberadaan benjolan saat memeriksa payudara.

Lantas, perubahan apa saja yang perlu diperhatikan sebagai bagian dari upaya mengenali kemungkinan kanker payudara sejak dini? Dikutip dari Times of India, Jumat (23/10/2026), berikut ulasannya.

1. Perubahan Ukuran dan Bentuk Payudara

Perubahan ukuran atau bentuk payudara yang muncul secara tiba-tiba perlu diperhatikan. Misalnya, salah satu payudara tampak lebih besar dari biasanya, mengalami pembengkakan baru, atau menunjukkan perubahan pada kontur yang sebelumnya tidak terlihat.

Meskipun ukuran kedua payudara secara alami tidak selalu sama, perubahan yang baru muncul dan berbeda dari kondisi biasanya sebaiknya tidak diabaikan.

Perubahan tersebut tidak selalu menandakan kanker. Namun, jika berlangsung terus-menerus atau tidak diketahui penyebabnya, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan kondisi yang mendasarinya.

2. Perubahan pada Kulit Payudara

Kulit payudara juga dapat memberikan petunjuk mengenai masalah kesehatan yang perlu diperiksa. Tanda yang patut diwaspadai antara lain kulit tampak berlesung atau berkerut, menebal, memerah, serta mengalami pembengkakan yang tidak biasa.

Perhatikan pula jika tekstur kulit berubah menyerupai kulit jeruk. Perubahan semacam ini dapat menjadi salah satu tanda kanker payudara, termasuk pada kondisi tertentu ketika tidak ditemukan benjolan yang jelas.

Karena itu, wanita sebaiknya tidak hanya berfokus pada ada atau tidaknya benjolan saat memeriksa payudara. Memahami kondisi kulit yang normal dan menyadari perubahan baru juga menjadi bagian penting dari kewaspadaan terhadap kesehatan payudara.

Baca Juga: 5 Mitos Kanker Payudara yang Perlu Diluruskan, Ini Faktanya Menurut Ahli Onkologi

3. Puting Tertarik ke Dalam atau Mengalami Iritasi

Perubahan pada puting merupakan tanda lain yang perlu diperhatikan. Puting yang tiba-tiba tertarik ke dalam, berubah posisi, atau mengalami iritasi berkepanjangan sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai masalah kulit biasa.

Puting yang tampak bersisik, berkerak, atau mengalami perubahan kulit yang tidak kunjung membaik juga perlu diperiksa, terutama jika keluhan hanya terjadi pada satu sisi.

Dalam kasus yang jarang terjadi, perubahan tersebut dapat berkaitan dengan penyakit Paget pada payudara, yaitu kondisi yang memengaruhi kulit puting dan area di sekitarnya. Gejalanya dapat menyerupai eksim sehingga berpotensi disalahartikan sebagai gangguan kulit biasa.

Meski demikian, tidak semua perubahan pada puting berkaitan dengan kanker. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebabnya secara tepat.

4. Keluar Cairan Tidak Biasa dari Puting

Keluarnya cairan dari puting tanpa dipencet juga perlu mendapat perhatian, terutama jika cairan tersebut bercampur darah atau hanya keluar dari salah satu payudara.

Perubahan ini tidak selalu menunjukkan kanker payudara karena cairan dari puting dapat disebabkan oleh berbagai kondisi nonkanker. Namun, jika muncul secara spontan, terjadi berulang, atau disertai perubahan lain pada payudara, pemeriksaan medis sebaiknya tidak ditunda.

Alih-alih mencoba memastikan penyebabnya sendiri, wanita dianjurkan berkonsultasi dengan dokter agar dapat menjalani pemeriksaan sesuai kebutuhan.

5. Pembengkakan di Ketiak atau Dekat Tulang Selangka

Selain payudara, area ketiak dan sekitar tulang selangka juga perlu diperhatikan. Pembengkakan atau pembesaran kelenjar getah bening di area tersebut terkadang dapat muncul sebelum benjolan pada payudara terasa saat diraba.

Kelenjar getah bening dapat membesar karena berbagai penyebab, termasuk infeksi dan peradangan. Meski begitu, pembengkakan yang tidak biasa, menetap, atau disertai perubahan pada payudara sebaiknya diperiksakan untuk mengetahui penyebabnya.

Tanda ini menjadi pengingat bahwa pemeriksaan kesehatan payudara tidak hanya mencakup bagian payudara itu sendiri, tetapi juga area di sekitarnya.

Baca Juga: Sering Pakai Bumbu Instan? Ahli Gizi Ingatkan Risiko Kanker Payudara dan Pentingnya Baca Label