Pengamat Politik Ray Rangkuti mengatakan kubu Joko Widodo (Jokowi) mulai terlihat panik terkait ijazah Gibran Rakabuming Raka setelah DPR mempertimbangkan untuk mendorong hak angket memakzulkan Gibran setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan orang nomor 2 di Indonesia itu tidak memiliki ijazah SMA/SLTA atau sederajat.
Pernyataan itu disampaikan Ray merespons pernyataan terbaru Jokowi yang menuding orang-orang yang menyoal ijazahnya adalah mereka yang disetir kelompok tertentu, dimana isu itu juga akhirnya dimanfaatkan penumpang gelap yang membuat polemik ijazah Gibran menjadi sangat ramai.
Baca Juga: Jangan Diremehkan! Dedi Mulyadi Ngomong Tegas: Bagaimana pun Gibran Anaknya Jokowi
“Nah yang kedua ini saya kira menunjukkan bahwa ada kepanikan di lingkungan Pak Jokowi terkait dengan perkembangan ijazah ini khususnya dorongan supaya dilakukan hak angket yang hari demi hari makin membesar,” kata Ray kepada Olenka.id Minggu (17/10/2026).
Ketimbang melontarkan pernyataan yang cenderung menuding dan berpotensi memantik polemik baru, Jokowi kata Ray seharusnya menyatakan secara gamblang siapa yang berada di balik isu tersebut dan siapa saja penumpang gelap yang ia maksud.
Pernyataan Jokowi lanjut Ray dapat membuat publik menduga-duga dan bisa saling tuding.
Ray dengan tegas membantah pernyataan itu sebab orang-orang yang menyoal ijazah Gibran sebagai persyaratan pendaftaran sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024 lalu orang-orang yang punya rekam jejak yang jelas, mereka bisa dilacak dan ditemukan dengan mudah sehingga kelompok ini kata Ray tak bisa disebut sebagai penumpang gelap.
“Kita yang mendorong hak angket ini bukanlah orang-orang yang gelap apalagi ditumpangi oleh penumpang gelap kita semua adalah orang-orang yang terang benderang, bisa dicek masing-masing apa dan siapa para pendukung dari hak angket ini gitu dan oleh karena itu kalau disebut bahwa ada aktor dan seterusnya itu ya tinggal tentu saja dicari-cari oleh pihak Pak Jokowi khususnya siapa aktornya dan kalau bisa diungkapkan kepada publik,” tegas Ray.
Lantaran orang-orang yang mengusung isu ini jelas secara identitas dan latar belakang mereka, Ray mengatakan yang sekarang masih gelap itu adalah ijazah SMA/SLTA Gibran, jika dokumen pendidikan itu ada Jokowi tak seharusnya berkelit panjang lebar, tinggal tunjukan ijazah tersebut dan masalahnya beres seketika.
“Justru sebetulnya yang gelap ini adalah ijazah Sudara Gibran jadi bukan pengusung hak angket ini,” ujarnya.
Ray menilai pernyataan Jokowi yang menuding ada aktor dan penumpang gelap adalah cara berkelit Jokowi yang sudah berulang kali ia lakukan bahkan sejak ia masih aktif menjadi kepala negara. Itu adalah jurus usang yang mudah dibaca.
“Kenapa saya tidak terkejut dan tidak merasa heran? Karena pertama ini sudah biasa dilakukan oleh Pak Jokowi dan sampai sejauh ini kita belum pernah mendapatkan kejelasan siapa aktor dan siapa penunggang gelap yang dimasukkan oleh Pak Jokowi saya kira sejak 3 tahun yang lalu sudah sering diungkapkan oleh Pak Jokowi hal yang seperti ini,” pungkas Ray.