Jurnalis senior Lukas Luwarso melontarkan klaim mengejutkan terkait arah politik Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ia menyebut Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) masih menjadi sosok sentral di balik pergerakan partai yang kini dipimpin Kaesang Pangarep tersebut.
Tak tanggung-tanggung, Lukas bahkan mengklaim Jokowi telah menyiapkan dana hingga Rp200 triliun untuk membesarkan PSI dan mengejar target perolehan 16 persen suara nasional pada Pemilu 2029.
Klaim tersebut disampaikan Lukas saat membahas dinamika internal PSI dan strategi partai menghadapi kontestasi politik mendatang, sebagaimana dikutip dari Obor Rakyat Reborn, Senin (5/10/2026).
“Jokowi menyiapkan 200 triliun untuk menyiapkan PSI meraih 16 persen di Pemilu 2029,” ujar Lukas.
Baca Juga: Terbaru! Petinggi PSI Pasang Badan Belain Gibran: Isu Ini Sengaja Dipelihara?
Lukas juga menyinggung posisi Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum PSI. Menurut dia, Kaesang hanya ditempatkan sebagai figur pimpinan, sementara arah strategis dan operasional partai disebut masih berada di bawah pengaruh Jokowi.
“Semua sudah tahu PSI dibeli Jokowi dari Jeffrie Geovanie, Kaesang itu hanya dipasang. Semua episentrum dari PSI kan di Jokowi, Jokowi yang mengatur Rakernas, Rakerda, Jokowi yang mendikte PSI,” kata Lukas.
Mantan Ketua AJI tersebut menilai strategi pembesaran PSI saat ini bertumpu pada dua modal utama, yakni popularitas Jokowi dan kekuatan finansial.
Meski menganggap popularitas Jokowi mulai mengalami penurunan, Lukas menyebut mantan presiden tersebut masih memiliki kekuatan finansial yang besar untuk menopang agenda politik PSI.
Bahkan, Lukas mengaku mendapatkan informasi dari kalangan politikus di tingkat DPD dan DPR mengenai adanya tawaran insentif bernilai puluhan miliar rupiah kepada tokoh-tokoh tertentu yang bersedia berkampanye untuk PSI.
“Masalah cuan katanya masih kuat, saya dapat info A1 dari politikus di DPD/DPR dia ditawarin sekian puluh miliar kalau mau berkampanye untuk PSI,” ungkapnya.
Baca Juga: Di Mata Saya, Jokowi Itu Pendusta, Perusak dan Munafik
Pernyataan tersebut kemudian dikaitkan Lukas dengan ambisi PSI menghadapi Pemilu 2029. Ia menilai target 16 persen suara nasional bukan target yang kecil dan membutuhkan dukungan sumber daya politik maupun finansial yang sangat besar.
Namun, seluruh angka dan informasi mengenai dana Rp200 triliun maupun tawaran puluhan miliar yang disampaikan Lukas tersebut merupakan klaim dan informasi yang ia sebut diperolehnya dari sumber politik, bukan data yang telah dibuktikan secara independen.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan dari Jokowi maupun pihak PSI yang disertakan dalam pernyataan Lukas untuk mengonfirmasi klaim mengenai dana Rp200 triliun tersebut.