Ghost in the Cell resmi terpilih dalam program forum pada ajang Berlinale 2026, film bergenre komedi-horor karya terbaru Joko Anwar sebagai Penulis sekaligus Sutradara di rumah produksi Come and See Pictures.

Film berlatar sebuah penjara Indonesia yang dikuasai kekerasan, ketidakadilan, dan perpaduan horor dengan kritik sosial untuk membongkar bagaimana sebuah sistem bisa melindungi kekuasaan bahkan di tempat yang seharusnya menjadi ruang hukuman.

Come and See Pictures mengumumkan bahwa film Ghost in the Cell telah diakuisisi distributor ternama Jerman, Plaion Pictures. Selain itu, penayangan film akan lebih dulu di gelar “world premiere” pada Festival Film Internasional Berlin atau Berlinale pada 12–22 Februari 2026.

Baca Juga: Amanda Manopo dan Fajar Sad Boy Kembali Beradu Peran di Film CAPER: Check Out Sekarang, Pay Later!

Produser Tia Hasibuan mengatakan kerja sama ini merupakan pencapaian penting bagi Come and See Pictures “Sebuah kebanggaan bagi film kami telah diakuisisi oleh Plaion Pictures, semoga film kami juga mendapat sambutan positif dari penonton internasional,” lanjutnya.

Plaion Pictures dikenal sebagai distributor yang telah menangani berbagai film internasional peraih penghargaan seperti Anatomy of a Fall, The Whale, Parasite hingga Titane. Selain itu, Plaion Pictures mengakuisisi film karya Joachim Trier yang masuk nominasi Best Picture Oscar tahun 2026, Sentimental Value.

Di tahun yang sama, Film Ghost in the Cell dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 April 2026 “Kami sudah tidak sabar untuk menghadirkan film terbaru ini yang digarap secara matang bersama jajaran kru dan pemeran berkualitas Indonesia,” ujar Joko Anwar.

Baca Juga: Sinopsis Film Agen +62, Bongkar Sindikat Judol Lewat Aksi dan Komedi

Film ini dibintangi oleh Morgan Oey, Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Danang Suryonegoro, Endy Arfian, Lukman Sardi, Mike Lucock, Yoga Pratama, Aming, Kiki Narendra, Rio Dewanto, Tora Sudiro, Almanzo Konoralma, Haydar Salishz, Arswendy Bening Swara, Dewa Dayana, Faiz Vishal, Jaisal Tanjung, dan Ho Yuhang, serta memperkenalkan Magistus Miftah.

Kehadiran Ghost in the Cell menandai langkah terbaru Come and See Pictures dalam menghadirkan film Indonesia ke panggung internasional, terobosan lokal yang mendunia.