Operasi katarak kini tidak lagi hanya berbicara soal menghilangkan lensa mata yang keruh. Seiring perkembangan teknologi, kualitas penglihatan setelah operasi atau quality of vision ikut menjadi perhatian, terutama bagi pasien yang masih aktif bekerja dan menjalani berbagai aktivitas.
Hal tersebut disampaikan Dr. Milzan Murtadha, SpM, dokter spesialis mata JEC Eye Hospitals and Clinics dalam Media Briefing pada Rabu (30/09/2026). Menurutnya, kebutuhan visual setiap pasien berbeda sehingga pendekatan operasi dan pilihan lensa perlu disesuaikan.
“Tujuan operasi katarak bukan hanya membuat pasien kembali melihat lebih jelas, tetapi bagaimana kualitas penglihatan tersebut dapat mendukung aktivitas sehari-hari. Karena kondisi mata, kebutuhan visual, dan aktivitas setiap orang berbeda, pemeriksaan dan konsultasi menjadi penting untuk menentukan pendekatan operasi serta pilihan lensa yang paling sesuai,” ujarnya.
Dalam operasi katarak, lensa alami mata yang sudah keruh diangkat dan digantikan dengan lensa intraokular atau intraocular lens (IOL).
JEC Eye Hospitals and Clinics menyediakan sejumlah pilihan IOL dengan fungsi yang berbeda. Salah satunya adalah lensa multifokal yang dapat mendukung penglihatan jarak jauh, menengah, dan dekat sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap kacamata untuk berbagai aktivitas.
Ada pula lensa EDOF (Extended Depth of Focus) yang memberikan rentang penglihatan jauh, menengah, dan dekat, dengan manfaat yang lebih dominan pada jarak menengah. Jenis lensa ini antara lain dapat menunjang aktivitas seperti menggunakan komputer atau melihat dashboard kendaraan.
Sementara itu, lensa monofokal memiliki satu titik fokus dan umumnya digunakan untuk target penglihatan jarak jauh. Pasien biasanya masih membutuhkan kacamata untuk aktivitas pada jarak lain.
Bagi pasien yang mengalami astigmatisme atau mata silinder, tersedia pula lensa toric yang ditujukan untuk membantu mengoreksi astigmatisme. Lensa ini dapat dikombinasikan dengan lensa monofokal, EDOF, maupun multifokal.
Namun, banyaknya pilihan bukan berarti satu jenis lensa bisa digunakan untuk semua pasien.
“Tidak ada satu jenis lensa yang otomatis paling baik untuk semua pasien. Dokter perlu mempertimbangkan kondisi kornea, retina dan saraf mata, anatomi mata, hasil kalkulasi lensa, pola aktivitas, serta ekspektasi penggunaan kacamata setelah operasi. Dari situ, pasien dapat memahami pilihan yang paling sesuai dengan kondisinya,” jelas Dr. Milzan.
Selain pilihan lensa, JEC juga mengembangkan teknologi dalam proses operasi katarak. Salah satunya adalah Femtosecond Laser-Assisted Cataract Surgery (FLACS).
Teknologi tersebut menggunakan laser femtosecond untuk membantu sejumlah tahapan penting dalam operasi katarak, termasuk membuat insisi dan bukaan kapsul lensa secara lebih presisi dan konsisten. Laser juga membantu memecah lensa yang keruh sebelum diangkat sehingga penggunaan energi ultrasonik dapat dikurangi.
Baca Juga: Mata Juling pada Orang Dewasa Muncul Tiba-Tiba? Waspadai Penyebab dan Tandanya
Dengan perkembangan tersebut, ukuran keberhasilan operasi katarak pun semakin luas. Bukan hanya mengangkat lensa yang keruh, tetapi juga mengupayakan kualitas penglihatan yang dapat mendukung aktivitas pasien setelah tindakan.
Pengembangan teknologi dan layanan mata tersebut menjadi bagian dari perjalanan JEC yang telah berlangsung sejak 1984. Selama lebih dari empat dekade, JEC mengembangkan layanan kesehatan mata berbasis teknologi diagnostik dan bedah.
Saat ini, JEC memiliki 16 fasilitas di sembilan kota. Pengembangan jaringan layanan juga berlanjut melalui JEC BALI @ Sanur di Kawasan Ekonomi Khusus Sanur serta persiapan fasilitas baru di Tangerang, Banten, dan Kediri, Jawa Timur.
JEC juga tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham JECX.
Menurut Dr. Milzan, perkembangan teknologi pada akhirnya tetap perlu ditempatkan dalam konteks kebutuhan pasien.
“Teknologi memberi semakin banyak pilihan, tetapi pusat dari seluruh proses tetap pasien. Yang terpenting adalah bagaimana pasien dapat kembali menggunakan penglihatannya untuk menjalani aktivitas dengan baik sesuai kondisi dan kebutuhannya,” tutupnya.