PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia memasuki semester II 2026 dengan memperkuat portofolio bisnis di sektor komersial dan hospitality. Salah satu aset yang kini menjadi perhatian adalah 23 Semarang Shopping Mall, yang mulai beroperasi pada 2026 dan menambah portofolio pusat perbelanjaan perusahaan.

Ekspansi tersebut berjalan beriringan dengan strategi Paradise Indonesia memperbesar kontribusi pendapatan berulang atau recurring revenue. Pada kuartal I 2026, perusahaan mencatat pendapatan Rp326,90 miliar, naik 14% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut ditopang lini komersial, hospitality, dan property sales.

Dari angka tersebut, bisnis komersial menyumbang Rp157,14 miliar atau tumbuh 19% secara tahunan. Sementara pendapatan hospitality mencapai Rp135,50 miliar, naik 4%, sedangkan property sales tercatat Rp34,26 miliar atau melonjak 38%.

Presiden Direktur Indonesian Paradise Property saat itu, Anthony Prabowo Susilo, mengatakan pengembangan proyek baru tetap diarahkan untuk memperkuat kualitas pendapatan perusahaan.

“Selain mengembangkan properti kami juga berupaya menghadirkan aset berkelanjutan yang mampu menciptakan nilai jangka panjang melalui pendapatan berulang,” kata Anthony dalam keterangannya, Selasa (29/09/2026).

Baca Juga: Andri Hadi Didapuk sebagai Direktur Utama PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP)

23 Semarang menjadi salah satu proyek yang diproyeksikan memberikan kontribusi terhadap pendapatan berulang tersebut. Pusat perbelanjaan ini memiliki leaseable area sekitar 48.000 meter persegi dan mulai menerima pengunjung pada 23 Mei 2026, sebelum grand opening pada Juni 2026.

Selain 23 Semarang, Paradise Indonesia juga mengembangkan 88 Plaza Balikpapan. Proyek mixed-use tersebut menjadi ekspansi perusahaan ke kota kedelapan di Indonesia dan dikembangkan di atas lahan sekitar delapan hektare.

Pengembangan dua proyek tersebut menunjukkan bahwa ekspansi Paradise Indonesia tidak hanya mengandalkan penjualan properti, tetapi juga diarahkan pada aset yang dapat menghasilkan pendapatan berulang.

Surina, Direktur Indonesian Paradise Property, menyebut kontribusi property sales pada kuartal I 2026 masih sebesar 10%. Sementara recurring revenue menjadi bagian dominan dari struktur pendapatan perusahaan.

“Property sales kontribusi di kuartal I masih 10 persen. INPP sekali lagi recurring revenue-nya cukup kuat mungkin dibandingkan developer lain. Kita di 90 persenan,” ujar Surina.

Dari sisi profitabilitas, EBITDA Paradise Indonesia pada kuartal I 2026 meningkat sekitar 20% menjadi Rp100,67 miliar. EBITDA margin juga naik menjadi 31% dari 29% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut berjalan bersamaan dengan perbaikan laba bersih. Paradise Indonesia membukukan laba bersih Rp44,07 miliar pada kuartal I 2026, berbalik dari rugi bersih Rp132,87 miliar pada kuartal I 2025.

Baca Juga: Bidik Pertumbuhan, INPP Siapkan Aksi Korporasi di Semester Kedua Tahun 2024

Memasuki semester II, keberadaan 23 Semarang dan pengembangan 88 Plaza Balikpapan menjadi bagian dari langkah perusahaan memperluas portofolio aset komersial dan lifestyle. Di sisi lain, Paradise Indonesia tetap mempertahankan fokus pada recurring revenue sebagai salah satu sumber pendapatan utama perusahaan.

Dengan kombinasi pusat perbelanjaan, hospitality, dan proyek mixed-use, Paradise Indonesia melanjutkan ekspansi portofolionya di sejumlah kota besar Indonesia pada 2026.