Menurut Aditya, pengembangan produk berbasis bahan pangan yang telah dikenal masyarakat merupakan salah satu pendekatan untuk menciptakan inovasi yang relevan dengan kebutuhan konsumen masa kini.

Melalui pengembangan format dan pengalaman konsumsi yang berbeda, bahan pangan lokal dapat memiliki peluang untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas.

Strategi tersebut juga tercermin dalam portofolio produk Inti Food Sejahtera yang berfokus pada penciptaan, pengembangan, dan pertumbuhan merek pangan. Selain TEMPBAR, perusahaan mengembangkan GRAINKIND, yang menghadirkan camilan berbasis biji-bijian, termasuk biskuit oat tanpa gula dan biskuit tinggi serat. Perusahaan juga memiliki SNEKU, merek camilan berbasis pisang.

Melalui berbagai merek tersebut, Inti Food Sejahtera mengeksplorasi potensi bahan pangan melalui beragam pendekatan, mulai dari pemilihan bahan hingga pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumsi.

Upaya ini sekaligus menunjukkan bahwa inovasi pangan tidak selalu harus menggunakan bahan yang sepenuhnya baru, tetapi juga dapat dilakukan dengan mengolah bahan yang telah dikenal menjadi produk dengan nilai tambah.

Aditya berharap, pengembangan TEMPBAR dan merek camilan lainnya dapat memperkuat posisi perusahaan sebagai pengembang merek pangan inovatif sekaligus memperluas pengenalan bahan pangan Indonesia di pasar internasional.

“Melalui pengembangan TEMPBAR dan brand camilan sehat lainnya, kami berharap dapat terus memperkuat posisi sebagai perusahaan pengembang merek pangan yang menghadirkan nilai tambah melalui inovasi, sekaligus membawa potensi bahan pangan Indonesia kepada konsumen yang lebih luas,” tutup Aditya.

Baca Juga: Downgrade Gaya Hidup Jangan Sampai Korbankan Protein