Setelah sistem membaca informasi pada struk, pengguna dapat mengecek kembali item dan nominal yang terdeteksi. Selanjutnya, pengguna memilih teman yang ikut dalam patungan dan menentukan item atau bagian tagihan untuk masing-masing orang. Setelah pembagian selesai, Split Bill dapat dibuat dan dibagikan kepada teman yang bersangkutan.

Fitur ini juga membantu pengguna memantau proses pembayaran tanpa harus menanyakan satu per satu kepada teman. Status pembayaran dapat dilihat secara real-time sehingga pengguna dapat mengetahui siapa yang sudah menyelesaikan bagian tagihannya.

Menariknya, Split Bill tidak hanya dapat digunakan untuk transaksi yang memiliki struk. Ketika pengeluaran tidak disertai struk, pengguna tetap dapat membagi tagihan dengan memasukkan nominal secara manual.

Caranya, pengguna cukup memasukkan nama dan total tagihan, memilih teman yang akan diajak patungan, kemudian menentukan nominal yang perlu dibayarkan oleh masing-masing orang.

Untuk kebutuhan patungan yang dilakukan berulang bersama orang yang sama, aplikasi ShopeePay juga dapat menampilkan grup terbaru sehingga pengguna dapat membuat Split Bill berikutnya dengan lebih mudah.

Selain melalui pemindaian struk maupun input nominal secara manual, Split Bill juga dapat dibuat dari riwayat transaksi ShopeePay yang memenuhi ketentuan. Pilihan tersebut mencakup transaksi QRIS, pembayaran online, maupun transaksi ShopeeFood, sehingga pengguna memiliki alternatif untuk membagi atau menagih pengeluaran berdasarkan transaksi yang telah dilakukan.

Dengan begitu, aktivitas sederhana seperti membagi tagihan setelah makan bersama tak lagi harus melibatkan kalkulator, catatan, foto struk, dan aplikasi pesan secara terpisah. Mulai dari menghitung pembagian, membagikan tagihan kepada teman, hingga memantau pembayaran, seluruh proses dapat dilakukan melalui satu fitur di aplikasi ShopeePay.

Baca Juga: Begini Cara Menggunakan QRIS Tap ShopeePay agar Naik TransJakarta dan KRL Gratis