Growthmates, perkembangan kendaraan listrik tidak hanya membawa perubahan dalam industri transportasi, tetapi juga membuka peluang baru bagi masyarakat yang ingin membangun penghasilan sebagai pengemudi.

Di tengah kebutuhan menekan biaya operasional dan tantangan mendapatkan kendaraan, model penyewaan mobil listrik menjadi salah satu alternatif untuk memasuki sektor transportasi tanpa harus membeli mobil dengan modal besar di awal.

Peluang tersebut menjadi perhatian Green SM melalui program penyewaan kendaraan listrik VinFast yang ditujukan bagi calon mitra pengemudi. Program ini dirancang untuk memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan listrik sekaligus memberikan alternatif bagi mereka yang ingin menekuni profesi pengemudi secara lebih terencana.

Bagi pengemudi transportasi online, menjaga pendapatan tetap optimal bukan perkara mudah. Penghasilan dari setiap perjalanan harus diperhitungkan dengan berbagai pengeluaran, mulai dari bahan bakar, perawatan kendaraan, hingga cicilan atau modal untuk memiliki mobil.

Ketika biaya operasional meningkat, kemampuan mengelola pengeluaran menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan penghasilan.

Kendaraan listrik menawarkan pendekatan berbeda melalui penggunaan energi listrik sebagai pengganti bahan bakar konvensional. Potensi manfaat ekonominya juga didukung penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Applied Energy.

Studi tersebut menunjukkan bahwa penggunaan kendaraan listrik oleh pengemudi layanan transportasi daring penuh waktu berpotensi menghasilkan penghematan sebesar US$14.000–24.500 sepanjang masa pakai kendaraan, sekaligus mengurangi emisi karbon dioksida (CO₂) hingga 47–66 ton.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa transisi menuju kendaraan listrik berpotensi menghadirkan manfaat ekonomi sekaligus lingkungan. Meski demikian, besarnya penghematan aktual tetap bergantung pada berbagai faktor, seperti harga energi, jarak tempuh, biaya kendaraan, dan pola operasional masing-masing pengemudi.

Memulai Karier Tanpa Harus Membeli Mobil

Salah satu tantangan terbesar bagi calon pengemudi adalah menyediakan kendaraan yang memadai untuk bekerja. Harga mobil yang relatif tinggi dapat menjadi hambatan bagi masyarakat yang ingin memasuki sektor transportasi, terutama mereka yang belum memiliki modal cukup.

Melalui program bertajuk “Rent a VinFast. Become a Green SM Driver. Be Your Own Boss”, Green SM menawarkan skema penyewaan kendaraan listrik dengan pembayaran awal mulai dari Rp2 juta dan biaya sewa mulai Rp254.000 per hari.

Program ini menyediakan sejumlah pilihan kendaraan VinFast, yakni Limo Green, VF e34/Nerio Green, VF 5/Herio Green, dan VF 6. Variasi tersebut memberikan alternatif bagi calon mitra pengemudi untuk mempertimbangkan kendaraan berdasarkan kebutuhan operasional dan kemampuan finansial mereka.

Global Chief Executive Officer Green SM, Pham Nhat Minh Hoang, mengatakan bahwa perluasan akses terhadap kendaraan listrik merupakan bagian dari upaya perusahaan membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk terlibat dalam perkembangan industri mobilitas listrik.

“Bagi kami, memperluas akses terhadap kendaraan listrik tidak hanya tentang menghadirkan pilihan transportasi yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam perkembangan mobilitas listrik,” ungkap Hoang, dikutip dari keterangan resminya, Rabu (14/10/2026).

Ia menambahkan, program penyewaan tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin memulai perjalanan profesional sebagai pengemudi tanpa harus melakukan investasi besar untuk membeli kendaraan.

“Melalui program ini, kami ingin memberikan alternatif bagi calon pengemudi untuk memulai perjalanan profesional mereka dengan skema yang lebih terjangkau, pilihan kendaraan yang beragam, serta dukungan yang membantu mereka menjalankan aktivitas secara optimal,” katanya.

Selain akses kendaraan, struktur pendapatan juga menjadi pertimbangan bagi calon mitra pengemudi. Green SM menawarkan skema bagi hasil hingga 92%, yang memungkinkan mitra pengemudi memperoleh porsi pendapatan yang signifikan dari setiap perjalanan. Namun, pendapatan bersih yang diterima tetap bergantung pada aktivitas, performa, serta ketentuan program yang berlaku.

Mitra pengemudi juga berkesempatan memperoleh sejumlah insentif, termasuk bonus pendaftaran sebesar Rp1 juta per bulan, bonus merek sebesar Rp676.000 per bulan, serta bonus operasional hingga Rp1,34 juta per bulan, sesuai dengan persyaratan dan ketentuan program.

Dari sisi pengeluaran energi, Green SM menyediakan fasilitas pengisian daya gratis di stasiun pengisian kendaraan listrik V-Green bagi mitra pengemudinya. Fasilitas tersebut dapat membantu mengurangi beban biaya energi selama menjalankan aktivitas operasional.

Meski menawarkan sejumlah kemudahan, calon pengemudi tetap perlu memperhitungkan biaya sewa harian, target perjalanan, waktu kerja, serta berbagai pengeluaran lain yang mungkin timbul. Perhitungan tersebut penting untuk mengetahui potensi pendapatan bersih dan memastikan skema kemitraan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Baca Juga: Green Bike: Layanan Motor Listrik Milik Green SM Hadir di Jakarta

Efisiensi Operasional dan Kenyamanan Berkendara

Peluang kendaraan listrik tidak hanya berkaitan dengan akses kerja dan potensi pendapatan. Teknologi penggerak listrik juga menghadirkan karakteristik berkendara yang berbeda dari kendaraan bermesin pembakaran internal.

Mobil listrik umumnya memiliki tingkat kebisingan dan getaran yang lebih rendah serta respons berkendara yang halus. Karakteristik tersebut berpotensi memberikan kenyamanan tambahan bagi pengemudi yang menghabiskan banyak waktu di jalan, terutama ketika menghadapi kepadatan lalu lintas perkotaan dan jam kerja panjang.

Dari sisi perawatan, sistem penggerak listrik memiliki lebih sedikit komponen bergerak dibandingkan mesin pembakaran internal konvensional. Kondisi ini dapat mengurangi kebutuhan terhadap beberapa jenis perawatan rutin. Kendati demikian, biaya perawatan aktual tetap dipengaruhi oleh jenis kendaraan, kondisi penggunaan, dan ketentuan pemeliharaan yang berlaku dalam skema penyewaan.

Penumpang juga berpotensi merasakan manfaat dari penggunaan kendaraan listrik. Tidak adanya emisi gas buang langsung dari kendaraan selama berkendara, suara mesin yang lebih senyap, serta kabin yang nyaman dapat mendukung pengalaman perjalanan yang lebih menyenangkan.

Namun, kenyamanan kendaraan perlu diimbangi dengan kualitas pelayanan yang konsisten. Dalam industri transportasi, profesionalisme pengemudi, keselamatan, kejelasan tarif, dan pengalaman pelanggan merupakan faktor penting yang turut menentukan kepercayaan masyarakat terhadap suatu layanan.

Karena itu, Green SM membekali mitra pengemudinya dengan pelatihan yang mencakup keterampilan berkendara, perilaku profesional, dan keselamatan di jalan. Perusahaan juga mengedepankan transparansi tarif melalui informasi biaya perjalanan yang dapat diketahui melalui aplikasi atau argometer resmi kendaraan, sesuai dengan layanan yang digunakan.

Kejelasan tarif menjadi aspek penting, khususnya untuk perjalanan dengan jarak tempuh panjang maupun layanan antar-jemput bandara. Dengan mengetahui biaya perjalanan sejak awal, penumpang dapat merencanakan pengeluaran dan memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai tarif yang harus dibayarkan.

Hoang menegaskan bahwa transformasi menuju mobilitas listrik harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan.

“Transisi menuju mobilitas listrik tidak hanya berkaitan dengan penggunaan kendaraan yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat menghadirkan pengalaman perjalanan yang nyaman, aman, dan transparan bagi pelanggan,” tuturnya.

Menurut dia, Green SM menerapkan komitmen 5 Green Promises, yang mencakup Good Vehicles, Good Drivers, Good Prices, Good Experiences, dan Good for the Environment.

“Melalui komitmen 5 Green Promises, kami ingin memastikan bahwa keberlanjutan berjalan beriringan dengan kualitas layanan, profesionalisme pengemudi, serta kepercayaan pelanggan terhadap transportasi listrik,” kata Hoang.

Menyiapkan Pengemudi Menghadapi Perubahan Industri

Perkembangan kendaraan listrik menunjukkan bahwa transformasi industri transportasi bukan sekadar pergantian teknologi kendaraan. Perubahan ini juga berpotensi memengaruhi cara masyarakat bekerja, mengelola biaya operasional, dan membangun sumber penghasilan di sektor mobilitas.

Bagi calon pengemudi, memahami karakteristik kendaraan listrik dan model bisnis yang menyertainya dapat menjadi langkah awal untuk beradaptasi. Skema penyewaan, misalnya, memberikan alternatif bagi mereka yang ingin memasuki sektor transportasi tanpa harus membeli kendaraan terlebih dahulu.

Meski demikian, keputusan untuk menjadi mitra pengemudi perlu didasarkan pada perhitungan yang realistis. Biaya sewa, jarak tempuh harian, durasi kerja, potensi permintaan perjalanan, skema bagi hasil, serta persyaratan insentif merupakan sejumlah aspek yang perlu diperhatikan sebelum bergabung.

Di sisi lain, perluasan penggunaan kendaraan listrik juga berpotensi memberikan manfaat lingkungan melalui pengurangan emisi gas buang langsung selama kendaraan beroperasi. Besarnya pengurangan emisi secara keseluruhan tetap bergantung pada sumber listrik yang digunakan dan proses produksi kendaraan serta baterainya.

Secara global, Green SM menyatakan telah melayani sekitar 850 juta perjalanan dengan total jarak tempuh hampir 6 miliar kilometer. Menurut data perusahaan, operasional tersebut turut berkontribusi terhadap pengurangan lebih dari 800.000 ton emisi CO₂, setara dengan jumlah karbon yang diserap sekitar 36 juta pohon.

Di Indonesia, Green SM terus memperluas jangkauan layanan mobilitas berbasis kendaraan listrik dan meningkatkan kualitas pelayanan melalui komitmen 5 Green Promises. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mendorong penggunaan transportasi listrik sekaligus menciptakan nilai bagi masyarakat dan perekonomian lokal.

Baca Juga: Mengenal Pham Nhat Vuong, Taipan Vietnam di Balik Green SM dan Konglomerasi Vingroup