Industri turnamen golf di Indonesia dinilai masih memiliki prospek yang menjanjikan di tengah berbagai tantangan ekonomi dan geopolitik yang terjadi saat ini.
Founder BIG Event Asia, Deddy Syah, mengungkap bahwa golf kini tidak lagi dipandang hanya sebagai olahraga, melainkan juga menjadi wadah bagi para pelaku bisnis untuk membangun relasi dan memperluas jaringan profesional.
Deddy mengatakan, turnamen golf masih memiliki daya tarik yang kuat karena mampu menggabungkan aktivitas olahraga dengan kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan rekan bisnis maupun calon mitra usaha.
Baca Juga: Jelang Golf & Groove Volume III, BIG Event Asia Perkuat Kolaborasi dengan Partner dan Groovy Star
"Saat ini golf turnamen bisa dibilang masih sangat seksi di industri. Mengingat situasi geopolitik, ekonomi, dan lain-lain, golf itu bukan hanya menjadi media olahraga, tapi juga media networking, berkumpul dengan teman bisnis dan lain-lain," ujar Deddy Syah seperti dikutip, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, interaksi yang terjalin selama kegiatan golf seringkali menghasilkan berbagai diskusi yang bermanfaat, mulai dari bertukar pandangan mengenai kondisi ekonomi hingga membuka peluang kerjasama bisnis baru.
"Sehingga itu bisa memberikan satu stimulus karena pada saat bertemu dengan teman bisnis bisa sharing-sharing mengenai bisnis, ekonomi, kadang tukar bisnis dan lain-lain," lanjutnya.
Deddy menilai, fungsi golf sebagai sarana membangun koneksi menjadi salah satu alasan mengapa minat terhadap turnamen golf masih tetap terjaga, bahkan di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian.
Meski demikian, Deddy mengakui terdapat sejumlah faktor yang turut memengaruhi industri golf, salah satunya kebijakan yang berdampak pada sebagian kalangan tertentu. Namun, menurutnya, pengaruh tersebut belum memberikan dampak yang signifikan terhadap keberlangsungan bisnis turnamen golf secara keseluruhan.
Baca Juga: Memaksimalkan Golf sebagai Sarana Berjejaring dengan Klien
"Mungkin sedikit yang terganggu para (pejabat) pemerintah karena mereka dilarang main golf dan itu memang cukup berdampak, tapi tidak terlalu banyak," tutupnya.
Dengan karakteristiknya yang mampu menggabungkan olahraga, hiburan, dan networking dalam satu kegiatan, Deddy optimistis turnamen golf masih akan tetap menjadi pilihan bagi banyak perusahaan maupun pelaku usaha untuk menjalin hubungan bisnis sekaligus memperluas jejaring profesional.
Menurutnya, selama kebutuhan akan interaksi dan kolaborasi bisnis tetap ada, golf akan terus memiliki tempat tersendiri di kalangan pelaku usaha dan komunitas profesional.