Founder Mayapada Group, Dato Sri Tahir, menilai, program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah besar yang berpotensi memberikan manfaat luas bagi masyarakat Indonesia.
Menurutnya, program tersebut memiliki nilai strategis karena dijalankan secara nasional, berbeda dengan sejumlah negara lain yang menerapkan program makan siang gratis secara terbatas di wilayah tertentu.
Tahir menilai, pelaksanaan MBG di seluruh Indonesia merupakan salah satu hal yang patut diapresiasi. Ia bahkan menyebut program tersebut berpotensi menjadi warisan atau legacy yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Ini adalah hal yang menurut saya brilian, bagus ya. Makan siang gratis itu ada beberapa negara coba kerjakan. Dan mereka rata-rata itu tidak didukung oleh pemerintahnya,” kata Tahir, saat wawancara eksklusif bersama Olenka, di Jakarta, beberapa waktu lalu
Tahir mencontohkan sejumlah wilayah di Tiongkok dan Hong Kong yang menjalankan program makan siang gratis dengan cakupan berbeda-beda.Menurutnya, pelaksanaan program serupa tidak selalu dilakukan secara menyeluruh di tingkat nasional.
Sementara itu, Indonesia memilih menerapkan program MBG dengan cakupan nasional. Bagi Tahir, langkah tersebut menjadi salah satu aspek yang membedakan program di Indonesia dengan inisiatif serupa di negara lain.
“Tapi oleh kita Indonesia, MBG dilakukan seluruhnya untuk Indonesia. Saya kira itu adalah satu legacy ya. Dia bergerak di depannya waktu malahan,” tuturnya.
Untuk menjelaskan pandangannya mengenai manfaat program berskala besar, Tahir juga menyinggung keberhasilan program Jaminan Kesehatan Nasional melalui BPJS Kesehatan.
Pria bernama asli Ang Tjoen Ming yang lahir 26 Maret 1952 itu menilai, manfaat program tersebut kini semakin dirasakan masyarakat, terutama dalam membantu mereka memperoleh akses terhadap layanan kesehatan.
Dikatakan Tahir, pengalaman BPJS dapat menjadi gambaran bahwa suatu program yang awalnya menghadapi berbagai tantangan tetap berpotensi memberikan manfaat besar ketika dijalankan dan dikembangkan secara berkelanjutan.
“Soalnya BPJS ya ternyata kan sukses sekarang. Sangat dibutuhkan, banyak orang tertolong karena BPJS,” kata Tahir.
Baca Juga: Presiden Prabowo Resmi Lantik Dato Sri Tahir Jadi Wantimpres RI
Ia pun optimistis MBG dapat memberikan manfaat serupa bagi masyarakat pada masa mendatang.
Meski pelaksanaannya mungkin masih memerlukan evaluasi dan penyempurnaan, Tahir meyakini bahwa manfaat program tersebut akan semakin terlihat seiring berjalannya waktu.
“Dan saya yakin satu hari orang akan merasa bahwa MBG itu begitu banyak membantunya,” ujarnya.
Suami Rosy Riady ini juga mengakui bahwa pelaksanaan program berskala besar membutuhkan pengelolaan yang tepat.
Karena itu, ia berpandangan bahwa evaluasi perlu dilakukan untuk mengidentifikasi bagian yang harus diperbaiki maupun disesuaikan agar program dapat berjalan lebih efektif.
“Dalam pelaksanaannya, itu tergantungnya ahlinya ya. Mungkin ada yang mana diperbaiki, yang mana perlu diluruskan kembali,” jelasnya.
Terakhir, Tahir menuturkan, setiap kebijakan atau tindakan tentu memiliki konsekuensi dalam pelaksanaannya.
Namun, iaberpandangan bahwa dampak yang muncul perlu dilihat secara proporsional dan tidak seharusnya langsung mengesampingkan tujuan utama program.
“Itu memang semua action pasti ada imbasnya. Tapi itu cuma tidak sampai 1%, jadi tidak perlu dipermasalahkan,” pungkasnya.
Baca Juga: Tahir dan Kebiasaan Beramal serta Teladan Sang Ibunda