Growthmates, perawatan kulit dan estetika kini semakin menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat yang ingin menjaga kesehatan kulit sekaligus meningkatkan kepercayaan diri. Tak hanya teknologi, keamanan tindakan, kualitas pelayanan, dan hasil yang terlihat natural juga menjadi pertimbangan dalam memilih klinik estetika.

Menjawab kebutuhan tersebut, MyClinic, jaringan medical aesthetics asal Malaysia, resmi membuka klinik pertamanya di Jakarta. Ekspansi ini menjadi langkah untuk mendekatkan layanan kepada pasien Indonesia yang sebelumnya harus bepergian ke Malaysia untuk mendapatkan perawatan.

Founder and Medical Director MyClinic, Dr. Hoe Yut Hung, mengungkapkan, keputusan berekspansi ke Indonesia berangkat dari tingginya minat pasien asal Indonesia yang selama ini mengakses layanan MyClinic di Malaysia. Pasien tersebut berasal dari berbagai kota, termasuk Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

“Banyak pasien saya berasal dari Indonesia, dari Surabaya, Bandung, hingga Jakarta. Mereka sering bertanya, mengapa harus datang ke Malaysia? Karena itu, yang kami lakukan sekarang adalah membawa layanan kami ke Jakarta,” ungkap Dr. Hoe, saat acara Grand Launching MyClinic Jakarta di Jakarta, Sabtu (10/10/2026).

Melalui kehadirannya di Indonesia, lanjut Dr. Hoe, MyClinic ingin menghadirkan pengalaman perawatan yang telah dikembangkan selama sekitar 12 tahun di Malaysia. Berdasarkan informasi perusahaan, jaringan ini telah memiliki lebih dari 28 cabang dan mencatat lebih dari satu juta tindakan perawatan.

Dr. Hoe menjelaskan, ekspansi tersebut tidak sekadar membawa teknologi estetika dari Malaysia, tetapi juga menerapkan standar keamanan dan kualitas pelayanan yang sama. Ketiga aspek itu menjadi landasan MyClinic dalam membangun kepercayaan pasien.

“Apa yang kami bawa adalah layanan kami, aspek keamanan, dan juga mesin atau teknologi yang kami miliki di Malaysia. Kami ingin menghadirkan apa yang sudah kami bangun di sana kepada pasien di Jakarta,” katanya.

Dalam penerapannya, lanjut Dr. Hoe, MyClinic menaruh perhatian pada pemilihan teknologi yang memiliki reputasi baik, pelayanan yang optimal, serta kebijakan perawatan yang diterapkan secara konsisten.

Standar tersebut juga didukung melalui pelatihan bagi dokter dan staf agar kualitas layanan di Jakarta selaras dengan yang telah dikembangkan di Malaysia.

“Pertama, mesin laser dan teknologi yang kami gunakan harus memiliki reputasi yang baik dan diakui. Kedua, pelayanan harus berada pada tingkat terbaik. Kami tidak boleh memberikan pelayanan yang kurang baik kepada pasien yang menjalani perawatan. Ketiga, kami memiliki kebijakan perawatan yang berbeda dari banyak klinik estetika lainnya,” jelas Dr. Hoe.

Baca Juga: Grand Launching MyClinic di Jakarta, Bawa 12 Tahun Pengalaman Estetika Medis dari Malaysia

Untuk memastikan konsistensi tersebut, MyClinic telah memberikan pelatihan kepada tenaga medis dan staf, sekaligus menyiapkan sistem pendukung yang diperlukan dalam menjalankan prosedur perawatan.

“Seluruh pelatihan sudah diberikan kepada dokter dan staf. Kami juga telah menyiapkan sistem pendukung yang diperlukan agar mereka dapat menerapkan kebijakan perawatan yang sama seperti yang telah kami jalankan selama 12–13 tahun di Malaysia. Itulah salah satu hal yang membedakan MyClinic,” tuturnya.

Selain teknologi dan standar pelayanan, kata Dr. Hoe, MyClinic juga mengedepankan pendekatan doctor-led, personalised care, yakni perawatan yang dipimpin dokter dan disesuaikan dengan kebutuhan setiap pasien.

Pendekatan ini diterapkan melalui The MyClinic Method, yang menempatkan konsultasi dan asesmen dokter sebagai tahapan penting sebelum tindakan dilakukan.

Dengan metode tersebut, dokter terlebih dahulu mengevaluasi kondisi kulit, kebutuhan, serta tujuan perawatan pasien untuk menentukan tindakan yang sesuai. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu pasien memperoleh hasil yang natural tanpa mengabaikan aspek keamanan dan kondisi individual.

Di sisi lain, kata Dr. Hoe, kehadiran MyClinic di Jakarta juga membuka peluang bagi masyarakat Indonesia untuk mengakses layanan estetika tanpa harus selalu bepergian ke luar negeri. Malaysia selama ini menjadi salah satu tujuan pasien Indonesia untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Mengutip Antara News, lebih dari 970.000 pasien Indonesia tercatat melakukan perjalanan ke Malaysia untuk memperoleh layanan kesehatan sepanjang 2025.

MyClinic turut menawarkan harga yang diklaim kompetitif dibandingkan sejumlah klinik di Malaysia. Ke depan, Dr. Hoe berharap klinik di Jakarta dapat menjangkau lebih banyak pasien, baik dari berbagai wilayah ibu kota maupun kota lain di Indonesia.

“Kami berharap bisa mengembangkan klinik ini dan memberikan layanan kepada lebih banyak pasien, bukan hanya dari Jakarta Selatan, tetapi juga dari wilayah Jakarta lainnya, Bandung, Surabaya, dan berbagai daerah lain,” pungkasnya.

Baca Juga: Perjalanan Bisnis Klinik Kecantikan ERHA yang Bertahan Lebih dari 25 Tahun