Apa jadinya ketika ikon logistik global bertemu dengan streetwear yang berjiwa futuristik? Lahirlah gelombang baru busana fungsional. DHL Express Indonesia bersama Machine56 resmi meluncurkan koleksi fashion perdana yang meramu kecepatan, presisi, dan estetika cyber-modern dalam sebuah kapsul yang terasa futuristik, fungsional, dan selaras dengan ritme hidup masa kini.
Machine56, lahir di Bandung dan kini melangkah ke panggung internasional, dikenal lewat tipografi terenkripsi dan visual cyber yang terinspirasi manga. Dalam kolaborasi ini, estetika tersebut bertemu dengan sistem visual DHL yang begitu ikonik.
Bukan sekadar penempelan logo, melainkan sebuah dialog. Koleksi ini diciptakan bukan hanya untuk dikenakan, tetapi untuk bercerita tentang pergerakan, tentang sistem, dan tentang orang-orang di baliknya.
Dalam koleksi kapsul ini, brand menerjemahkan bahasa visual khasnya ke dalam dialog yang hidup dengan identitas merah-kuning DHL yang ikonik.
Baca Juga: Tren Belanja Beauty Berubah, Paragon dan Shopee Tawarkan Pengalaman Hybrid
Elemen airway bill, kode industri, dan sistem penandaan logistik menjadi fondasi desain, dikonseptualisasikan, dilapisi, dan diolah melalui tipografi kompleks khas Machine56.
Mulai dari jaket, pullover, messenger bag, lanyard, hingga T-shirt, setiap produk memadukan fungsi sehari-hari, karakter visual yang tegas, dan gaya hidup dinamis.
"Di DHL, pekerjaan kami sejak awal adalah memastikan segala hal bisa terus bergerak. Melalui kolaborasi ini, kami mengeksplorasi kemungkinan yang lahir ketika ide dan kreativitas saling bertemu dan membuka cara pandang baru," ujar Ahmad Mohamad, Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia, Kamis (5/2/2026) dalam keterangannya.
"Melalui kolaborasi ini, kami menunjukkan bagaimana logistik dan budaya dapat saling beririsan, serta bagaimana inovasi lahir dari pertukaran ide dan kreativitas. Ketika brand global berkolaborasi dengan kreator lokal yang kuat secara identitas, dampaknya dapat beresonansi hingga ke panggung global."
Bagi DHL Express Indonesia, koleksi kapsul ini menandai cara baru dalam membangun koneksi dengan generasi audiens yang terus berkembang, para wirausahawan muda, perajin, kreator, dan komunitas internasional yang menempatkan nilai dan estetika secara seimbang.
"Machine56 merepresentasikan wajah kreativitas Indonesia yang disiplin, autentik, dan mampu bersaing di panggung global," tambah Ahmad.
"Mendukung brand seperti Machine56 adalah bagian dari komitmen kami untuk membantu bisnis Indonesia melangkah melampaui batas, sekaligus memperkenalkan kedalaman dan karakter desain Indonesia ke dunia."
Sementara itu bagi Machine56, kolaborasi ini terasa jauh lebih personal.
"Kolaborasi ini bukan sekadar pertemuan dua dunia, ini adalah bagian dari perjalanan panjang yang bermula dari sebuah studio kecil di Bandung," kata Rajaya Yogaswara, Founder dan Creative Director Machine56.
"Kami tidak pernah membangun Machine56 untuk diberi label 'lokal' atau 'global'. Fokus kami selalu pada kejujuran terhadap bahasa visual kami sendiri. Ketika brand global seperti DHL melihat dan mengakui hal itu, rasanya seperti pengingat kuat bahwa kreativitas Indonesia mampu berdiri sejajar di panggung internasional tanpa harus berkompromi," tambahnya.
"Bekerja dengan sistem visual ikonis milik DHL justru menjadi tantangan kreatif tersendiri. Kami memperlakukan identitas mereka layaknya sebuah cetak biru teknis, lalu menyuntikkan energi khas Machine56 ke dalamnya. Ketegangan antara struktur dan ekspresi itulah yang membuat koleksi ini benar-benar hidup," tambah Yoga.
Pasalnya bagi brand global, identitas yang autentik jauh lebih bernilai dibanding sekadar mengikuti arus tren.
Sebagai brand fashion Indonesia pertama yang berkolaborasi dengan DHL, Machine56 memandang momen ini sebagai bagian dari gerakan yang lebih besar: membawa ekosistem kreatif Indonesia melangkah dengan percaya diri ke panggung dunia.
Koleksi kapsul DHL Express Indonesia × Machine56 akan diluncurkan pada 6 Februari 2026, secara eksklusif di www.machine56.com. Diproduksi secara terbatas dan dipasarkan secara global, koleksi ini berbicara tentang intensi, pergerakan, dan lahirnya narasi baru Indonesia.