Tekanan darah juga bisa berubah-ubah dari waktu ke waktu. Angka yang kembali normal pada suatu pengukuran belum tentu berarti kondisi hipertensi telah sembuh. Pada sebagian orang, tekanan darah dapat terkontrol justru karena pengobatan yang selama ini dijalani.

Prof. Zubairi menekankan bahwa kepatuhan minum obat berperan penting untuk menjaga kesehatan, bukan hanya saat ini, tetapi juga dalam beberapa tahun mendatang.

“Jadi minum obat darah tinggi teratur itu penting banget untuk menjaga kesehatan sekarang dan menjaga kesehatan 5–10 tahun kemudian,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bukti ilmiah mengenai manfaat pengobatan hipertensi yang dilakukan secara teratur. Menurut Prof. Zubairi, hasil yang dipaparkan dalam pertemuan dokter jantung di Eropa menunjukkan pentingnya keteraturan minum obat untuk membantu mencegah komplikasi akibat tekanan darah tinggi.

“Orang dengan darah tinggi yang minum obatnya teratur memang terbukti bisa menangkal, bisa mencegah timbulnya stroke, jantung, ataupun komplikasi ke ginjal. Dan itu jauh hasilnya lebih baik dibandingkan dengan yang minum obatnya tidak teratur,” kata Prof. Zubairi.

Lebih lanjut, Prof. Zubairi mengingatkan bahwa tujuan utama obat hipertensi bukan semata-mata menghilangkan keluhan seperti pusing atau sakit kepala.

Pengobatan tersebut ditujukan untuk mengendalikan tekanan darah dan mengurangi risiko komplikasi serius dalam jangka panjang.

“Jadi sampaikan pada ibu bahwa obat darah tinggi gunanya bukan untuk menghilangkan sakit kepala, pusing, atau keliyengan, namun untuk mencegah jangka panjang agar 5–7 tahun, 10 tahun lagi tidak stroke, tidak kena serangan jantung,” tutupnya.

Baca Juga: Benarkah Golongan Darah O Berisiko Kolesterol Tinggi? Ini Kata Ahli