Menteri Badan Usaha Milik Negara periode 2011–2014 Dahlan Iskan bicara soal salah satu kunci keberhasilan, yakni bersungguh-sungguh. Ia meyakini bahwa sikap kesungguhan dalam mengerjakan sesuatu dapat membuka peluang baru.

Banyak orang kerap merasa bingung harus berbuat apa atau bagaimana cara mengembangkan usahanya. Namun, jika suatu persoalan benar-benar dipikirkan dengan sungguh-sungguh siang dan malam, biasanya jalan keluar akan terbuka dengan sendirinya. Jika pintu itu belum juga terbuka, mungkin saatnya kita bercermin dan bertanya pada diri sendiri, apakah kita sudah benar-benar berusaha maksimal.

Baca Juga: Cerita Dahlan Iskan Bekerja 16 Jam/Hari, Tak Ada Hari Sabtu, Tak Ada Hari Minggu

Dahlan Iskan mengibaratkan kesungguhan seperti emas yang masih bercampur karat. Banyak orang merasa sudah berusaha keras, tetapi belum juga berhasil. Menurutnya, ketika hasil belum tercapai, yang perlu dipertanyakan bukan situasinya, melainkan apakah kesungguhan itu benar-benar sudah diberikan sepenuhnya.

“Tingkat kesungguhan itu seperti emas, ada 24 karat, ada 22 karat, ada 20 karat, ada 18 karat. Kesungguhan juga begitu. Ada orang bilang sungguh-sungguh, tapi sebetulnya sungguh-sungguhnya tidak 24 karat, tidak 20 karat, tidak 22 karat. Mungkin sungguh-sungguhnya cuma 18 karat, bahkan mungkin tidak berkarat sama sekali. Karena itu bagi yang betul-betul sungguh-sungguh, pasti dia berhasil,” tegas Daglan Iskan seperti Olenka kutip, Minggu (25/1/2026).

Menurut Dahlan, kunci kesungguhan adalah tidak memikirkan hal-hal yang tidak perlu terlebih dahulu, melainkan tekun dan fokus pada pekerjaan atau bisnis yang sedang dijalani. Dengan konsentrasi penuh seperti itu, berbagai peluang biasanya akan muncul dengan sendirinya.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Elon Musk yang Bisa Ditiru Para Pengusaha untuk Meraih Kesuksesan Bisnis

Ia mengibaratkannya seperti seseorang yang awalnya merasa kalut dan bingung harus berbuat apa. Namun setelah benar-benar berpikir dan berusaha dengan sungguh-sungguh, tiba-tiba ada saja jalan atau “pintu” yang terbuka dan terbukanya peluang tersebut terkadang membutuhkan waktu dan kesabaran.

“Mungkin awal masuknya itu sulit karena pintunya terkunci, harus mencari kunci. Tetapi ketika berhasil membuka pintu pertama dan terus berpikir serius, itu akan terbuka pintu kedua. Akan terbuka pintu ketiga, empat, lima sekaligus.Terus kemudian nanti enam, tujuh, lapan, sembilan, sepuluh sekaligus,” imbuhnya.