Sejumlah selebriti dan influencer Indonesia menjadi sorotan setelah mengungkapkan dugaan pembatasan jangkauan akun media sosial usai aktif menyuarakan isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Mereka mengaku mengalami penurunan jumlah penonton, kehilangan pengikut, hingga menghadapi pembatasan akses akun.
Fenomena ini memunculkan istilah shadowban, yakni dugaan pembatasan visibilitas konten atau akun di media sosial yang tidak selalu disertai pemberitahuan secara jelas kepada pengguna. Keluhan tersebut ramai dibicarakan pada Oktober 2026, ketika sejumlah figur publik membagikan informasi mengenai karhutla dan dampaknya terhadap masyarakat.
Beberapa nama yang menyampaikan keluhan atau dugaan tersebut di antaranya Tasya Farasya, Andien, Wendi Cagur, Ustaz Adi Hidayat, Umi Pipik, dan Syifa Hadju. Berikut daftarnya:
1. Tasya Farasya
Beauty influencer Tasya Farasya menjadi salah satu figur publik yang menyoroti dugaan penurunan jangkauan konten setelah menyuarakan isu karhutla.
Melalui akun Threads pada Jumat (16/10/2026), Tasya membagikan perbandingan jumlah penonton Instagram Story miliknya. Ia menyebut konten yang biasanya memperoleh lebih dari satu juta penonton hanya mendapatkan sekitar 85 ribu penonton setelah dirinya membahas karhutla.
Perbedaan tersebut membuat Tasya mempertanyakan kemungkinan adanya pembatasan jangkauan pada akunnya. Ia bahkan menyampaikan sindiran melalui unggahannya, "Oh gitu caranya mainnya. Shadowbanned ya kalau speak up."
Di tengah persoalan tersebut, Tasya juga menyampaikan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak karhutla, termasuk melalui rencana penyediaan ruang aman dari paparan asap di Kalimantan Tengah.
2. Andien
Penyanyi Andien Aisyah juga menduga akun Instagram miliknya mengalami penurunan jangkauan setelah berulang kali membagikan informasi mengenai karhutla.
Pada Jumat (16/10/2026), Andien mengungkapkan bahwa jumlah penonton kontennya menurun ketika ia hendak mempromosikan video musik terbarunya. Ia menduga kondisi tersebut berkaitan dengan aktivitasnya membagikan ulang informasi mengenai kebakaran hutan dan lahan.
"Kayaknya kena shadow ban di IG karena repost-repost karhutla tiada henti. Mau promoin video klip baru tapi viewers-nya drop," tulis Andien.
Meski menghadapi persoalan tersebut, Andien menegaskan bahwa dirinya akan tetap menyuarakan isu karhutla melalui media sosial. Baginya, penurunan jangkauan konten tidak menjadi alasan untuk berhenti membicarakan persoalan lingkungan yang tengah menjadi perhatian publik.
Baca Juga: 4 Organisasi yang Aktif Menyuarakan Karhutla Selain Greenpeace
Baca Juga: Mengapa Karhutla di Kalimantan dan Sumatera Sulit Dipadamkan?
3. Wendi Cagur
Wendi Cagur turut mengungkapkan keresahannya mengenai dugaan pembatasan jangkauan Instagram Story setelah aktif membagikan ulang informasi tentang karhutla.
Melalui unggahan Instagram pada Senin (19/10/2026), Wendi mengaku mulai menyadari bahwa informasi yang dibagikannya terasa semakin sulit menjangkau pengguna lain. Ia mempertanyakan kondisi tersebut karena unggahannya bertujuan menyampaikan kepedulian terhadap persoalan kebakaran hutan dan lahan.
Wendi juga membandingkan situasi tersebut dengan konten perjudian online dan pinjaman online yang menurutnya masih banyak ditemukan di media sosial.
Kemudian, ia mengajak pengguna media sosial lainnya untuk tetap menyuarakan persoalan karhutla hingga penanganan bencana tersebut benar-benar selesai.
Bagi Wendi, menyampaikan keresahan mengenai bencana dan dampaknya terhadap masyarakat merupakan hal yang perlu terus dilakukan agar persoalan tersebut tidak luput dari perhatian publik.
4. Ustadz Adi Hidayat
Pendakwah Ustaz Adi Hidayat juga melaporkan adanya pembatasan pada akun media sosial yang digunakannya untuk membahas karhutla. Namun, berbeda dari sejumlah figur publik yang mengeluhkan penurunan jumlah penonton, Adi menyebut akunnya sempat terkena pemblokiran sementara.
Melalui unggahan di Threads pada Senin (19/10/2026), ia menyampaikan bahwa akun tersebut dua kali mengalami pembatasan dalam rentang waktu yang berdekatan.
Adi mengungkapkan bahwa pembatasan itu terjadi ketika dirinya membahas isu karhutla. Setelah akun kembali dapat digunakan, ia kembali menyampaikan kekhawatirannya mengenai kemungkinan pembatasan serupa.
Selain membahas persoalan kebakaran hutan dan lahan, Adi juga mengajak masyarakat untuk membantu warga terdampak melalui donasi dan bantuan kebutuhan yang diperlukan.
Pengalaman tersebut menambah daftar keluhan figur publik mengenai akses akun media sosial di tengah ramainya pembahasan karhutla.
Baca Juga: Kenapa Asap Karhutla di Kalimantan Bisa Sampai Jakarta?
5. Umi Pipik
Umi Pipik turut menjadi salah satu figur publik yang mempertanyakan kondisi unggahan mengenai karhutla di akun media sosialnya.
Melalui Threads, ia menyampaikan keprihatinan terhadap masyarakat yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan, khususnya anak-anak dan bayi yang rentan mengalami gangguan pernapasan.
Umi Pipik juga mengungkapkan bahwa sejumlah unggahan mengenai karhutla yang sebelumnya dibagikan mendadak tidak lagi ditemukan di akun media sosialnya. Ia mempertanyakan hilangnya unggahan tersebut, termasuk pada platform Instagram, TikTok, dan Facebook.
Pengalaman itu membuatnya menyoroti kemungkinan adanya masalah pada visibilitas atau keberadaan konten yang membahas karhutla.
Meski demikian, belum ada kepastian mengenai penyebab hilangnya unggahan tersebut maupun bukti bahwa kejadian itu merupakan bentuk pembatasan yang sengaja dilakukan karena isu yang disuarakan.
6. Syifa Hadju
Aktris Syifa Hadju juga mengungkapkan kejanggalan pada akun media sosialnya setelah berulang kali membagikan konten mengenai karhutla.
Syifa mengeluhkan jumlah pengikut akunnya yang mendadak berkurang setelah dirinya aktif menyuarakan persoalan kebakaran hutan dan lahan. Perubahan tersebut membuatnya mempertanyakan kemungkinan adanya pembatasan pada akun media sosialnya.
Melalui unggahannya, Syifa menyampaikan, "Abis posting karhutla terus terusan tiba tiba followersku turun."
Keluhan tersebut kemudian menambah perhatian publik terhadap dugaan perubahan jangkauan akun media sosial sejumlah figur publik yang membahas isu serupa.
Meski begitu, penurunan jumlah pengikut tidak serta-merta membuktikan bahwa akun Syifa terkena shadowban. Diperlukan informasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab perubahan tersebut.
Keluhan sejumlah selebriti dan influencer tersebut memunculkan pertanyaan mengenai transparansi sistem distribusi konten dan moderasi di media sosial. Pasalnya, platform digital menjadi salah satu saluran penting bagi masyarakat untuk memperoleh informasi, menyampaikan pendapat, dan mengangkat persoalan yang membutuhkan perhatian publik.
Meski demikian, penurunan jumlah penonton, berkurangnya pengikut, atau hilangnya unggahan belum cukup untuk memastikan bahwa suatu akun mengalami shadowban. Perubahan jangkauan dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari sistem rekomendasi, aktivitas audiens, hingga kebijakan moderasi platform.
Karena itu, diperlukan penjelasan lebih lanjut dari platform terkait untuk memastikan penyebab persoalan yang dialami para figur publik tersebut.
Di tengah perdebatan mengenai dugaan pembatasan akun, isu karhutla tetap membutuhkan perhatian. Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat, keselamatan warga, dan keberlangsungan aktivitas sehari-hari.
Berbagai unggahan para figur publik tersebut memperlihatkan bagaimana media sosial dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi dan meningkatkan kepedulian terhadap persoalan lingkungan. Namun, penyebab dugaan pembatasan akun mereka masih perlu dipastikan melalui informasi dan klarifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan.