Rangkaian Meet the Masters in Bali 2026 telah dimulai sehari sebelumnya, pada 16 Oktober 2026, melalui pelatihan langsung di NULOOK Clinic. Dalam sesi tersebut, peserta menyaksikan proses evaluasi pasien, penyusunan rencana perawatan, hingga pelaksanaan tindakan.

Kombinasi pelatihan praktik dan simposium ilmiah selama dua hari ini memberikan kesempatan bagi para dokter untuk mempelajari teknik perawatan sekaligus memahami pertimbangan klinis di balik setiap tindakan.

Dokter asal Indonesia, dr. Olivia Aldisa, yang mengikuti acara tersebut, menilai, pertukaran pengalaman lintas negara menjadi salah satu nilai penting dari simposium ini.

Menurutnya, forum tersebut memungkinkan dokter menghubungkan strategi kombinasi perawatan dengan hasil klinis, sekaligus mempelajari perspektif praktisi dari berbagai negara.

“Nilai terbesar dari simposium ini adalah kami dapat melihat strategi kombinasi perawatan untuk wajah dan tubuh yang dikaitkan langsung dengan hasil klinis, sekaligus membandingkan cara berpikir dan pengalaman dokter dari berbagai negara,” ungkap dr. Olivia.

Ia menambahkan, diskusi lintas negara juga membantu dokter mempertimbangkan kebutuhan pasien secara lebih spesifik ketika menyusun rencana perawatan.

“Diskusi seperti ini sangat membantu dalam menyusun rencana perawatan yang lebih spesifik untuk setiap pasien,” lanjutnya.

Bagi dr. Olivia, kehadiran para ahli internasional di Indonesia juga menjadi kesempatan bagi dokter dalam negeri untuk berpartisipasi lebih aktif dalam pertukaran ilmu di tingkat global.

“Saya merasa bangga karena para ahli dari berbagai negara berkumpul setiap tahun di Indonesia, sementara dokter Indonesia juga mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengalaman klinis dan terlibat dalam diskusi global,” ungkapnya.

Ia berharap, pertemuan tersebut dapat mendukung perkembangan Bali sebagai salah satu lokasi pertukaran pengetahuan di bidang estetika regeneratif.

“Hal ini menunjukkan bahwa Bali memiliki potensi untuk terus berkembang sebagai salah satu pusat pertukaran ilmu dan pengalaman klinis dalam bidang regenerative aesthetics di tingkat internasional,” pungkasnya.

Baca Juga: CGBIO Hadirkan Dokter dari 15 Negara dalam Pelatihan Estetika Regeneratif di Bali