Growthmates, pasar mobil mewah di Indonesia dinilai masih memiliki peluang untuk terus berkembang, meski kondisi ekonomi menjadi tantangan bagi industri otomotif. CEO GEMA Motorcars, Gary Suwandi, melihat segmen kendaraan premium tetap memiliki konsumen tersendiri, terutama mereka yang mencari mobil eksklusif, edisi terbatas, hingga koleksi bernilai tinggi.
Untuk memperkuat posisinya di pasar tersebut, GEMA Motorcars menyiapkan sejumlah model premium untuk dipasarkan pada 2027. Beberapa di antaranya adalah Mercedes-Benz G63 Cabriolet, Porsche GT2 RS, serta jajaran Lamborghini terbaru, termasuk Revuelto SV, SVJ, dan Temerario.
Gary mengungkapkan, GEMA Motorcars telah mengamankan tiga unit Mercedes-Benz G63 Cabriolet untuk 2027. Model ini menjadi salah satu mobil yang dibidik untuk memenuhi kebutuhan kolektor kendaraan langka.
“Kita sudah ada slot untuk G63 Cabriolet. Kita yang sudah fixed unit tiga unit. Belum model lainnya,” ungkap Gary, saat sesi Exclusive Media Briefing di GEMA Motorcars, PIK 2, Tangerang, Jumat (9/10/2026).
Selain Mercedes-Benz G63 Cabriolet, GEMA Motorcars juga berencana menghadirkan Porsche GT2 RS yang memiliki jumlah produksi terbatas. Gary menyebut pihaknya telah mendapatkan dua slot untuk model tersebut pada 2027.
“Kita ada dua slot untuk 2027. Porsche GT2 RS itu bakal jadi unit yang limited juga, karena slotnya hanya terbatas di luar. Di ATPM juga saya rasa slotnya sudah habis,” katanya.
GEMA Motorcars turut membidik model-model terbaru dari Lamborghini. Perusahaan berencana memasukkan Lamborghini Revuelto SV dan SVJ, serta Temerario yang menjadi penerus Huracan. Selain itu, terdapat Toyota Land Cruiser 71 versi short dengan dua pintu yang juga masuk dalam rencana pengadaan unit.
Menurut Gary, kehadiran mobil-mobil tersebut merupakan bagian dari strategi untuk menghadirkan kendaraan premium yang memiliki karakter eksklusif. Pasalnya, bagi sebagian konsumen, mobil mewah tidak hanya digunakan sebagai alat transportasi, tetapi juga menjadi koleksi yang memiliki daya tarik tersendiri.
“Kalau contohnya G500 yang kita ada, ini sudah pasti collector item. Ibaratnya orang beli pasti bukan buat dijual, tetapi buat dikoleksi. Karena jumlahnya terbatas. Bahkan menurut saya, untuk yang right-hand drive, jumlahnya tidak sampai 100 unit,” jelasnya.
Ia menambahkan, karakter konsumen berbeda-beda. Sebagian pembeli mempertahankan mobil langka sebagai koleksi jangka panjang, sedangkan konsumen lain cenderung mengganti kendaraan setelah beberapa waktu pemakaian. Karena itu, GEMA Motorcars juga melayani pelanggan yang ingin melakukan tukar tambah kendaraan.
Di tengah dinamika ekonomi, Gary menilai keberlangsungan bisnis mobil mewah tidak semata-mata ditentukan oleh tren sesaat. Menurutnya, segmen ini memiliki pasar tersendiri yang terus bergerak mengikuti kebutuhan dan preferensi konsumen.
“Menurut saya, yang penting setiap bulan ada jalan. Selama kita ada penjualan, kita bersyukur,” ujarnya.
Lebih lanjut, Gary mengatakan, salah satu faktor yang membantu menjaga aktivitas bisnis adalah pelanggan yang kembali melakukan transaksi. Konsumen yang sebelumnya membeli kendaraan dapat menjual atau menukarnya dengan model lain, sehingga menciptakan perputaran unit di pasar mobil premium maupun mobil bekas.
Untuk memperluas jangkauan pasar, GEMA Motorcars juga mengembangkan ROEMAH GEMA, lini usaha yang berfokus pada penjualan mobil bekas. Berbeda dengan GEMA Motorcars yang mengutamakan kendaraan mewah baru, ROEMAH GEMA menyediakan beragam pilihan mobil bekas, mulai dari kendaraan premium hingga mobil yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
ROEMAH GEMA sendiri telah beroperasi sekitar dua bulan dan memiliki stok kurang lebih 60 unit kendaraan. Ke depannya, Gary berencana memperbesar bisnis tersebut agar dapat menjadi salah satu pemain utama di pasar mobil bekas Indonesia.
Saat ini, GEMA Motorcars sendiri beroperasi di kawasan PIK 2, sementara ROEMAH GEMA berada di Slipi, Jakarta. Pemilihan PIK 2 sebagai lokasi showroom utama didasarkan pada potensi perkembangan kawasan sekaligus kemudahan bagi calon konsumen yang ingin mencoba kendaraan.
“Menurut saya, PIK 2 dalam waktu tiga sampai lima tahun lagi akan menjadi kota baru yang ramai. Kalau di sini, teman-teman mau test drive juga gampang. Jalanannya masih kosong, jadi bisa merasakan mobilnya,” ungkap Gary.
Baca Juga: Mengintip Koleksi Rare Cars GEMA Motorcars, dari Mercedes-Benz G-Class hingga Lamborghini
Di luar ketersediaan model eksklusif, Gary menegaskan bahwa kelengkapan dokumen dan dukungan purnajual menjadi pembeda GEMA Motorcars dari showroom mobil premium lainnya. Ia mengatakan perusahaan memberikan jaminan bahwa kendaraan yang dijual memiliki dokumen resmi dan lengkap, termasuk BPKB, STNK, serta dokumen pendukung lainnya.
Menurut Gary, proses pengurusan dokumen kendaraan impor dapat memerlukan waktu sekitar tiga hingga enam bulan, bergantung pada proses yang harus dilalui. Karena itu, kepastian legalitas menjadi salah satu hal yang diperhatikan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya.
“Kalau di GEMA, kita 100 persen menjamin surat-surat kita lengkap dan resmi,” tegasnya.
GEMA Motorcars juga menjalin kerja sama dengan bengkel resmi dan pihak terkait untuk memastikan konsumen tetap memiliki akses terhadap layanan perawatan dan garansi. Kerja sama tersebut mencakup kendaraan dari merek seperti Mercedes-Benz dan Porsche, termasuk unit impor yang tidak dibeli langsung melalui jaringan distributor resmi di Indonesia.
Gary menilai, dukungan purnajual merupakan aspek penting, terutama untuk kendaraan premium yang membutuhkan penanganan khusus. Dengan menggandeng bengkel resmi, konsumen dapat memperoleh layanan perawatan dan, sesuai ketentuan yang berlaku, opsi garansi tanpa harus bergantung pada bengkel internal showroom.
“Kalau beli di GEMA, tidak usah pusing mengenai servis atau garansi. Kita sudah bekerja sama dengan bengkel resmi. Jadi, ketika konsumen mau servis, kita bisa bantu mengarahkan ke jaringan yang tepat,” jelasnya.
Ia melanjutkan, keputusan untuk menggandeng bengkel resmi juga menjadi langkah untuk menjaga kualitas layanan sekaligus meminimalkan risiko dalam menangani teknologi kendaraan yang semakin kompleks, termasuk mobil hybrid.
GEMA Motorcars sendiri telah memasukkan sejumlah model hybrid ke dalam portofolionya, di antaranya Lamborghini Revuelto dan Mercedes-Benz G63 generasi terbaru yang menggunakan teknologi elektrifikasi. Namun, Gary menegaskan bahwa perusahaan tetap mempertimbangkan kesiapan layanan perawatan sebelum membawa lebih banyak model dengan teknologi tersebut ke Indonesia.
“Kita tidak mau ambil risiko. Mesin-mesin hybrid ini ada kalanya membutuhkan perawatan dan sebagainya. Karena itu, kita menggandeng bengkel-bengkel resmi untuk mendukung kebutuhan tersebut,” ujarnya.
Dalam hal pengadaan kendaraan, GEMA Motorcars melakukan pencarian unit dari berbagai negara, termasuk Hong Kong, Jepang, Australia, dan Inggris, dengan mempertimbangkan ketersediaan kendaraan bersetir kanan serta persyaratan impor yang berlaku.
Gary menjelaskan, proses mendatangkan mobil baru dari luar negeri umumnya membutuhkan waktu sekitar tiga bulan. Durasi tersebut mencakup perjalanan internasional, proses kepabeanan, pemeriksaan, dan pengurusan perizinan.
“Biasa, mendatangkan mobil baru itu sekitar tiga bulan. Perjalanan dari luar negeri ke sini saja sudah sekitar 70 sampai 90 hari. Setelah itu, kita masih harus melakukan clearance, pemeriksaan, dan mengurus izin,” katanya.
Pasar GEMA Motorcars pun tidak terbatas di Jakarta. Gary menyebut perusahaan telah melayani konsumen dari berbagai daerah, termasuk Surabaya, Magelang, Jawa Timur, hingga Kalimantan. Menurutnya, jangkauan tersebut menunjukkan bahwa permintaan terhadap kendaraan premium datang dari beragam wilayah di Indonesia.
Ke depan, selain memperkuat portofolio kendaraan baru, GEMA Motorcars akan terus mengembangkan layanan dan jaringan pendukungnya. Gary juga membuka kemungkinan membangun kembali komunitas otomotif yang dapat menjadi wadah bagi para pemilik mobil premium untuk saling terhubung.
Baca Juga: GEMA Motorcars Perkuat Ekosistem Jual Beli Mobil Premium dan Sports Car di Indonesia