Growthmates, memasuki usia 20-an, banyak anak muda mulai memikirkan cara membangun kekayaan dan mencapai kebebasan finansial. Keinginan untuk segera berinvestasi di berbagai instrumen pun sering muncul, terlebih ketika informasi tentang saham, reksa dana, hingga aset lainnya semakin mudah ditemukan.

Namun, sebelum terburu-buru menanamkan uang ke berbagai instrumen investasi, ada hal mendasar yang perlu diperhatikan, yaitu meningkatkan kemampuan diri agar memiliki penghasilan yang lebih besar.

Founder Finansialku, Melvin Mumpuni, CFP®, menyarankan, anak muda yang baru memulai karier untuk lebih memprioritaskan investasi pada diri sendiri.

Menurut Melvin, ketika modal finansial masih terbatas, mengembangkan pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan jaringan bisa menjadi langkah penting untuk membangun fondasi keuangan jangka panjang.

Dalam perbincangan yang dikutip dari akun Instagram @unscriptedbytheresa, Melvin menilai bahwa anak muda berusia 20-an umumnya memiliki semangat besar untuk segera memperoleh kekayaan.

Keinginan tersebut terkadang mendorong mereka mencoba berbagai instrumen investasi sekaligus, meski kemampuan finansialnya belum cukup kuat.

“Di usia 20-an itu, kalau misalnya lu memang mulai dari awal, modal lu belum cukup gede. Opsi lu atau pilihan lu tuh bisa terbatas. Biasanya orang-orang yang masih di usia 20 itu, eagerness untuk pengen cepat kaya, gede,” ungkap Melvin.

Daripada terburu-buru mengejar keuntungan dari investasi finansial, Melvin menyarankan agar anak muda memanfaatkan masa awal karier untuk memperkuat kualitas diri.

Menurutnya, pengembangan pengetahuan, keterampilan, pengalaman kerja, jaringan profesional, hingga personal branding dinilai dapat membantu membuka lebih banyak peluang di masa depan.

“Menurut gue, kalau misalnya gue balik lagi di usia itu, gue akan fokus investasi di segala sesuatu yang berhubungan diri gue sendiri sih. Ya knowledge, skills, kemudian experience ditambah, kemudian jaringan gue, personal branding,” tuturnya.

Baca Juga: Tetap Tenang dan Bebas Stres, Ini Strategi Cerdas Mengatur Keuangan Saat Memiliki Cicilan

Melvin juga mengingatkan bahwa mencoba berinvestasi di terlalu banyak instrumen sekaligus, terutama ketika dana yang dimiliki masih terbatas, dapat membuat pengelolaan keuangan menjadi kurang terarah.

Uang yang seharusnya bisa dialokasikan secara terencana justru tersebar ke berbagai pilihan tanpa strategi yang jelas.

“Kalau misalnya sekarang di awal-awal langsung investasi sana, investasi sini, investasi sana, sini, sini, nanti yang ada apa? Yang ada uang lu kececer, kebanyakan gitu,” jelasnya.

Karena itu, menurut Melvin, prioritas anak muda yang baru memasuki dunia kerja sebaiknya adalah meningkatkan kemampuan untuk menghasilkan pendapatan.

Semakin baik keterampilan dan pengalaman yang dimiliki, kata dia, semakin besar pula peluang untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, meningkatkan penghasilan, atau mengembangkan sumber pendapatan lainnya.

“Karena pada awal-awalnya kalau menurut gue, kalau misalnya lu masih muda, masih awal banget memulai karier, mendingan lu gedein kemampuan lu untuk menghasilkan penghasilan lu,” ungkapnya.

Ketika penghasilan sudah lebih stabil dan memiliki ruang lebih besar untuk menyisihkan uang, investasi finansial dapat menjadi pilihan yang semakin menarik.

Melvin memberikan gambaran bahwa ketika seseorang mampu memperoleh penghasilan sekitar Rp20 juta hingga Rp30 juta per bulan atau lebih, kesempatan untuk mengalokasikan dana ke investasi bisa semakin terbuka.

“Uangnya udah, penghasilannya udah tertentu, let's say bisa sampai Rp20 juta atau Rp30 juta per bulan atau bahkan lebih. Nah, di situ investasi itu jadi lebih menarik,” pungkas Melvin.

Baca Juga: Cara Mengatur Keuangan Freelancer agar Tetap Aman Meski Penghasilan Tak Menentu