Growthmates, dunia perawatan kulit atau skincare terus berkembang, terutama dalam hal penggunaan bahan aktif. Selama satu dekade terakhir, kandungan seperti niacinamide, asam salisilat, retinol, peptida, hingga vitamin C semakin populer berkat media sosial dan mudahnya akses informasi kecantikan secara daring.

Tren ini turut mengubah cara konsumen memilih produk. Estimasi industri menunjukkan bahwa 62 persen konsumen Generasi Z mencari produk kecantikan berdasarkan kandungannya, bukan semata-mata merek. Sementara itu, pencarian terkait niacinamide dilaporkan meningkat sekitar 70 persen.

Meningkatnya kesadaran terhadap kandungan skincare tentu menjadi perkembangan positif. Namun, mengenali nama dan manfaat suatu bahan tidak serta-merta berarti bahan tersebut dibutuhkan oleh kulit.

Pemilihan produk tetap perlu mempertimbangkan kondisi kulit, kebutuhan, serta kecocokannya dengan rutinitas perawatan sehari-hari.

Hal ini semakin penting ketika tujuan perawatan bukan hanya mengatasi masalah kulit saat ini, tetapi juga menjaga kesehatan dan ketahanannya dalam jangka panjang atau skin longevity. Paparan sinar ultraviolet (UV), polusi, stres oksidatif, peradangan, dan iritasi berulang dapat memengaruhi kondisi kulit seiring waktu.

Dikutip dari Times of India, Selasa (13/10/2026), berikut sejumlah hal yang perlu diperhatikan saat memilih produk perawatan kulit agar sesuai dengan kebutuhan dan mendukung kesehatan kulit dalam jangka panjang.

1. Kenali Kondisi Kulit Sebelum Memilih Bahan Aktif

Sebelum memilih skincare, kenali terlebih dahulu kondisi kulit, mulai dari jerawat, pigmentasi, kulit kering, minyak berlebih, hingga sensitivitas. Jangan terburu-buru menggunakan bahan aktif yang sedang tren tanpa memahami kebutuhan kulit.

Kulit kering dan sensitif, misalnya, bisa semakin iritasi jika terlalu sering menggunakan eksfolian. Sementara itu, masalah pigmentasi perlu diimbangi dengan penggunaan tabir surya secara rutin.

Dr. Vaibhav Mittal, pendiri sekaligus CEO Karmic Beauty, menjelaskan bahwa perawatan kulit perlu mempertimbangkan kondisi, kemampuan pemulihan, serta faktor lingkungan yang memengaruhinya.

“Di sinilah konsep kesehatan dan ketahanan kulit jangka panjang (skin longevity) menjadi pola pikir penting dalam perawatan kulit. Kondisi kulit, kemampuannya untuk memulihkan diri, serta lingkungan tempat kulit berada semuanya memengaruhi cara kerja kulit seiring waktu,” jelasnya.

2. Pahami Fungsi Kandungan Aktif dalam Skincare

Setiap bahan aktif memiliki fungsi berbeda. Niacinamide membantu mendukung fungsi pelindung kulit, asam salisilat membantu mengatasi pori-pori tersumbat, sedangkan retinol kerap digunakan untuk memperbaiki tekstur kulit dan menyamarkan tanda penuaan.

Bahan seperti NAD+, Photobiome™, dan sel punca Noni juga menjadi perhatian dalam pembahasan kesehatan kulit jangka panjang. Namun, potensi bahan yang masih diteliti perlu dibedakan dari manfaat yang telah terbukti secara klinis.

Karena itu, perhatikan bukti ilmiah, keamanan, dan kesesuaian bahan aktif dengan kebutuhan kulit sebelum menggunakannya.

Baca Juga: Bos ParagonCorp Ungkap Hubungan Lifestyle dan Kesehatan Kulit: Tak Cukup Hanya Pakai Skincare