Keunggulan lain yang dikembangkan GEMA Motorcars adalah hubungan dengan pelanggan setelah transaksi selesai. Hengky mengatakan, pihaknya tetap berupaya membantu ketika konsumen membutuhkan penanganan tertentu, seperti pemasangan kaca film, atau bantuan terkait kebutuhan teknis kendaraan lainnya.
Baginya, pelayanan setelah pembelian menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan pelanggan. Hubungan yang terjalin tidak hanya membuka peluang pembelian berikutnya, tetapi juga mendorong rekomendasi kepada keluarga, teman, dan rekan bisnis.
“Kita juga pernah jadi customer, jadi apa yang kita rasa kurang dari tempat lain, jangan sampai kurang di tempat kita,” tegasnya.
Untuk memperluas layanan, GEMA Motorcars juga membangun ekosistem bisnis bersama ROEMAH GEMA, lini usaha yang menangani mobil bekas, termasuk kendaraan yang masuk melalui skema tukar tambah atau trade-in. Dengan pendekatan ini, pelanggan yang ingin mengganti kendaraan dapat sekaligus menawarkan mobil lamanya melalui jaringan showroom tersebut.
Hengky mencontohkan, pelanggan yang ingin membeli Mercedes-Benz G-Class tetapi masih memiliki Toyota Land Cruiser dapat menyerahkan kendaraan lamanya untuk dipasarkan melalui Rumah GEMA. Pilihan ini membuat proses pergantian mobil lebih praktis karena pelanggan tidak harus mencari pembeli sendiri sebelum melakukan transaksi baru.

“Customer itu jarang mau jual mobilnya saja. Biasanya mereka mau trade-in, jadi kita siapkan ekosistemnya,” kata Hengky.
Fleksibilitas tersebut juga berlaku bagi pelanggan yang ingin mengganti kendaraan setelah masa kepemilikan relatif singkat.
Menurut Hengky, GEMA Motorcars dapat membantu memproses pertukaran kendaraan, termasuk ketika pelanggan ingin beralih dari G-Class ke Porsche, selama nilai kendaraan dan selisih pembayaran sesuai perhitungan.
“Selagi masih bisa dikalkulasi, ya kita terima. Customer mau tukar G-Class ke Porsche, tinggal kita hitung berapa tambahannya. Kalau cocok, kita jalankan,” ujarnya.
Di sisi pemasaran, GEMA Motorcars mengandalkan media sosial seperti Instagram dan jaringan relasi, dengan konten yang lebih banyak mengedepankan pendekatan ringan dan hiburan dibandingkan promosi penjualan secara langsung.
Hengky mengungkapkan bahwa akun Instagram GEMA Motorcars pernah mencatat traffic hingga 27 juta dalam satu bulan ketika jumlah pengikutnya masih sekitar 14 ribu, tanpa menggunakan iklan berbayar.
“Traffic-nya waktu itu 27 juta dalam satu bulan, padahal followers kita cuma sekitar 14 ribu. Itu juga tanpa ads,” pungkasnya.
Baca Juga: GEMA Motorcars Perkuat Ekosistem Jual Beli Mobil Premium dan Sports Car di Indonesia