Kiprah Teuku di dunia seni pertunjukan juga tak berhenti pada akting di depan kamera. Ia beberapa kali terlibat dalam pementasan teater, di antaranya Nyai Ontosoroh (2007), Subversif! (2015), Khatulistiwa (2016), dan Untuk Ibu: Kasih Anak Sepanjang Jalan, Kasih Ibu Sepanjang Masa (2018).

Selain menjadi aktor, Teuku Rifnu Wikana juga pernah terlibat di balik layar sebagai sutradara, penulis skenario, produser, hingga pelatih akting. Ia menjadi sutradara film Garis Hitam (2008), pengarah peran dalam Kalau Cinta Jangan Cengeng (2009), serta produser dan penulis skenario Night Bus (2017). Ia juga menyutradarai serial Menutup Malam dengan Harapan dan Ray of Light serta menjadi pelatih akting untuk serial Pulang-Pulang Ganteng.

Penghargaan dan Nominasi

Kiprah Teuku Rifnu Wikana di dunia seni peran juga membawanya meraih sejumlah penghargaan dan nominasi. Berikut di antaranya:

2011 – Nominasi Indonesian Movie Actors Awards melalui film Darah Garuda.

2015 – Nominasi Indonesian Movie Actors Awards melalui film Di Balik 98.

2015 – Nominasi Festival Film Bandung untuk kategori Pemeran Pria Terpuji Film Televisi lewat Hati-Hati dengan Hati.

2017 – Meraih penghargaan Pemeran Utama Pria Terbaik dalam Festival Film Indonesia melalui film Night Bus.

2017 – Night Bus memenangkan kategori Film Cerita Panjang Terbaik dalam Festival Film Indonesia. Teuku juga menjadi bagian dari tim yang memenangkan kategori Penulis Skenario Adaptasi Terbaik.

Baca Juga: Berkenalan dengan Dimas Danang Suryonegoro, Intip Jejak Karier Aktor Film Ghost in the Cell

2017 – Night Bus masuk nominasi Film Cerita Panjang Terpilih dan Aktor Utama Terpilih di Piala Maya. Kategori Penulis Skenario Adaptasi Terpilih berhasil dimenangkan.

2018 – Meraih penghargaan Pemeran Utama Pria Terbaik dalam Indonesian Movie Actors Awards melalui Night Bus.

2018 – Nominasi Pemeran Pendukung Pria Terbaik Festival Film Indonesia melalui film Wage.

2019 – Nominasi Piala Maya untuk kategori Penampilan Singkat nan Berkesan melalui Perempuan Tanah Jahanam.

2021 – Meraih penghargaan Aktor Pendukung Terbaik Genre Horor dalam Festival Film Wartawan Indonesia melalui Survive.