Perjalanan Karier
Sebelum dikenal sebagai produser film, Sheila Timothy lebih dulu meniti karier sebagai account manager di Indo Ads. Pekerjaannya saat itu juga membuat Lala cukup sering terlibat dalam berbagai produksi iklan. Selain itu, ia turut membantu mengembangkan perusahaan musik milik keluarganya, PT Remaco.
Perjalanan Lala di dunia film kemudian dimulai ketika ia menjadi manajer atas permintaan sang adik, Marsha Timothy. Dari situlah ia bertemu dengan sutradara Joko Anwar yang kala itu menawarkan naskah Pintu Terlarang.
Pada 2008, Lala bersama sang suami, Luki Wanandi, mendirikan rumah produksi LifeLike Pictures. Film Pintu Terlarang kemudian menjadi salah satu proyek awal yang ia produseri.
Siapa sangka, karya debutnya itu justru mendapat apresiasi di berbagai festival film internasional, termasuk Rotterdam International Film Festival 2008, serta meraih penghargaan Film Terbaik di Puchon International Fantastic Film Festival 2009.
Baca Juga: Nia Dinata dan Jejak Kariernya Jadi Produser dan Sutradara Ternama
Sejak saat itu, Lala terus terlibat dalam berbagai proyek film dengan genre yang beragam. Beberapa film yang pernah diproduserinya antara lain Pintu Terlarang, Modus Anomali, Tabula Rasa, Banda, The Dark Forgotten Trail, Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212, hingga My Annoying Brother. Ia juga terlibat sebagai co-producer dalam film Mudik.
Tak hanya film layar lebar, Lala juga merambah produksi serial web. Beberapa proyek yang pernah digarapnya sebagai produser di antaranya Detektif Soleh, Angkringan the Series, dan Once Upon a Time in Chinatown. Dalam serial terakhir, Lala juga turut terlibat sebagai sutradara.
Kiprah Sheila Timothy sebagai produser juga membawanya masuk dalam sejumlah ajang penghargaan.
Pada 2018, ia mendapat nominasi Piala Maya untuk kategori Skenario Adaptasi Terpilih melalui film Wiro Sableng: Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212. Setahun kemudian, Lala meraih penghargaan Film Box Office Terbaik dalam Indonesian Box Office Movie Awards 2019.