Tak sampai di situ, Marissa juga memperdalam ilmu media dan komunikasi di Loughborough University, Inggris.
Ia diketahui pernah belajar lima bahasa selain bahasa Indonesia, yaitu bahasa Inggris, Jepang, Prancis, Mandarin dan Italia. Bahkan. Marissa juga sempat belajar akting di The Actors Studio di Australia.
Menjadi publik figur dengan banyak karya yang menginspirasi, tak heran bila kehidupan pribadinya ikut mencuri sorotan. Marissa Anita resmi dipersunting oleh Andrew Trigg pada 2008 silam.
Sayang, pernikahan yang sudah berjalan selama kurang lebih 17 tahun lamanya itu harus kandas. November 2025 lalu, Marissa resmi melayangkan gugatan cerai terhadap Andrew setelah menjalani biduk rumah tangga yang tak pernah diterpa isu miring tersebut.
Baca Juga: Berkenalan dengan Ira Wibowo, Aktris Senior yang Masih Eksis di Dunia Hiburan
Perjalanan Karier
Marissa Anita mengawali kariernya di dunia jurnalistik. Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia menekuni profesinya sebagai reporter lapangan untuk stasiun Metro TV sejak 2008 hingga 2011.
Pada tahun terakhirnya bergabung dengan Metro TV, Marissa berkesempatan meliput Cannes Film Festival di Prancis bersama jurnalis dari berbagai negara. Sejak Mei 2013 hingga Juni 2019, Marissa kemudian beralih menjadi pembawa acara Indonesia Morning Show serta sejumlah program berita lainnya di stasiun televisi swasta NET.
Memasuki 2020, ia bergabung dengan kanal digital milik Najwa Shihab, Narasi TV, serta stasiun televisi milik Telkom Indonesia, SEA Today. Di sana, Marissa membawakan program SEA Morning Show yang mengusung format serupa dengan Indonesia Morning Show, namun disajikan dalam bahasa Inggris.
Selain sebagai jurnalis, Marissa Anita sebenarnya telah lebih dulu merintis karier di dunia akting. Sejak 2005, ia aktif di komunitas teater dan kerap tampil dalam pementasan berbahasa Inggris bersama The Jakarta Players di Jakarta. Pengalaman ini menjadi fondasi awalnya dalam dunia seni peran.
Pada Mei 2013, Marissa berperan sebagai Padusi dalam pementasan teater Padusi yang mengangkat legenda perempuan Minangkabau. Pementasan yang disutradarai Rama Soeprapto itu digelar di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, dan menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan aktingnya.