Sudah lama tak terdengar kabarnya di industri kreatif, sosok Lembu Wiworo Jati sempat kembali mencuri perhatian beberapa waktu lalu. Ini lantaran hubungan baiknya dengan sang mantan istri, Masayu Anastasia, yang menjadi sorotan.
Meski sudah berpisah, Lembu menjalin hubungan baik dengan sang mantan istri. Melihat hal tersebut, tak sedikit warganet yang berharap keduanya kembali rujuk menjadi pasangan suami dan istri. Namun, usut punya usut, hubungan baik yang dijalin Lembu dan Masayu semata-mata untuk menjadi orang tua yang baik bagi putri mereka, Samara.
Terlepas dari itu, berikut telah Olenka rangkum dari berbagai sumber, Jumat (2/1/2026), untuk mengenal lebih lanjut sosok dan perjalanan karier sang vokalis band Clubeighties.
Profil Lembu Wiworo Jati
Dikenal sebagai musisi sekaligus aktor, Lembu Wiworo Jati lahir pada 7 Mei 1976 di Cilacap, Jawa Tengah.
Lembu merupakan putra dari pasangan Gajah Supardi dan Widiastuti. Sang ayah diketahui memiliki profesi sebagai seorang sutradara. Lembu juga memiliki saudara perempuan bernama Mellok Pujiastuti.
Ayah satu anak ini sempat menempuh pendidikan di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) pada 1995 dan lulus tahun 1998. Tak alam setelah lulus, ia membentuk grup band yang membuat namanya dikenal publik, Clubeighties.
Besar di ranah hiburan Tanah Air, tak heran bila kehidupan pribadi Lembu juga kerap menjadi sorotan. Lembu resmi mempersunting Masayu Anastasia pada 6 Juli 2008.
Dari pernikahannya itu, mereka dikaruniai seorang putri cantik jelita, Samara Anaya Amandari yang lahir pada 19 Oktober 2009. Sayang, pernikahannya mereka tidak bertahan lama dan berakhir cerai pada Maret 2016.
Perjalanan Karier
Sebagaimana yang sudah disebutkan sebelumnya, Lembu mulai menjajaki kariernya di dunia musik setelah menyelesaikan pendidikan tingginya. Bersama Vincent Ryan Rompies, Cliffton Jesse Rompies, Sukma Perdana Manaf dan Deddy Mahendra Desta, ia membentuk grup band "Clubeighties" atau dikenal sebagai Club 80’s.
Lembu berperan sebagai vokalis, Vincent sebagai basis, Clifton sebagai gitaris, Sukma sebagai keyboardist, dan Desta sebagai drummer. Bersama Club 80’s, Lembu telah memiliki lima album yang populer di masanya.
Di antaranya adalah Clubeighties (2001), 1982 (2002), Summer 83 (2005), Summer Moved On (2007), dan 80 Kembali (2009). Sayangnya, Vincent dan Desta memilih hengkang setelah Clubeighties merilis album 80 Kembali.
Bukan hanya di industri musik, Lembu juga melebarkan kariernya ke dunia seni peran. Ia memulai debut aktingnya melalui film Banyu Biru (2005) dengan memerankan tokoh Agus.
Selanjutnya, Lembu tampil dalam film 9808 Antologi 10 Tahun Reformasi Indonesia (2008) pada segmen “Di Mana Saya?”, serta Barbi3 pada tahun yang sama sebagai seorang mahasiswa. Karier aktingnya berlanjut dengan peran Papi Junot dalam film 1000 Balon (2013) dan Bobby dalam film 3 Dara (2015).
Selain film layar lebar, Lembu juga terlibat dalam serial web. Pada 2024, ia tampil dalam Joko Anwar’s Nightmares and Daydreams sebagai Iwan pada episode keenam.
Baca Juga: Profil dan Perjalanan Karier Deddy Mahendra Desta, Pemeran ‘Dono’ di Film Warkop DKI Reborn
Kehadiran Lembu di dunia seni peran, membuatnya memperoleh nominasi Best Crying Scene dalam ajang MTV Indonesia Movie Awards melalui perannya dalam film Banyu Biru pada 2005 silam.
Selain berkarier sebagai musisi dan aktor, Lembu juga aktif di berbagai bidang kreatif lainnya. Pada 2005, ia pernah menjadi presenter bersama Caroline Zachrie dalam acara Tribute To yang ditayangkan di Global TV, sekaligus memulai debut aktingnya melalui film Banyu Biru pada tahun yang sama.
Lembu juga sempat berkiprah sebagai penyiar radio di Hard Rock FM Jakarta dengan mengisi program Good Morning Hardrockers Show dan Drive n’ Jive.
Di balik layar, ia terlibat dalam penggarapan sejumlah video musik dan iklan televisi sebagai sutradara. Pada 2015, Lembu mendirikan sebuah agensi periklanan bernama Lorem Ipsum Digital, menandai perluasan perannya di industri kreatif.