Siapa yang tak mengenal Chiki Fawzi? Terlepas dari kiprahnya di dunia hiburan, sosoknya juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.

Ia pernah berangkat ke Gaza, Palestina, untuk menyalurkan bantuan secara langsung bersama puluhan aktivis dan relawan internasional, dengan mencoba menembus kawasan konflik melalui jalur laut. Aksi tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kepeduliannya terhadap isu kemanusiaan global.

Tak hanya itu, Chiki juga aktif dalam kegiatan sosial di Tanah Air. Saat terjadi bencana di wilayah Sumatera dan Aceh beberapa waktu lalu, ia turut terjun langsung sebagai relawan untuk membantu para korban terdampak di sana.

Berikut telah Olenka rangkum dari berbagai sumber, Jumat (20/3/2026), untuk mengenal lebih lanjut sosok dan perjalanan karier Chiki Fawzi.

Baca Juga: Cerita Chiki Fawzi Rintis Brand Chikigo Berkat Dorongan Sang Ibunda

Profil Chiki Fawzi

Chiki Fawzi, yang memiliki nama lengkap Marsha Chikita Fawzi, lahir pada 28 Januari 1989. Ia merupakan anak bungsu dari pasangan Ikang Fawzi dan Marissa Haque, serta adik dari Isabella Fawzi.

Keluarga ini sempat diliputi duka mendalam setelah sang ibu, Marissa Haque, meninggal dunia secara mendadak pada Rabu dini hari, 2 Oktober 2024, yang diduga akibat sudden cardiac arrest.

Dalam hal pendidikan, Chiki menempuh studi di Multimedia University, Selangor, Malaysia, dengan mengambil jurusan film animasi. Ia berhasil meraih gelar Bachelor of Creative Multimedia pada tahun 2011.

Perjalanan Karier

Darah seni memang mengalir kuat dalam diri Chiki Fawzi. Namun, alih-alih hanya berfokus pada dunia keartisan, ia memilih menyalurkan kreativitasnya melalui berbagai bidang seni yang lebih luas.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Multimedia University, Chiki sempat menjalani magang di Les' Copaque Production, rumah produksi di balik serial animasi populer Upin & Ipin. Dari pengalaman tersebut, ia terlibat langsung dalam proses produksi hingga kemudian dipercaya menjadi karyawan tetap sebagai komposer efek visual pada 2010.

Salah satu kontribusinya yang cukup dikenal adalah dalam pengembangan karakter Susanti, tokoh anak Indonesia yang bersahabat dengan anak-anak Tadika Mesra di Upin & Ipin. Pengalaman berharga ini menjadi bekal bagi Chiki untuk melangkah lebih jauh di industri kreatif.

Sekembalinya ke Indonesia pada 2012, Chiki mendirikan rumah produksi animasi independen bernama Monso House bersama lima rekannya. Lewat perusahaan ini, ia terus mengembangkan karya-karya kreatif di bidang animasi.

Tak hanya di dunia animasi, Chiki juga aktif sebagai seniman visual. Ia dikenal kerap membuat berbagai karya seni rupa, termasuk lukisan mural yang menunjukkan sisi artistiknya.

Baca Juga: Comeback ke Layar Lebar, Intip Profil dan Perjalanan Karier Ikang Fawzi

Di bidang musik, Chiki memulai debut sebagai penyanyi pada 2016 dengan merilis album independen Dimulai dari Mimpi. Menariknya, seluruh proses kreatif dalam album tersebut dikerjakannya sendiri, mulai dari penciptaan lagu hingga desain sampul. Distribusi albumnya dibantu oleh Demajors.

Album ini memiliki nilai sosial, di mana setiap penjualannya turut menyumbang bagi Rumah Harapan, sebuah rumah singgah untuk anak-anak dengan penyakit serius, khususnya leukemia. Bagi Chiki, proyek musik ini lebih menjadi wadah berkarya dibanding sekadar mengejar popularitas.

Selain itu, ia juga merilis beberapa lagu lain seperti Belukar Dunia, Bulan di Telinga, dan Halo Jelita dalam rentang 2016 hingga 2019.

Tak berhenti di situ, Chiki juga memiliki bisnis fesyen bernama Chikigo, dengan desain yang ia rancang sendiri. Ada cerita menyentuh hati di balik didirikannya Chikigo pada 2020 lalu. 

Memiliki bakat sebagai illustrator, Chiki Fawzi memutuskan terjun ke dunia bisnis berkat dorongan sang ibunda. Mendiang Marissa Haque, diakui Chiki, menyukai karya gambarnya dan begitu tertarik dengan barang-barang UMKM.

Chiki terdorong untuk merintis bisnis Chikigo, agar sang ibunda bisa menggunakan produknya sendiri dan memperkenalkan kepada kolega serta teman-teman sejawatnya.

Selain itu, ia sempat menjajal dunia akting dengan membintangi sejumlah film, seperti 99 Nama Cinta, Duka Sedalam Cinta, dan Ketika Gagah Pergi.