Film Agak Laen: Menyala Pantiku! masih menjadi topik perbincangan hangat dalam beberapa waktu terakhir. Sejak awal penayangan, film garapan sutradara Muhadkly Acho ini terus mencatat kenaikan jumlah penonton setiap harinya. Kini, film yang dibintangi kuartet Boris Bokir, Indra Jegel, Bene Dion, dan Oki Rengga ini resmi meraih 4.002.528 penonton.

Bukan hanya kuartet Agak Laen yang jadi perhatian, para pemain lainnya juga ikut mencuri sorotan. Salah satunya Ariyo Wahab yang berperan sebagai Komandan Ario. Ia tampil sebagai atasan dari Bene, Boris, Jegel, dan Oki. Dalam misi kocak di panti jompo itu, Komandan Ario sering muncul dengan perintah tegas dan batasan-batasan yang justru bikin situasi makin seru.

Berikut ini telah Olenka rangkum dari berbagai sumber, Minggu (7/12/2025), untuk mengenal lebih lanjut sosok Ariyo Wahab.

Baca Juga: Profil dan Perjalanan Karier Boris Bokir, dari Stand Up Comedy hingga Bintang Film

Profil Ariyo Wahab

Lahir 1 Juli 1974 di Jakarta, Ariyo Wahab mulanya dikenal publik sebagai seorang musisi. Ia merupakan pendiri sekaligus vokalis The Dance Company bersama Baim, Nugie, dan Pongki Barata. 

Sebelumnya, Sarjana Hukum dari Universitas Trisakti ini merupakan pendiri dan vokalis State of Groove dan Glasses, yang menjadi cikal bakal terbentuknya Ungu.

Sudah lama berkarya di dunia hiburan, kehidupan pribadinya pun tak lepas dari perhatian. Pada 2002, Ariyo menikahi Milasari Wardhani, dan dari pernikahan tersebut mereka dikaruniai tiga putri mereka adalah Kyra Wahab, Jaimie Wahab, dan Sabine Wahab.

Karier Sebagai Musisi

Ariyo memulai perjalanan musiknya dengan membentuk grup 24 Hours bersama Freddy, Bango, dan Ai pada 1989 hingga 1993.

Setelah itu, ia mendirikan grup Glasses (1993–1996) bersama Ekky Hediakto (gitar), Pasha Akbar (drum), Deddy Odhot (gitar), dan Herry Surya (bass). 

Pada 1996, Glasses berganti nama menjadi Ungu setelah Deddy Odhot mengundurkan diri. Namun, tidak lama kemudian, pada 1997, Ariyo dan Herry juga memutuskan keluar dari Ungu.

Ariyo kemudian membentuk grup State of Groove bersama Emil, Ciko, Joko, dan Tomo, sebelum akhirnya ia kembali hengkang pada 2001. Grup ini sempat menelurkan album bertajuk Bebas dan kemudian album solonya bertajuk Dunia Mimpi.

Setelah sempat bergabung dengan band rock Free On Saturday, Ariyo kemudian menjadi bagian dari The Dance Company pada 2007, bersama Ibrahim Imran (Baim), Pongki Barata, dan Nugie.

Belum lama ini, Ariyo juga baru merilis single bertajuk Cinta. 

Baca Juga: Profil dan Perjalanan Karier Indra Jegel, dari Panggung Komika hingga Terjun ke Layar Lebar

Karier di Film

Tidak cukup hanya bernyanyi, Ariyo juga menggeluti dunia akting dan debut lewat film Biarkan Bintang Menari yang tayang pada 2003 silam. Sejak itu, ia semakin aktif membintangi berbagai judul film lintas genre 

Mulai dari drama, komedi, hingga aksi. Beberapa di antaranya Negeri 5 Menara, Keluarga Cemara, Love for Sale 2, Sayap Sayap Patah, hingga Hati Suhita. Dalam beberapa tahun terakhir, ia semakin sering tampil di film-film populer, termasuk di Agak Laen: Menyala Pantiku!, di mana ia berperan sebagai Komandan Ario. 

Selain aktif di film panjang, Ariyo Wahab juga terlibat di berbagai proyek lain. Ia pernah menyutradarai film pendek Insting Nathalie (2011), yang menandai eksplorasinya di balik layar.

Di dunia serial televisi, ia tampil dalam program I-Sinema dan Yukita Tawa pada pertengahan 2000-an. 

Baca Juga: Mengintip Profil dan Perjalanan Karier Komika Rigen Rakelna

Sementara di ranah serial web, Ariyo semakin aktif dengan beragam peran. Mulai dari Ustaz Karim di Negeri 5 Menara, Dicky Hakim di Gossip Girl Indonesia, hingga muncul di Cerita Tentang Menyudahi, Write Me a Love Song, Wedding Agreement The Series, Catatan Akhir Sekolah The Series, dan Open BO

Ariyo juga pernah memerankan Deddy Dores dalam Nike Ardilla The Series serta kembali sebagai Bang Ape diadaptasi serial Rembulan Tenggelam di Wajahmu.

Ariyo pun kerap tampil di FTV, termasuk Juli di Bulan Juni, Ketika Ayah Pulang, Miss Popular, dan sejumlah judul lainnya. Tak hanya itu, ia juga pernah bermain teater lewat Jakarta Pagi Ini: A Slank Musical pada 2014.