Pasangan suami istri yang belum dikaruniai anak setelah bertahun-tahun menikah kerap mencari tahu penyebabnya, termasuk mempertanyakan apakah perbedaan golongan darah dapat memengaruhi kesuburan.
Salah satu pertanyaan yang muncul adalah apakah perempuan bergolongan darah O yang menikah dengan laki-laki bergolongan darah AB akan mengalami kesulitan untuk hamil.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik, Prof. Dr. Zubairi Djoerban, SpPD-KHOM, FINASIM, memaparkan, golongan darah O tidak terbukti menjadi penyebab infertilitas. Karena itu, perempuan dengan golongan darah tersebut tidak perlu langsung mengaitkan kesulitan memperoleh keturunan dengan golongan darahnya.
Prof. Zubairi menyampaikan penjelasan tersebut saat menanggapi pertanyaan seorang perempuan yang mengaku telah lebih dari tiga tahun menikah, tetapi belum dikaruniai anak. Perempuan itu memiliki golongan darah O, sedangkan suaminya bergolongan darah AB.
“Sudah cukup banyak penelitian membuktikan bahwa sebagian besar penelitian, hampir semuanya, menyatakan bahwa golongan darah O tidak terkait dengan infertilitas. Jadi, ibu golongan darah O tidak berarti menjadi tidak subur. Itu tidak benar,” terang Prof. Zubairi, dikutip dari laman Instagram pribadinya, Kamis (29/10/2026).
Prof. Zubairi menjelaskan, kehamilan melibatkan sejumlah proses biologis yang tidak hanya bergantung pada satu faktor.
Secara umum, kata dia, kehamilan dapat terjadi ketika sel telur bertemu dengan sperma, tetapi ada beberapa kondisi pada sistem reproduksi perempuan maupun laki-laki yang perlu diperiksa untuk mengetahui penyebab sulitnya memperoleh keturunan.
Pada perempuan, salah satu hal yang perlu dievaluasi adalah kondisi sel telur. Dokter juga perlu memeriksa saluran tuba falopi, yakni saluran yang menghubungkan area ovarium dengan rahim dan menjadi tempat terjadinya pembuahan. Saluran tersebut perlu dipastikan terbuka agar sel telur dan sperma dapat bertemu.
“Yang pertama, si ibu dulu telurnya bagaimana? Telurnya ada tidak, satu. Yang kedua, saluran itu kan ketemunya bukan di daerah ovarium, namun ketemunya di tuba falopi. Apakah tubanya terbuka atau tidak? Itu harus diperiksa dulu oleh dokter kandungan,” ungkapnya.
Baca Juga: Bukan Sekadar Masalah Kesuburan, Ini Cara Kelola PMOS Lewat Perubahan Gaya Hidup
Selain kondisi sel telur dan saluran tuba falopi, lanjut Prof. Zubairi, kesehatan rahim juga menjadi aspek penting dalam evaluasi kesuburan. Dokter perlu menilai apakah kondisi rahim mendukung terjadinya dan berlangsungnya kehamilan. Sejumlah gangguan pada sistem reproduksi, termasuk endometriosis, dapat turut memengaruhi peluang seseorang untuk hamil.
Pemeriksaan tidak hanya perlu dilakukan pada pihak perempuan. Prof. Zubairi menegaskan bahwa faktor laki-laki juga berperan dalam proses terjadinya kehamilan, terutama berkaitan dengan kondisi sperma.
Menurutnya, pemeriksaan sperma diperlukan untuk mengetahui apakah sperma tersedia dalam jumlah yang memadai serta bagaimana pergerakannya. Jumlah dan pergerakan sperma merupakan beberapa aspek yang dapat memengaruhi peluang terjadinya pembuahan.
“Bagaimana suami? Nah, suami itu spermanya. Spermanya apakah pertama ada tidak? Kemudian jumlahnya cukup tidak? Kemudian yang berikutnya adalah aktivitas dari sperma itu aktif tidak?” tuturnya.
Karena penyebab infertilitas dapat berasal dari berbagai faktor, Prof. Zubairi menyarankan pasangan yang telah lama belum memperoleh keturunan untuk tidak sekadar menduga-duga penyebabnya.
Pemeriksaan medis diperlukan agar kondisi kedua pasangan dapat dievaluasi secara menyeluruh dan penanganan yang sesuai bisa ditentukan.
Ia pun menyarankan perempuan yang mengalami kesulitan hamil untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan yang memiliki keahlian khusus dalam menangani masalah infertilitas. Pasangan juga dapat mendatangi klinik fertilitas atau klinik infertilitas yang tersedia di sejumlah rumah sakit.
“Karena itu, ibu perlu ke dokter kandungan, tapi yang khusus mengenai infertilitas. Jadi, silakan ke klinik infertilitas. Itu ada di banyak rumah sakit yang mempunyai klinik khusus infertilitas. Silakan datang ke sana,” pungkas Prof. Zubairi.
Baca Juga: 5 Faktor Gaya Hidup Ini Bisa Bikin Kesuburan Wanita Meredup, Apa saja?