Meski demikian, konsumsi tetap perlu memperhatikan jumlah, terlebih bagi mereka yang sudah didiagnosis memiliki kadar kolesterol tinggi.
"Kalau Anda orang sehat, menikmati durian itu nikmati saja. Tetapi ketika dokter sudah mengatakan Anda kolesterolnya tinggi, maka makan durian itu tetap harus diwaspadai dengan jumlah yang secukupnya," tambahnya.
Selain persoalan kolesterol, sebagian orang juga mengaku mengalami pusing atau sakit kepala setelah makan durian. Prof. Ali menjelaskan bahwa keluhan tersebut tidak serta-merta berkaitan dengan kolesterol. Pada sebagian individu, sensasi tersebut dapat dipengaruhi oleh kandungan gula, kalium, serat, dan lemak dalam durian.
Durian juga dikenal memiliki sifat hipertermik yang dapat menimbulkan sensasi tubuh terasa lebih panas setelah dikonsumsi. Respons tersebut dapat berbeda pada setiap orang, sehingga jumlah konsumsi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
Untuk mendapatkan manfaat durian tanpa berlebihan, Prof. Ali menyarankan agar buah tersebut dikonsumsi dalam jumlah yang wajar, sekitar 100 gram daging buah per hari. Dengan porsi yang terkontrol, durian tetap dapat menjadi bagian dari pola makan yang beragam dan seimbang.
Di sisi lain, lanjut Prof. Ali, durian juga memiliki kandungan vitamin C yang cukup baik. Ia pun mengingatkan bahwa sumber vitamin C tidak hanya berasal dari buah yang selama ini paling populer, yakni jeruk.
"Kita selama ini mengenal buah yang sumber vitamin C itu hanya jeruk saja, tetapi sebenarnya buah di sekitar kita seperti jambu biji, pepaya, jeruk, dan durian itu termasuk buah-buahan yang kaya akan vitamin C dan itu pasti ada banyak manfaatnya untuk dikonsumsi," tutupnya.
Baca Juga: Perempuan Makin Tua Rentan Kolesterol Naik, Ini Penjelasan Dokter