Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membantah kabar adanya pemangkasan kuota bahan bakar minyak (BBM) untuk Provinsi Bali hingga 50 persen. Menurutnya, pemerintah justru menambah kuota BBM untuk wilayah tersebut.
“Nggak ada, nggak ada kuota, bahkan ini saya tambahin,” ujar Bahlil di Fuel Terminal (FT) Sanggaran, Denpasar, Bali, dikutip Senin (19/10/2026).
Pernyataan Bahlil disampaikan di tengah antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Bali dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut sempat memicu kekhawatiran warga karena membuat aktivitas dan mobilitas terganggu.
Menurut Bahlil, antrean panjang bukan disebabkan pengurangan kuota BBM, melainkan karena kapal pengangkut BBM mengalami keterlambatan untuk bersandar.
Ia mengatakan, pemerintah telah mengambil langkah untuk memperkuat pasokan BBM di Bali. Bahlil bahkan memerintahkan agar kuota BBM yang sebelumnya setara dengan kebutuhan selama 11 hari ditingkatkan menjadi 15 hari.
“Saya malah hari ini baru memerintahkan, memutuskan lewat SKK Dirjen Migas dan BPH Migas untuk menaikkan kuota yang tadinya 11 hari, saya naikkan menjadi 15 hari,” kata Bahlil yang juga menjabat Ketua Umum Partai Golkar.
Di tengah persoalan tersebut, pemerintah sebelumnya juga menerapkan sejumlah langkah untuk mengatur distribusi BBM di Bali. Salah satunya melalui sistem pembelian BBM dengan skema ganjil-genap yang diperpanjang hingga 23 Oktober.
Kabar mengenai pengurangan pasokan BBM sebelumnya disampaikan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra. Ia menyebut pasokan BBM yang diterima wilayahnya sempat berkurang hingga di bawah 50 persen dari kebutuhan normal.
Sutjidra mengatakan kebutuhan normal BBM di Buleleng mencapai sekitar 340 kiloliter per hari untuk seluruh jenis BBM. Namun, pasokan yang diterima saat itu berada di bawah setengah dari kebutuhan tersebut.
“Ya, 340 kiloliter yang normal. Semuanya, semua jenis BBM. Tapi sekarang kan kita cuma diberikan di bawah 50 persen dari kebutuhan yang ada,” ujar Sutjidra di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Sabtu (17/10).
Baca Juga: Dijamin Kanda Bahlil: Stok BBM Nasional Nggak Bakal Kekurangan!
Dengan adanya tambahan kuota yang disebut Bahlil, pemerintah berharap persoalan pasokan BBM di Bali dapat segera teratasi dan antrean panjang di SPBU kembali normal.