AVEENO®, brand perawatan kulit berbasis oat science di bawah naungan Kenvue, resmi meluncurkan inovasi terbarunya, AVEENO® Skin Relief Repairing Balm, dalam ajang Jakarta X Beauty (JXB) 2026, Kamis (2/7/2026).

Kehadiran produk ini melengkapi rangkaian AVEENO® Skin Relief sekaligus menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung berbagai bentuk sensitivitas melalui kampanye Strength of Sensitivity.

Peluncuran ini juga bertepatan dengan momentum menjelang World Skin Health Day yang diperingati setiap 8 Juli. Jika sebelumnya kampanye Strength of Sensitivity mengangkat pentingnya memahami sensitivitas dari sisi emosional, kali ini AVEENO® memperluas pembahasan dengan menyoroti sensitivitas kulit, kondisi yang dialami banyak orang dalam kehidupan sehari-hari namun sering kali dianggap sepele, padahal dapat memengaruhi kenyamanan hingga kualitas hidup.

Dalam peluncuran tersebut, AVEENO® menghadirkan President Director Kenvue Indonesia Anggia Pramono, Skin Health Lead Kenvue Indonesia Zaskia P. Setiyasari, Skincare Educator dr. Giovanni Mustopo, serta Brand Ambassador AVEENO®, Maudy Ayunda.

President Director Kenvue Indonesia, Anggia Pramono, mengatakan bahwa kampanye Strength of Sensitivity lahir dari keyakinan bahwa sensitivitas bukanlah sesuatu yang harus diabaikan, melainkan dipahami dan dirawat dengan tepat.

"Melalui Strength of Sensitivity, kami percaya bahwa sensitivitas bukanlah sesuatu yang perlu diabaikan, melainkan dipahami dan dirawat dengan lebih baik. Setelah memulai percakapan tentang sensitivitas dari sisi emosional beberapa waktu lalu, kami ingin melanjutkannya dengan mengangkat sensitivitas dari sisi fisik, yaitu kesehatan kulit. Sebagai pelopor oat science skincare selama lebih dari 80 tahun, AVEENO® berkomitmen menghadirkan edukasi sekaligus inovasi berbasis sains untuk membantu masyarakat merawat kulit kering dan sensitif dengan lebih percaya diri," tutur Anggia.

Kulit sensitif sendiri dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari paparan lingkungan, perubahan cuaca, hingga gaya hidup sehari-hari. Ketika skin barrier melemah, kulit menjadi lebih rentan mengalami kekeringan, rasa tidak nyaman, bahkan iritasi.

Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan kulit, pemahaman mengenai kebutuhan kulit sensitif dinilai menjadi langkah penting dalam membangun rutinitas perawatan yang tepat.

Skincare Educator, dr. Giovanni Mustopo, menjelaskan bahwa kesehatan kulit tidak dapat dipisahkan dari kesehatan tubuh secara keseluruhan karena kulit merupakan lapisan pelindung pertama terhadap berbagai faktor eksternal.

"Belakangan ini kita semakin sering mendengar istilah skin barrier dan kulit sensitif, terutama di media sosial. Ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap kesehatan kulit terus meningkat. Namun, kulit sensitif tidak hanya membutuhkan hidrasi, tetapi juga perlindungan agar skin barrier tetap sehat,” tutur dr. Gio.

Baca Juga: Aveeno Hadirkan Solusi Baru untuk Kulit Sensitif Lewat Rangkaian Dermexa