Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi apresiasi atas inovasi yang dilakukan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Hal tersebut disampaikan oleh Menkeu Purbaya saat melakukan kunjungan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Magelang pada akhir Januari 2026 lalu.

Purbaya mengatakan, pengembangan produk turunan kelapa sawit memiliki potensi besar dalam memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional. Selain berperan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi dan penyerap tenaga kerja, UMKM berbasis sawit juga mampu menciptakan pemerataan ekonomi. Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk mendorong hilirisasi kelapa sawit melalui berbagai kebijakan fiskal yang berpihak kepada UMKM.

Baca Juga: Lewat Sinara Fest 2025, BPDP dan Kemenkeu Satu Aceh Gencarkan Literasi Perkebunan dan UMKM Naik Kelas

“Ke depan pasti lebih cepat (pertumbuhan UMKM sawit). Ini kita baru mulai,” katanya, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Ia mengatakan, produk UMKM sawit memiliki kualitas sangat baik. Misalnya, produk batik sawit yang dikembangkan oleh CV Smart Batik Indonesia dinilai memiliki kualitas desain dan bahan yang sangat baik. Ia mengimbau masyarakat untuk menggunakan produk batik sawit.

“Produk ini (batik sawit) bagus sekali dan enak dipakai,” tuturnya.

Batik sawit merupakan hasil inovasi UMKM yang memanfaatkan malam sawit dalam pembuatan produk. Batik ini diproduksi oleh Smart Batik yang merupakan UMKM binaan BPDP sejak tahun 2023 lalu. Usaha batik sawit ini dan telah memberdayakan sekitar 70 perempuan pembatik di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Selain Smart Batik, dua UMKM lain yang turut berpartisipasi dalam pameran UMKM di KPPN Magelang adalah Karplanter dan UMKM Berkah Kita. Karplanter memproduksi pot terrazzo dari perpaduan gypsum dan cangkang kelapa sawit. Selain itu, Karplanter mengembangkan media tanam ramah lingkungan yang merupakan campuran dari tandan kosong kelapa sawit, kompos, sekam, dan cocopeat. Perpaduan bahan-bahan tersebut menghasilkan media tanam yang subur, ringan, dan mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal sekaligus menjadi solusi inovatif dalam pemanfaatan limbah kelapa sawit.

Adapun, UMKM Berkah Kita memproduksi LUNAR yang meliputi lilin aromatik serta sabun cuci rempah berbahan dasar minyak jelantah. Inovasi tersebut merupakan bentuk komitmen UMKM Berkah Kita dalam menghadirkan solusi inovatif terhadap permasalahan lingkungan melalui konsep ekonomi sirkular dan berkelanjutan.

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, mengatakan kehadiran BPDP dalam kegiatan pameran UMKM di KPPN Magelang merupakanwujud nyata dukungan terhadap upaya hilirisasi dan pengembangan produk berbasis kelapa sawit melalui kegiatan promosi.

“Pada kegiatan ini kami membawa beberapa mitra binaan kami yang berada di wilayah DIY dan Jawa Tengah. Ini adalah salah satu bentuk dukungan kami untuk mendukung hilirisasi serta pengembangan produk berbasis sawit. Kami berharap UMKM sawit ke depan dapat terus berkembang dan semakin berdaya saing,” tutup Helmi.