Menurut dr. Joyce, anak-anak termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pencegahan infeksi saluran pernapasan.
Anak berusia di bawah lima tahun lebih rentan mengalami infeksi, sementara anak usia sekolah juga berisiko terpapar karena mulai berinteraksi dengan lebih banyak orang di lingkungan pendidikan.
“Pada usia anak, memang di bawah lima tahun lebih rentan. Kemudian usia enam sampai tujuh tahun rentan lagi karena mulai bersekolah,” katanya.
dr. Joyce juga mengatakan, penularan melalui udara atau partikel pernapasan membuat infeksi seperti influenza dapat menyebar dengan mudah, terutama ketika seseorang beraktivitas di lingkungan yang ramai. Karena itu, gejala seperti demam, batuk kering, sakit tenggorokan, dan rasa tidak nyaman pada saluran pernapasan perlu diperhatikan.
Karenanya, dr. Joyce mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan gejala untuk menentukan jenis infeksi yang dialami. Pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk membantu mengetahui penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai.
“Jadi, kalau misalnya kita ada infeksi saluran napas atas, sebenarnya tipenya itu apa? Tetap diperiksa,” tukasnya.
Selain mengenali gejala dan mencari pertolongan medis ketika diperlukan, kata dr. Joyce, vaksinasi menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko penyakit tertentu yang menyerang saluran pernapasan. Namun, masyarakat perlu memahami bahwa setiap vaksin memiliki sasaran perlindungan yang berbeda.
Kemudian, dr. Joyce menjelaskan bahwa vaksin influenza ditujukan untuk membantu melindungi tubuh dari infeksi virus influenza, sedangkan vaksin pneumokokus digunakan untuk membantu mencegah penyakit akibat bakteri Streptococcus pneumoniae.
Keduanya, lanjut dia, tidak dapat dipertukarkan karena memiliki sasaran perlindungan yang berbeda.
“Vaksin influenza itu trivalen yang sekarang beredar, influenza A dan influenza B. Dia itu cuma bisa buat influenza saja. Enggak bisa vaksin influenza itu meng-cover COVID, tidak bisa untuk meng-cover pneumokokal. Jadi, setiap vaksin itu harus dibaca peruntukannya, buat apa,” pungkas dr. Joyce.
Baca Juga: Kasus Influenza A Jadi Sorotan, Ini Bedanya dengan Flu Biasa dan Cara Mengurangi Risikonya