Anak buah Surya Paloh, Irma Suryani Chaniago pasang badan membela Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang sedang dikritik sana sini setelah putra sulung Joko Widodo (Jokowi) itu dinyatakan tak tamat SMA/SLTA oleh Mahkamah Konstitusi (MK). 

Irma yang juga menjadi anggota DPR RI fraksi NasDem itu mengatakan, para pengkritik Gibran berasal dari kalangan yang sebenarnya tak punya pekerjaan tetap, mereka adalah masyarakat semi pengangguran yang nir kompetensi. 

Baca Juga: Denny Indrayana Memalukan, Rocky Gerung Menjijikan, Harga Diri Diobral Rp16,9 Juta, Nggak Usah Belagu!

“Mohon maaf ya mungkin karena kebanyakan yang terlalu ribut itu mohon maaf ya enggak punya pekerjaan tetap,” ujar Irma dilansir Rabu (14/10/2026).

Irma mengatakan para pengertik Gibran sebenarnya sedang mencari makan, mereka melontarkan pernyataan pedas yang membabi buta dengan harapan kelak diberi jabatan di lingkaran pemerintah atau minimal menjadi komisaris di perusahaan milik negara. 

“Jadi pekerjaannya apa dong? Jadi pengen para orang-orang, orang-orang yang merasa dirinya pinter loh kan. Hm. pengen jadi komisaris mungkin, mungkin ya,” katanya.

“Kan saya bilang mungkin nih. Pengen diangkat jadi wamen, mungkin mau diangkat jadi menteri, misalnya begitu, ngerasa dirinya pantas nih,” tambahnya. 

Para pengkritik Gibran lanjut Irma selalu merasa mereka adalah individu yang jauh lebih cerdas dari seorang Wapres, padahal itu hanya sebatas halusinasi, pada kenyataanya orang-orang sama sekali tak punya kompetensi, level mereka jauh di bawah Gibran.

“Mereka nggak sadar bahwa eh, lu bilang lu A, orang ngeliat lu, tapi orang bilang eh lu tuh cuman C loh gitu ya. Harusnya kan dia sadar itu gitu loh. Tapi kan nggak sadar, dia ngerasa dirinya hebat, pinter, kuat gitu ya. Punya kompetensi kan itu yang selalu orang-orang ini tampilkan ke publik,” tuturnya.

Kendati hanya koar-koar dari jauh, Irma menantang para pengertik untuk terjun langsung ke masyarakat untuk melihat kondisi yang sebenarnya, lewat cara ini pandang mereka terhadap pemerintah khusus kepada Wapres Gibran bisa berubah. 

Ia menilai keterlibatan langsung di tengah masyarakat dapat menjadi kesempatan untuk memperlihatkan kemampuan sekaligus menguji penerimaan publik.

Baca Juga: Dinasti Jokowi Sudah Kelar! Gibran Hanya Menunggu Diseret Keluar dari Istana

“Biar diuji dan dilihat oleh masyarakat, publik. Gitu. Harusnya begitu,” pungkasnya.