Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) bersama 19 perusahaan anggota menggandeng Yayasan Benih Baik dalam menyalurkan donasi sebesar Rp315 juta untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut disalurkan AAJI melalui program Industry Social Responsibility (ISR) bertajuk “Kebaikan Berkelanjutan”.

Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo, menyampaikan bahwa kolaborasi bersama perusahaan anggota AAJI dan Benih Baik ini merupakan bentuk kepedulian industri asuransi jiwa terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam.

Baca Juga: AAJI Dorong Penguatan Kapasitas Kepemimpinan Industri Asuransi Jiwa Lewat Program Future by Design

“Risiko merupakan bagian dari kehidupan yang dapat terjadi di luar prediksi, termasuk bencana alam. Gempa bumi di NTT menjadi pengingat pentingnya kepedulian dan kolaborasi berbagai pihak dalam membantu masyarakat menghadapi dampak bencana,” ungkap Albertus. 

Melalui program tersebut, lanjutnya, AAJI bersama perusahaan anggotanya berupaya mendukung proses pemulihan masyarakat agar dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara bertahap.

Sebagaimana diketahui, gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores, NTT, pada Sabtu (15/8/2026). Bencana tersebut menimbulkan dampak kemanusiaan serta kerusakan infrastruktur yang signifikan sehingga bantuan lanjutan diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan.

Baca Juga: AAJI Perkuat SDM Industri Asuransi Jiwa melalui Kolaborasi Lintas Bidang dan Pembelajaran Berbasis AI

Dalam hal inilah, program “Kebaikan Berkelanjutan” NTT diprioritaskan sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan dasar selama masa pemulihan melalui pembangunan sumur bor dan instalasi pipanisasi untuk memperluas akses masyarakat terhadap air bersih.

Bantuan tersebut ditargetkan menjangkau masyarakat di Desa Kotakeo, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, NTT, dengan estimasi konservatif sekitar 3.000 penerima manfaat.

Selain akses air bersih, AAJI dan perusahaan anggota juga memberikan bantuan perlengkapan sekolah atau school kit kepada 150 siswa yang terdampak gempa. Bantuan tersebut ditujukan bagi siswa di SD dan TK Impres Leia, Desa Kotakeo, serta SDK dan TK Wolofeo, Desa Degalea, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo.

Perlengkapan yang disiapkan mencakup berbagai alat tulis untuk mendukung keberlangsungan kegiatan belajar anak-anak di wilayah terdampak.

Dalam kesempatan yang sama, Founder Yayasan Benih Baik, Andy F. Noya, mengapresiasi dukungan AAJI dan perusahaan anggotanya dalam membantu proses pemulihan masyarakat NTT.

Menurut Andy, pemulihan pascagempa tidak hanya berkaitan dengan perbaikan infrastruktur, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk dukungan terhadap pendidikan anak-anak.

"Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat membantu masyarakat dan pelajar di NTT bangkit, memulihkan kehidupan mereka, dan membangun masa depan yang lebih baik," ungkap Andy dalam rangkaian acara Media Briefing & Simbolis Penyerahan Donasi di Grha AAJI, Jakarta, Senin (19/10/2026).

Selain memberikan bantuan sosial, AAJI juga mendorong perluasan perlindungan asuransi jiwa bagi masyarakat NTT. Langkah ini dilakukan sejalan dengan momentum Bulan Inklusi Keuangan (BIK) dan upaya meningkatkan inklusi asuransi.

Dalam kesempatan tersebut, AAJI menyerahkan 60 polis asuransi mikro kepada tenaga kesehatan, guru, dan relawan di NTT.

Sebanyak 30 polis berasal dari PT AXA Mandiri Financial Services dengan manfaat perlindungan terhadap risiko meninggal dunia. Sementara itu, 30 polis lainnya berasal dari PT Asuransi BRI Life dengan perlindungan terhadap risiko kecelakaan, kesehatan, dan meninggal dunia.

Kepala Departemen Marketing AAJI, Karin Zulkarnaen, menjelaskan bahwa penyaluran donasi dan polis asuransi tersebut merupakan bagian dari upaya industri untuk hadir di tengah masyarakat, baik melalui bantuan sosial maupun perlindungan finansial.

“Klaim yang dibayarkan adalah kewajiban yang kami tepati. Donasi dan polis hari ini adalah kepedulian di luar kewajiban, sekaligus langkah awal memperluas perlindungan asuransi jiwa di NTT,” ujar Karin.

Berdasarkan profil bisnis industri asuransi jiwa di NTT, terdapat 29 perusahaan asuransi jiwa yang melayani masyarakat dengan total nilai pertanggungan (sum at risk) sebesar Rp16,3 triliun. Nilai tersebut terdiri atas lini bisnis asuransi jiwa sebesar Rp11,8 triliun dan asuransi kesehatan sebesar Rp4,5 triliun.

Sementara itu, nilai klaim yang telah dibayarkan terkait bencana gempa di NTT tercatat sebesar Rp152,2 juta.

Data tersebut menggambarkan cakupan perlindungan yang dimiliki industri asuransi jiwa di wilayah tersebut. AAJI menegaskan bahwa pembayaran klaim merupakan bagian dari pemenuhan hak nasabah sesuai ketentuan polis, sejalan dengan kampanye #BuktiBukanJanji.

Di sisi lain, peluang untuk memperluas jangkauan perlindungan asuransi jiwa di NTT masih terbuka. Peningkatan kepemilikan asuransi diharapkan dapat membantu lebih banyak keluarga mempersiapkan diri menghadapi berbagai risiko yang tidak terduga.

AAJI juga mengingatkan pentingnya memasukkan perlindungan asuransi ke dalam perencanaan keuangan keluarga. Berbagai risiko, mulai dari penyakit kritis, meninggal dunia, cacat tetap, hingga dampak bencana alam, dapat memengaruhi kondisi finansial seseorang dan keluarganya.

Karena itu, pemilihan perlindungan asuransi perlu disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan finansial masing-masing individu.

Dengan perlindungan yang tepat, asuransi jiwa dapat membantu meringankan beban keuangan keluarga sesuai manfaat dan ketentuan polis. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu anak-anak melanjutkan pendidikan, pasien berfokus pada pemulihan, serta keluarga menata kembali masa depan setelah menghadapi situasi yang tidak terduga.

Melalui Program ISR “Kebaikan Berkelanjutan” NTT, AAJI bersama 19 perusahaan anggotanya dan Yayasan Benih Baik berupaya menggabungkan bantuan kemanusiaan dengan perluasan akses perlindungan finansial bagi masyarakat terdampak bencana.