Growthmates, memasuki masa pensiun menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang, terutama ketika penghasilan rutin dari pekerjaan tidak lagi diterima setiap bulan. Tanpa perencanaan keuangan yang matang, tabungan yang telah dikumpulkan selama puluhan tahun berisiko terkuras lebih cepat dari perkiraan.

Investor legendaris sekaligus miliarder, Warren Buffett, memiliki sejumlah prinsip keuangan yang dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat dalam mempersiapkan masa pensiun. Mulai dari menentukan alokasi investasi, melunasi utang berbunga tinggi, hingga menerapkan gaya hidup sederhana, prinsip-prinsip tersebut menekankan pentingnya disiplin dalam mengelola uang.

Buffett dikenal sebagai sosok yang berhasil membangun Berkshire Hathaway menjadi salah satu perusahaan investasi terbesar di dunia. Ia mengambil alih perusahaan tekstil yang sedang mengalami kesulitan pada 1965, kemudian mengembangkannya menjadi konglomerasi dengan berbagai kepemilikan bisnis dan investasi.

Dalam perjalanan kariernya, Buffett juga dikenal karena pendekatan investasinya yang berorientasi jangka panjang, perhatian terhadap nilai suatu perusahaan, serta kebiasaan hidup hemat.

Meski telah memasuki usia lanjut dan menyerahkan kepemimpinan eksekutif Berkshire Hathaway kepada Greg Abel, pemikirannya tetap menjadi rujukan bagi investor di berbagai generasi.

Dan, dikutip dari The Economic Times, Selasa (27/10/2026), berikut 6 prinsip keuangan Warren Buffett yang dapat menjadi bahan pertimbangan untuk membangun masa pensiun yang lebih terencana.

1. Pertimbangkan strategi investasi 90/10

Dalam surat kepada pemegang saham Berkshire Hathaway pada 2013, Warren Buffett menyarankan alokasi investasi 90 persen pada reksa dana indeks S&P 500 berbiaya rendah dan 10 persen pada obligasi pemerintah Amerika Serikat berjangka pendek. Strategi ini bertujuan menggabungkan potensi pertumbuhan saham dengan stabilitas obligasi.

Pendekatan tersebut memungkinkan investor memperoleh diversifikasi tanpa harus memilih saham satu per satu. Namun, alokasi saham yang besar tidak selalu cocok bagi pensiunan karena penurunan pasar dapat memengaruhi dana untuk kebutuhan hidup. Karena itu, strategi investasi perlu disesuaikan dengan kebutuhan, toleransi risiko, dan sumber pendapatan selama masa pensiun.

2. Lunasi utang berbunga tinggi sesegera mungkin

Buffett menekankan pentingnya melunasi utang berbunga tinggi, terutama kartu kredit, karena bunga yang terus menumpuk dapat menggerus keuangan. Melunasi utang juga memberikan manfaat berupa penghematan bunga yang harus dibayarkan, berbeda dengan keuntungan investasi yang tidak dapat dijamin.

Bagi calon pensiunan, mengurangi beban utang sebelum berhenti bekerja dapat membantu menjaga arus kas. Setelah utang berbunga tinggi terkendali, dana dapat dialihkan secara rutin untuk tabungan dan investasi.

3. Selalu sediakan cadangan kas

Buffett menilai uang tunai penting untuk menghadapi ketidakpastian dan kebutuhan mendadak. Dalam wawancara dengan CNBC, ia mengibaratkan uang tunai sebagai oksigen.

"Anda membutuhkan oksigen; jika Anda tidak mendapatkannya selama empat atau lima menit saja, Anda akan merasakan akibatnya. Begitu pula dengan uang tunai. Anda harus selalu menyediakannya, karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi," tutur Buffett.

Cadangan kas dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, biaya kesehatan, dan pengeluaran tak terduga tanpa harus menjual investasi saat pasar sedang turun. Meski demikian, menyimpan terlalu banyak uang tunai dalam jangka panjang dapat mengurangi daya beli akibat inflasi. Karena itu, dana darurat perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan dipisahkan dari investasi jangka panjang.

Baca Juga: Warren Buffett: Melipatgandakan Kekayaan Tidak Otomatis Bikin Bahagia