Growthmates, musim hujan sering dianggap sebagai waktu ketika kulit terbebas dari masalah akibat cuaca panas. Namun, perubahan kelembapan udara, suhu yang tidak menentu, paparan polusi, hingga kebiasaan berada di ruangan ber-AC tetap dapat memberikan tantangan bagi kesehatan kulit.
Kondisi tersebut dapat memengaruhi skin barrier, yaitu lapisan pelindung alami kulit yang berperan mempertahankan kelembapan sekaligus melindungi kulit dari berbagai faktor eksternal. Ketika fungsi skin barrier terganggu, kulit dapat menjadi lebih sensitif, kering, mudah kemerahan, atau justru terasa lebih berminyak.
Di tengah kondisi cuaca yang berubah-ubah, menjaga kesehatan kulit tidak selalu membutuhkan rutinitas skincare yang panjang. Fokus pada pembersihan yang lembut, menjaga kelembapan, menggunakan antioksidan secara tepat, serta tetap melindungi kulit dari sinar UV dapat menjadi langkah sederhana untuk mempertahankan kondisi skin barrier.
Dan, dikutip dari Times of India, Selasa (6/10/2026), berikut 5 cara yang bisa dilakukan untuk membantu menjaga kesehatan kulit selama musim hujan.
1. Prioritaskan Kesehatan Skin Barrier
Memasuki musim hujan, jangan buru-buru mengganti seluruh produk skincare. Hal yang lebih penting adalah memastikan skin barrier tetap terjaga.
Perubahan suhu dan tingkat kelembapan dapat memengaruhi keseimbangan kulit. Di sisi lain, paparan polusi dan partikel dari lingkungan dapat berkontribusi terhadap stres oksidatif serta mengganggu fungsi pelindung alami kulit.
Gunakan pembersih wajah yang lembut dan tidak membuat kulit terasa terlalu kesat setelah digunakan. Hindari pula penggunaan produk yang berpotensi mengiritasi kulit secara berlebihan, terutama jika kulit sedang sensitif.
Untuk membantu mempertahankan kelembapan, pilih pelembap yang mengandung bahan seperti ceramide, asam hialuronat, atau emolien lainnya. Penggunaan pelembap tetap penting meski kulit terasa lebih lembap selama musim hujan.
2. Tetap Jaga Kelembapan Kulit
Udara yang terasa lembap bukan berarti kulit tidak membutuhkan pelembap. Kulit tetap memerlukan hidrasi untuk menjaga fungsi skin barrier dan mempertahankan kenyamanannya.
Setelah mencuci wajah, keringkan dengan cara menepuk-nepuk kulit secara perlahan menggunakan handuk. Jangan menunggu hingga wajah benar-benar kering sebelum mengaplikasikan pelembap.
Menggunakan pelembap ketika kulit masih sedikit lembap dapat membantu mempertahankan kadar air pada kulit. Pilih tekstur sesuai kondisi kulit. Jika kulit cenderung berminyak selama musim hujan, pelembap berbentuk gel atau losion ringan dapat menjadi pilihan. Sementara itu, kulit yang kering mungkin membutuhkan formula yang lebih kaya.
Baca Juga: 5 Tanda Skin Barrier Rusak yang Tidak Boleh Diabaikan
3. Manfaatkan Antioksidan, tetapi Tetap Sederhana
Meski hujan turun dan matahari tidak selalu terlihat, kulit tetap terpapar berbagai faktor lingkungan. Polusi, misalnya, dapat memicu terbentuknya radikal bebas dan stres oksidatif yang berpotensi memengaruhi kesehatan kulit.
Di sinilah bahan-bahan antioksidan dapat menjadi bagian dari rutinitas skincare. Vitamin C, vitamin E, dan niacinamide merupakan beberapa kandungan yang umum digunakan dalam produk perawatan kulit.
Namun, jangan menganggap semakin banyak bahan aktif berarti semakin baik. Menggunakan terlalu banyak serum atau bahan aktif sekaligus justru dapat meningkatkan risiko iritasi, terutama jika skin barrier sedang melemah.
Jika ingin menambahkan produk baru, lakukan secara bertahap dan perhatikan respons kulit. Rutinitas yang sederhana tetapi konsisten dapat lebih bermanfaat daripada menggunakan terlalu banyak produk sekaligus.
4. Jangan Tinggalkan Sunscreen
Langit mendung selama musim hujan bukan berarti kulit terbebas dari paparan sinar ultraviolet. Sinar UV tetap dapat mencapai permukaan bumi meski intensitasnya dapat berubah tergantung kondisi cuaca.
Karena itu, sunscreen tetap menjadi bagian penting dalam rutinitas skincare harian. American Academy of Dermatology merekomendasikan penggunaan tabir surya dengan SPF 30 atau lebih tinggi.
Gunakan sunscreen sebagai langkah terakhir dalam rutinitas skincare pagi. Jika banyak beraktivitas di luar ruangan atau terkena air dan berkeringat, aplikasikan kembali sesuai kebutuhan.
Penggunaan sunscreen juga penting dalam menjaga kulit dari dampak jangka panjang paparan UV, termasuk penuaan dini dan kerusakan kulit.
5. Jangan Berlebihan Melakukan Eksfoliasi
Musim hujan terkadang membuat kulit terasa lebih berminyak sehingga muncul keinginan untuk lebih sering melakukan eksfoliasi. Namun, terlalu sering menggunakan scrub atau produk eksfoliasi dapat mengganggu skin barrier.
Eksfoliasi berlebihan dapat membuat kulit menjadi lebih kering, sensitif, kemerahan, bahkan terasa perih. Karena itu, sesuaikan frekuensi eksfoliasi dengan kondisi kulit.
Jika kulit sedang terasa nyeri, mengelupas, kemerahan, atau lebih sensitif dari biasanya, sebaiknya hentikan sementara penggunaan produk eksfoliasi dan fokus pada hidrasi serta pemulihan skin barrier.
Baca Juga: Dokter Ungkap Pentingnya Sunscreen untuk Skin Resilience dan Skin Longevity