Cuaca dingin mungkin menjadi waktu yang menyenangkan untuk mengenakan pakaian berlapis. Namun, kondisi tersebut justru dapat menjadi tantangan bagi kulit.

Ketika suhu dan kelembapan udara menurun, kulit lebih mudah kehilangan air sehingga terasa kering, kasar, bahkan kencang. Dalam kondisi seperti ini, perawatan kulit tidak harus selalu dilakukan dengan menambahkan banyak produk.

Minyak wajah dapat menjadi salah satu pelengkap rutinitas perawatan kulit, terutama untuk membantu melembutkan dan menjaga kelembapan kulit. Namun, setiap jenis minyak memiliki karakteristik berbeda sehingga pemilihannya sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kulit.

Dikutip dari Times of India, Jumat (18/9/2026), berikut 5 jenis minyak yang dapat menjadi pilihan untuk kulit kering.

1. Minyak Jojoba

Minyak jojoba memiliki karakteristik yang cukup unik. Secara teknis, jojoba merupakan lilin cair (liquid wax), bukan minyak nabati konvensional yang didominasi trigliserida.

Komposisi tersebut membuat minyak jojoba dapat membantu melembutkan kulit tanpa memberikan sensasi terlalu berat atau lengket. American Academy of Dermatology juga mencantumkan jojoba sebagai salah satu bahan yang dapat ditemukan dalam produk yang diformulasikan untuk kulit kering.

Minyak jojoba terutama dapat menjadi pilihan bagi pemilik kulit kering dan kombinasi yang membutuhkan tambahan emolien dalam rutinitas perawatan.

2. Minyak Biji Bunga Matahari

Minyak biji bunga matahari dikenal memiliki kandungan asam linoleat yang tinggi. Asam lemak esensial tersebut berperan dalam mendukung fungsi skin barrier atau lapisan pelindung kulit.

Penggunaan minyak biji bunga matahari pada kulit dapat membantu mengurangi kehilangan air dari permukaan kulit atau transepidermal water loss (TEWL). Sejumlah penelitian laboratorium dan klinis juga telah mengamati manfaat minyak ini terhadap fungsi pelindung kulit.

Karena itu, minyak biji bunga matahari dapat menjadi pilihan bagi kulit yang terasa sangat kering atau ketika skin barrier sedang mengalami gangguan.

Baca Juga: Punya Kulit Berjerawat Tapi Takut Pori-Pori Tersumbat? Ini 5 Fakta Tamanu Oil yang Wajib Kamu Tahu!

3. Minyak Kelapa

Minyak kelapa sudah lama digunakan sebagai emolien atau bahan yang membantu membuat kulit terasa lebih lembut. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaannya pada kulit dapat meningkatkan hidrasi.

Teksturnya yang relatif lebih pekat membuat minyak kelapa banyak digunakan ketika kulit terasa sangat kering, termasuk pada bagian tubuh seperti tangan, siku, lutut, dan kaki.

Namun, penggunaannya pada wajah perlu lebih diperhatikan. Minyak kelapa tidak selalu cocok untuk semua orang, terutama mereka yang rentan mengalami pori-pori tersumbat atau jerawat. Dalam kondisi tersebut, pelembap ringan dengan label non-comedogenic dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai.

4. Minyak Rosehip

Minyak rosehip banyak digunakan dalam produk perawatan kulit karena mengandung asam lemak serta senyawa antioksidan.

Minyak ini memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi, sehingga berpotensi membantu mendukung kondisi kulit. Namun, manfaatnya sebaiknya tidak dibesar-besarkan.

Rosehip terkadang dipasarkan sebagai "retinol alami" atau diklaim mampu menghilangkan kerutan. Klaim semacam itu perlu dilihat secara kritis karena minyak rosehip tidak dapat begitu saja disamakan dengan retinoid yang digunakan dalam perawatan kulit.

Untuk rutinitas perawatan kulit, manfaat rosehip yang lebih realistis adalah sebagai emolien yang membantu melembutkan dan menjaga kelembapan kulit.

5. Minyak Argan

Minyak argan merupakan emolien nabati yang banyak digunakan dalam berbagai produk kosmetik dan perawatan kulit.

Penggunaannya dapat membantu membuat kulit yang kasar dan kering terasa lebih lembut. Dalam rutinitas perawatan, minyak argan dapat digunakan sebagai pelengkap setelah penggunaan pelembap.

Namun, tidak perlu menganggap minyak argan sebagai bahan ajaib yang mampu mengatasi semua masalah kulit. Manfaat utamanya lebih sederhana, yaitu membantu memberikan kelembutan dan rasa nyaman pada kulit yang kering.

Baca Juga: Bukan Minyak atau Serum, 2 Jenis Biji-bijian Ini Efektif Menjaga Rambut Tetap Sehat