Jumlah miliarder dunia terus menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan Forbes World’s Billionaires List, tercatat lebih dari 3.000 miliarder di seluruh dunia dengan total kekayaan gabungan mencapai sekitar 16,1 triliun dolar AS.

Data ini memberikan gambaran negara-negara dengan konsentrasi miliarder terbanyak sekaligus menunjukkan bagaimana distribusi kekayaan ekstrem masih terpusat di ekonomi besar dunia. Amerika Serikat, China, dan India menempati tiga posisi teratas sebagai penyumbang miliarder terbanyak secara global.

Amerika Serikat

Amerika Serikat menjadi negara dengan jumlah miliarder terbanyak di dunia, yakni sekitar 902 orang, dengan total kekayaan mencapai 6,8 triliun dolar AS. Angka ini jauh melampaui negara lain.

Dominasi tersebut ditopang oleh sektor teknologi, keuangan, dan investasi. Sejumlah pendiri raksasa teknologi dunia seperti Elon Musk, Jeff Bezos, dan Mark Zuckerberg berasal dari Amerika Serikat, menjadikan negara ini tetap sebagai pusat kekayaan ekstrem global.

Baca Juga: Bukan soal Uang, Ini 3 Pelajaran Kesehatan dari Laporan Miliarder JPMorgan

China

China berada di posisi kedua dengan sekitar 450 miliarder dan total kekayaan mencapai 1,7 triliun dolar AS. Kekayaan ini sebagian besar berasal dari sektor teknologi, e-commerce, dan properti.

Perusahaan besar seperti ByteDance dan Alibaba berperan penting dalam menciptakan miliarder baru. Meski pertumbuhan ekonomi nasional mengalami perlambatan, ekonomi digital tetap menjadi pendorong utama kekayaan tinggi di China.

India

India menempati posisi ketiga dengan 205 miliarder dan total kekayaan sekitar 941 miliar dolar AS. Pertumbuhan jumlah miliarder didorong oleh ekspansi sektor teknologi, energi, serta konsumsi domestik. 

Baca Juga: 7 Kebiasaan Rahasia Miliarder yang Membuat Mereka Sukses

Baca Juga: Dari Bambang Hartono hingga Grace Tahir, Ini Deretan Miliarder yang Hobi Makan di Pinggir Jalan

Kota-kota besar seperti Mumbai dan New Delhi menjadi pusat aktivitas bisnis dan investasi. Sosok seperti Mukesh Ambani mencerminkan bagaimana pasar domestik yang besar mampu mendorong akumulasi kekayaan pribadi.

Jerman

Jerman berada di peringkat keempat dengan 171 miliarder dan total kekayaan sekitar 793 miliar dolar AS. Sebagian besar miliarder berasal dari sektor manufaktur, otomotif, dan barang konsumen.

Stabilitas ekonomi Jerman sebagai kekuatan utama Eropa menjadikannya ladang subur bagi pengusaha kaya. Industri ritel dan manufaktur berskala global berkontribusi besar terhadap penciptaan kekayaan.

Rusia

Rusia menempati posisi kelima dengan 140 miliarder dan total kekayaan sekitar 580 miliar dolar AS. Sumber kekayaan utama berasal dari sektor energi dan sumber daya alam, terutama minyak dan gas.

Baca Juga: Miliarder Bill Ackman dan Tim Cook Memuji Buku Ini tentang Mendefinisikan Ulang Kekayaan

Meski menghadapi tantangan ekonomi global, industri energi tetap menjadi tulang punggung bisnis para konglomerat Rusia.

Kanada

Kanada memiliki 76 miliarder dengan kekayaan gabungan sekitar 359 miliar dolar AS. Banyak miliarder berkembang dari sektor teknologi, investasi, dan pertambangan.

Lingkungan bisnis yang stabil serta kota-kota besar seperti Toronto dan Vancouver menjadikan Kanada destinasi menarik bagi investor dan pengusaha kaya.

Italia

Italia mencatat 74 miliarder dengan total kekayaan sekitar 339 miliar dolar AS. Sumber kekayaan banyak berasal dari industri mode, barang mewah, dan makanan global.

Perusahaan keluarga besar di sektor barang konsumen turut menopang akumulasi kekayaan. Milan, sebagai pusat mode dunia, menjadi episentrum para pengusaha kaya Italia.

Baca Juga: Bukan Cuma untuk Miliarder, 2 Kebiasaan Orang Sukses Ini Bisa Anda Tiru, Apa Saja?

Hong Kong

Hong Kong memiliki 66 miliarder dengan total kekayaan sekitar 335 miliar dolar AS. Wilayah ini berperan sebagai pusat keuangan dan perdagangan internasional.

Meski merupakan wilayah administratif khusus China, Hong Kong tetap memiliki sistem ekonomi tersendiri. Bursa saham dan sektor properti menjadi mesin utama penciptaan miliarder di kawasan ini.

Brasil

Brasil berada di peringkat kesembilan dengan 56 miliarder dan total kekayaan sekitar 212 miliar dolar AS. Kekayaan ini didominasi oleh sektor agribisnis, komoditas, dan keuangan.

Pasar domestik yang besar serta sumber daya alam melimpah menjadi fondasi utama kekayaan para pengusaha Brasil.

Inggris (United Kingdom)

Inggris menutup daftar 10 besar dengan 55 miliarder dan kekayaan gabungan sekitar 238 miliar dolar AS. Sektor keuangan, investasi, dan teknologi menjadi sumber utama kekayaan.

London sebagai pusat keuangan global tetap menjadi magnet bagi investor dan pengusaha kelas atas. Dominasi sektor jasa mendukung terciptanya kekayaan tinggi di Inggris.

Daftar ini menunjukkan bahwa kekayaan ekstrem masih terkonsentrasi di negara-negara dengan ekonomi kuat, pasar modal besar, serta ekosistem teknologi dan investasi yang matang. Amerika Serikat memimpin jauh di atas negara lain, disusul China dan India yang terus menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Distribusi miliarder global ini mencerminkan bagaimana peluang ekonomi, inovasi, dan investasi berperan besar dalam membentuk peta kekayaan dunia pada 2025.