Indonesia kembali memperkuat perannya dalam peta ekonomi kreatif dunia melalui penyelenggaraan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 pada 21–23 Oktober 2026 di Kempinski Hotel, Jakarta.

Mengusung tema ‘Inclusively Creative: Collective Continuity’, forum internasional ini menjadi ruang pertemuan para pemimpin ekonomi kreatif, pembuat kebijakan, pelaku usaha, kreator, akademisi, investor, komunitas, hingga mitra global untuk mendorong kolaborasi dan membuka peluang baru bagi industri kreatif.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengatakan, WCCE 2026 menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk membawa ekonomi kreatif ke tingkat yang lebih penting dalam agenda pembangunan global, terutama dalam mempersiapkan arah pembangunan setelah 2030.

Menurutnya, salah satu keluaran penting yang didorong melalui konferensi ini adalah Jakarta Vision on Creative Economy, sebuah visi bersama untuk memperkuat posisi ekonomi kreatif dalam agenda pembangunan dunia sekaligus meningkatkan pengakuan terhadap kontribusi sektor tersebut dalam pembangunan ekonomi dan sosial.

“WCCE 2026 menjadi momentum bagi Indonesia untuk membawa ekonomi kreatif ke tingkat yang lebih strategis dalam agenda pembangunan dunia. Salah satu keluaran pentingnya adalah Jakarta Vision on Creative Economy yang diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat posisi ekonomi kreatif dalam agenda pembangunan global setelah 2030, sekaligus mendorong perhatian dunia terhadap kontribusi ekonomi kreatif dalam pembangunan ekonomi dan sosial,” ungkap Teuku Riefky.

Melalui Jakarta Vision on Creative Economy, Indonesia mendorong perumusan arah bersama mengenai peran ekonomi kreatif dalam pembangunan masa depan. Dokumen tersebut juga diharapkan menjadi salah satu dasar pembahasan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai ekonomi kreatif.

Upaya ini melanjutkan perjalanan WCCE yang diinisiasi Indonesia pada 2018 dan terus berkembang sebagai platform global untuk mempertemukan berbagai elemen ekosistem ekonomi kreatif lintas negara. Forum ini tidak hanya menjadi tempat bertukar gagasan, tetapi juga ruang untuk merespons tantangan industri, memperkuat kerja sama, serta mengidentifikasi peluang pertumbuhan baru.

“WCCE telah berkembang menjadi platform global untuk mempertemukan pemerintah, industri, akademisi, kreator, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam merespons tantangan serta peluang ekonomi kreatif. Semangat kolaborasi inilah yang terus kita perkuat melalui WCCE 2026,” kata Teuku Riefky.

Sementara itu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menegaskan bahwa pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan keterhubungan antarpemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, kreator, komunitas, akademisi, hingga investor dan mitra internasional.

Menurut Irene, kolaborasi menjadi kunci untuk memperluas akses pelaku ekonomi kreatif terhadap pasar, pendanaan, teknologi, serta pengembangan dan pemanfaatan kekayaan intelektual atau intellectual property (IP).

“Ekonomi kreatif tidak tumbuh dalam ruang yang terpisah. Kita membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, kreator, komunitas, akademisi, investor, dan mitra internasional untuk membuka akses terhadap pasar, investasi, teknologi, dan pengembangan kekayaan intelektual,” beber Irene.

Baca Juga: Pasar Wiwitan SCBD Kembali Hadir, Perkuat Ruang Kreatif dan Produk Lokal di Jakarta

Ia menambahkan, WCCE 2026 dirancang agar menghasilkan manfaat yang lebih konkret bagi para pelaku industri, bukan sekadar menjadi forum diskusi berskala internasional.

“Karena itu, WCCE 2026 kami dorong agar tidak berhenti pada dialog, tetapi menghasilkan koneksi dan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi ekosistem ekonomi kreatif,” katanya.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, WCCE 2026 menghadirkan berbagai agenda, di antaranya pleno, Friends of Creative Economy & Ministerial Meeting, pertemuan bilateral, business matchmaking, keynote, dialog global, creative session, dan deep-dive session.

Rangkaian ini dirancang untuk mempertemukan pembuat kebijakan, pelaku industri, kreator, investor, serta mitra global dalam membuka peluang kerja sama dan pengembangan bisnis.

Tak hanya berfokus pada forum konferensi, WCCE 2026 juga menghadirkan Creativillage pada 21–25 Oktober 2026 di kawasan SCBD, Jakarta. Program ini menjadi ruang pengalaman kreatif yang terbuka bagi masyarakat untuk mengenal, menikmati, sekaligus berinteraksi dengan beragam karya dan produk ekonomi kreatif Indonesia.

Rangkaian Creativillage meliputi Soul of Indonesia di Akasta SCBD pada 21 Oktober, Village One di Ashta District 8 dan Village Two di MGP Space, SCBD Park pada 21–25 Oktober, serta WCCE Weekland di SCBD Park pada 24–25 Oktober 2026.

Berbagai kegiatan tersebut menghadirkan karya dan pengalaman dari sejumlah subsektor ekonomi kreatif, mulai dari seni, desain, fesyen, literatur, permainan, kekayaan intelektual, teknologi, kuliner, hingga produk kreatif dari berbagai daerah di Indonesia.

Kehadiran ruang kreatif ini diharapkan dapat memperluas eksposur karya lokal sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan calon konsumen dan mitra potensial.

Rangkaian WCCE 2026 juga beriringan dengan peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional pada 24 Oktober melalui semangat OktoberKreasi. Gerakan ini mengajak daerah dan pelaku ekonomi kreatif untuk menghidupkan ruang kreatif, memperkenalkan karya, membangun jejaring, serta memperluas peluang kolaborasi.

Melalui perpaduan konferensi internasional, pertemuan bisnis, dan aktivitas kreatif yang terbuka untuk publik, Indonesia berupaya membangun jembatan antara potensi lokal dan peluang global. Selain memperluas jaringan, rangkaian WCCE diharapkan mampu membuka akses investasi, memperkuat pengembangan bisnis dan kekayaan intelektual, serta mendorong produk kreatif Indonesia menembus pasar yang lebih luas.

Penyelenggaraan WCCE 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak pembangunan, sekaligus mempertemukan gagasan dengan aksi dan kreativitas dengan peluang kolaborasi lintas negara.

Informasi lebih lanjut mengenai WCCE 2026 dan registrasi dapat diakses melalui laman resmi www.wcce.id serta akun Instagram @wcceid.

Baca Juga: Kunjungi Pasar Wiwitan SCBD, Gubernur Sherly Tjoanda Apresiasi Local Market, Soroti Peluang UMKM Daerah