Media massa memiliki peran penting dalam membentuk cara pandang masyarakat terhadap perempuan dan laki-laki.

Melalui pemberitaan dan narasi yang disajikan, media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga dapat ikut membangun persepsi publik mengenai kesetaraan gender.

Editor in Chief Harper’s Bazaar Indonesia, Ria Lirungan, berpandangan bahwa media memiliki posisi strategis dalam mendorong terwujudnya kesetaraan gender di Indonesia.

Menurut Ria, media perlu memberikan kesempatan yang setara kepada setiap individu untuk mendapatkan sorotan berdasarkan prestasi dan kontribusinya, bukan berdasarkan gender.

Ria menyebut, prinsip tersebut penting diterapkan dalam menentukan sosok maupun isu yang diangkat oleh media. Dengan demikian, kata dia, perempuan dan laki-laki memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan ruang pemberitaan selama memiliki pencapaian atau gagasan yang layak untuk disoroti.

“Yang salah satunya adalah sebenarnya tidak membedakan bahwa kesempatan untuk bisa mem-feature atau mengangkat sebuah profil itu sama saja, tapi memang dinilai berdasarkan prestasinya, jadi bukan karena gendernya,” ungkap Ria, saat ditemui Olenka, di Jakarta, belum lama ini.

Selain memberikan ruang yang setara, Ria menilai, media juga dapat berkontribusi dengan mengubah cara pandang terhadap berbagai karakteristik yang selama ini kerap dilekatkan kepada perempuan.

Baca Juga: Ria Lirungan: Mempertahankan DNA Media Jadi Kunci Bertahan di Era Digital

Salah satunya adalah peran ganda yang dijalankan perempuan maupun sisi emosional yang terkadang dianggap sebagai kelemahan.

Dipaparkan Ria, karakteristik tersebut justru dapat dilihat dari perspektif yang lebih positif dan menjadi bagian dari kekuatan perempuan.

Menurutnya, media memiliki kesempatan untuk menghadirkan narasi yang tidak lagi menempatkan pengalaman perempuan sebagai sesuatu yang identik dengan keterbatasan.

“Lalu mungkin bisa juga mengangkat bahwa peran ganda perempuan itu adalah dan sisi emosi perempuan itu adalah sebuah kelebihan, bukan sesuatu yang negatif,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ria menekankan pentingnya kehati-hatian media dalam mengangkat isu yang berkaitan dengan gender.

Ria bilang media perlu menghindari penguatan stigma melalui pemberitaan yang justru memperbesar atau mengulang stereotip secara berlebihan.

“Rasanya tidak membedakan gender ketika kita mengangkat seseorang dan mengangkat satu isu yang menjadi sebuah stigma-stigma itu sebaiknya memang diusahakan untuk tidak diangkat secara berlebihan,” tandas Ria.

Baca Juga: Editor in Chief Harper's Bazaar Indonesia Ungkap Tantangan Besar Industri Media di Era Digital